Kemah Tengah Malam di Ijen, Tanta Ginting: Bangun Bangun Beku

Rabu, 02 Agustus 2017 07:07 Penulis: Cinthya Septavy
Kemah Tengah Malam di Ijen, Tanta Ginting: Bangun Bangun Beku Tanta Ginting © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Suka dan duka di saat syuting sebuah produksi film adalah hal yang biasa dialami para aktris dan aktor, tak terkecuali Tanta Ginting. Dalam film terbarunya bertajuk BERANGKAT, pria tahun itu harus menghadapi banyak kendala lantaran medan lokasi syuting yang terbilang berat yakni Gunung Ijen.
 
"Puas sih karena tantangan kami bikin film ini tuh besar sekali. Banyak halangan dari cuaca, tempat, lokasi, itu jadi tantangan berat banget waktu shooting. Ternyata bisa terselesaikan dengan seperti ini wah puas banget," ujar Tanta Ginting saat ditemui di Gala Premiere Film Berangkat, CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).  

"'Wow jadi enggak sia-sia banget' karena ke Ijen aja tuh ribetnya minta ampun harus jalan mulai dari jam 12 malam. Sempat beku kami berempat kedinginan gara gara nungguin mereka shooting. Jam 3 pagi kami akhirnya ditaruh di satu tenda. Bangun bangun beku bener-bener enggak bisa bergerak hehe, tapi jadinya bagus, jadi enggak sia-sia. Terakhir aku kemahan pramuka tahun '92 hehehe, sebelum sebelumnya enggak. Biasanya jalan jalannya selalu ada hotel," imbuhnya.

Tanta Ginting temui banyak tantangan saat syuting 'BERANGKAT' © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom SukaryaTanta Ginting temui banyak tantangan saat syuting 'BERANGKAT' © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya


Kendati cukup menantang, Tanta mengaku senang dengan semua pengalaman berkesan saat proses syuting berlangsung. Terlebih semua pemain dan kru yang terlibat bisa bekerja sama dengan baik serta tak mengeluhkan kendala yang dihadapi.

"Seru sih karena aku juga orangnya lumayan adventurous cuma belum ada kesempatan untuk berkemah, tapi untungnya cast castnya asik asik. Enggak ada yang diva yang kayak ah males ah jijik, Ayu sedikit seperti itu cuma enggak ribet. Waktu kami harus berkemah di pantai Gatra, itu kami nginep juga dan itu kemah juga di situ dan itu cagar alam yang enggak ada hotel. Jalan kaki melalui sungai tapi enggak ada yang complain jadi fun banget experience-nya," ungkap pria tahun tersebut.

"Aku personally enggak. Cuma nahan dinginnya aja, aku sih enjoy banget proses shootingnya. Cuma waktu itu kami harus nenangin Ayu karena dari awal udah panik aja. 'Ini beneran kita harus turun? enggak bisa boongan aja'. Itu susah banget turun ke kawah Ijen yang paling bawah. Orang kebanyakan enggak mau turun di atas doang karena gunung itu batu, dan akhirnya kami sama-sama saling ngebantu, seru jadinya. (ingat pacar) Waduh hahaha, enggak sih lebih inget ke selimut dan kasur gue. Kangen banget kalau di rumah AC bisa dimatiin, ini enggak bisa. Kalau inget pacar mah selalu ya dalam keadaan susah dan senang, ya kadang kalau lagi capek kangen rumah aja," tandasnya.

(kpl/far/cvn)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING