'KARTINI' Ajak Penonton Sorot Persoalan Pendidikan di Indonesia

Kamis, 09 Maret 2017 16:59 Penulis: Mahardi Eka Putra
'KARTINI' Ajak Penonton Sorot Persoalan Pendidikan di Indonesia Legacy Pictures

Kapanlagi.com - Permasalahan kualitas pendidikan serta penyebaran pendidikan yang belum merata di Indonesia terus menjadi persoalan besar di Indonesia. Bahkan isu pendidikan ini bukan hal yang baru. Persoalan pendidikan sudah menjadi perhatian besar di Indonesia dari beratus-ratus tahun yang lalu.

Salah satu tokoh besar yang konsisten memperjuangkan permasalahan pendidikan ini adalah Kartini. Lewat tulisan-tulisan yang dipublikasikan lewat kolomnya di publikasi Belanda, serta surat-surat yang ditulis dan kemudian dikumpulkan menjadi beberapa volume buku, kita bisa melihat betapa besar kepedulian Kartini terhadap permasalahan pendidikan, terutama bagi rakyat yang tidak bisa memiliki akses untuk belajar dan terdidik.

“Dari pertama saya sangat passionate dengan masalah-masalah pendidikan di Indonesia,” ujar Robert Ronny, produser dan pemilik perusahaan film Legacy Pictures, yang memproduseri film Kartini. “Saya merasa banyak masalah di Indonesia bisa diselesaikan dengan majunya pendidikan di Indonesia. Dan Kartini juga percaya dengan hal itu. Bahwa untuk merubah nasib seseorang, merubah nasib sebuah bangsa, juga lewat pendidikan. Dengan pendidikan, gak peduli lagi soal kasta, gak perlu menikah muda, dan sebagainya,“ tambahnya.

Kepercayaan Kartini terhadap the power of education yang bisa mengubah nasib seseorang, bahkan nasib suatu bangsa, juga menjadi temuang yang menarik bagi Dian Sastrowardoyo, pemeran Kartini sendiri, saat dia menyelami kehidupan pahlawan bangsa ini dalam rangka riset panjang yang dia lakukan untuk memerankan sang tokoh.

“Semakin dalam saya membaca dan belajar soal Kartini, semakin kagum saya terhadap beliau. Problema Kartini jauh lebih filosofis, dekonstruktif, jauh lebih postmodern. Kita diingatkan kembali bahwa orang Indonesia itu ada kemampuan berpikir sejauh itu dan seprogresif itu. Hal itu berarti ‘kan ada di DNA kita tetapi kenapa kita sekarang belum sampai ke situ? Apakah karena kita malas, atau apakah karena kita harus mengalami represi sebesar yang Kartini alami, baru kita bisa berkembang untuk menjadi seorang pemikir yang matang?”

Film KARTINI akan menjadi jawaban sekaligus dorongan bagi bangsa Indonesia akan pentingnya arti pendidikan ini. Mulai tayang di bioskop tanggal 20 April 2017.



(kpl/dka)

REKOMENDASI
TRENDING