Bukan Karena Film, Tanta Ginting Akui Punya Hobi Travelling

Selasa, 01 Agustus 2017 17:15 Penulis: Natanael Sepaya
Bukan Karena Film, Tanta Ginting Akui Punya Hobi Travelling Tanta Ginting © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Jika sejumlah aktor maupun aktris mulai mencintai travelling karena film yang ia bintangi, hal tersebut justru berbeda dengan Tanta Ginting. Baginya, travelling merupakan hobi yang menyenangkan untuk dilakoni, terutama mengeksplorasi keindahan-keindahan alam yang ada di Indonesia.

"Suka banget. jadi salah satu alasan aku balik lagi ke Indonesia karena membosankan Indonesia. Aku suka outdoor. Aku udah beberapa kali nyelam cuma belum dapat lisensi. Ini lagi rencananya aku pengen dapatin lisensi tahun ini biar aku bisa mengeksplor lebih jauh tentang diving. Kemarin janjian sama temen mau naik gunung pelan pelan karena memang kaya banget Indonesia dan sayang kalau enggak mengeksplor Indonesia. kalau di Eropa sama Amrik sama aja bentuknya. tapi kalau di Indonesia ada pantai, gunung, sungai. Seru aja," ujarnya saat ditemui di Gala Premiere Film BERANGKAT, CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).

Lewat kegemarannya dalam travelling, Tanta Ginting juga menemukan kesukaan lain seperti menyelam. Tak hanya sekali, namun Tanta Ginting masih ingat bagaimana ia menemukan perasaan bahagia saat menyelam di berbagai tempat yang pernah ia kunjungi.

Hobi travelling, Tanta Ginting senang mengeksplor keindahan alam di Indonesia © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaHobi travelling, Tanta Ginting senang mengeksplor keindahan alam di Indonesia © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"(Kalau nyelam pernah di) Pulau Seribu dan Bali pas lagi shooting. semuanya berkesan sih, beda beda. Gili seru karena ada wall-nya yang ke dalem. Ada yang ikannya cuma ada si situ lah, Pantai Merah Jambu," lanjutnya singkat.

Pengalaman baru inilah yang membuat Tanta Ginting selalu mencintai setiap tempat yang ia kunjungi. Namun dari semua tempat indah tersebut, aktor 35 tahun itu mengaku kalau saat ini ia cukup menyayangkan keindahan laut yang banyak dirusak karena kurangnya pemahaman akan pentingnya dunia bawah air.

"(Kalau paling favorit) Beda beda sih, karena kenikmatannya beda aja. Di gunung gimana rasanya, laut gimana rasanya. Cuma sekarang laut banyak yang mati karena orang lokalnya tuh pengetahuannya kurang, jadi cara mancingnya pake ngebom, ngerusak segala macam. Tapi untungnya ada orang yang mau bangun lagi dunia underwater Indonesia, memelihara karangnya. Waktu aku di Kawah Ijen sama Labuan Bajo beda-beda rasanya," pungkasnya.

(kpl/far/ntn)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING