Ki Kusumo Jawab Tantangan Jokowi Garap Film G30 S/PKI Milenial

Minggu, 24 September 2017 18:40 Penulis: Mita Anandayu
Ki Kusumo Jawab Tantangan Jokowi Garap Film G30 S/PKI Milenial Ki Kusumo © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengeluarkan pernyataan untuk membuat film G30 S/PKI versi milenial. Mendengar tantangan itu, produser Ki Kusumo mengatakan sanggup membuat apa pinta pria yang akrab disapa Jokowi itu.

Salah satu alasan Ki Kusumo menyanggupinya, lantaran hal tersebut merupakan salah satu sikap dan tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia.

"Sejarah G30 S/PKI selama ini menjadi perdebatan. Saya yang berada di lingkungan perfilman tergerak untuk ikut membantu meluruskan sejarah bangsa ini agar ke depannya penerus bangsa ini tahu sejarah," ucap Ki Kusumo, belum lama ini di Jakarta.

Mendengar tantangan Presiden Joko Widodo, produser Ki Kusumo mengatakan sanggup membuat film G30 S/PKI versi milenial Š KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaMendengar tantangan Presiden Joko Widodo, produser Ki Kusumo mengatakan sanggup membuat film G30 S/PKI versi milenial Š KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Menurutnya, untuk saat ini Indonesia sudah memiliki artis dan aktor berbakat. Makanya, untuk siapa-siapa saja yang memerankan tokoh-tokoh pejuang bangsa itu, Ki Kusumo mengatakan pasti tidak sulit. "Banyak kok artis-artis kita yang memiliki darah pejuang. Buyutnya merupakan pejuang kemerdekaan, masa mereka menolak terlibat di film ini," katanya.

Yang menarik, Ki Kusumo memiliki niat untuk ikut melibatkan keluarga para pahlawan dalam film yang akan digarapnya. "Saya akan bicarakan dulu dengan mereka. Minimal, mereka men-support film ini," ujar Ki Kusumo.

Yang jelas, membuat ulang film tersebut bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, Ki Kusumo senantiasa berhati-hati dalam penggarapannya nanti, agar tidak melenceng dari fakta yang sebenarnya. "Saya hanya ingin menampilkan sejarah bangsa ini sebagaimana mestinya. Dan film ini diharapkan jadi pegangan kita dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya.

(kpl/aal/mit)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING