CLOSE

Lama Tak 'Beredar', Apa Kabar Lola Amaria?

Lola Amaria @ KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Siapa yang tak kenal dengan aktris yang satu ini? Lola Amaria selalu tampil memikat dalam setiap tokoh yang diperankannya. Merambah dunia akting sejak tahun 1997, terhitung sudah 17 tahun ia bergelut dengan segala hiruk-pikuk produksi film. TABIR (2000) menjadi debut Lola dalam karir layar lebarnya. Disusul kemudian dengan MERDEKA 17805 (2001) yang merupakan film drama perang, hasil kerja sama antara Toho dari Jepang dengan Rapi Films dari Indonesia. Setelah itu masih ada beberapa judul film lain seperti BETH (2001), CA BAU KAN (2002), dan NOVEL TANPA HURUF 'R' (2003). Setelah berbagai judul film dibintanginya sepanjang enam tahun, Lola memberanikan diri merambah balik layar. BETINA (2006) merupakan debutnya sebagai sutradara. Menyusul kemudian MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK (2010), di mana ia ikut berperan sebagai Mayang, dan SANUBARI JAKARTA (2012). Tahun ini, Lola mengusung kisah politik Indonesia lewat NEGERI TANPA TELINGA. Lebih banyak bekerja di balik layar, nama Lola pun tak lagi sering disebut-sebut di media. Bukannya sudah tak lagi sibuk, ia justru sering wira-wiri, fokus memainkan perannya sebagai sutradara dan produser. Dijumpai dalam peluncuran salah satu produk smartphone di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta,Rabu (16/7) kemarin,Lola bercerita banyak. "Main (sebagai aktris -red) lebih senang, karena nggak mikirin di belakang layar yang duitnya balik atau nggak, promo gimana, penonton banyak atau nggak. Jadi main lebih fun," ungkapnya saat ditanya soal tingkat kesulitan menjadi aktris dan sutradara. Menurut Lola, tanggung jawab sebagai produser dan sutradara jauh lebih besar. Dibutuhkan mental yang kuat saat tiba-tiba uang sudah banyak dikeluarkan, namun yang menonton sedikit. Dan rupanya wanita kelahiran 30 Juli 1977 ini benar-benar tahu konsekuensi tersebut. Bagaimana tidak, jika tahun ini ia pun berani menggarap sebuah film lagi. Salut! Menjadi sutradara, diakui Lola, bukan karena ia sudah bosan terus-terusan jadi pemain. Masih ada saja tawaran yang masuk untuk membintangi sebuah film, namun tampaknya ia belum menemukan satu pun yang sesuai dengan pemikirannya. "Kalau nggak suka, nggak saya ambil. Tapi kalau ada yang bagus kenapa nggak? Kebetulan sekarang lagi have fun banget di belakang layar. Jadi, orang nggak tahu situasi kayak apa. Jadi lebih nyaman, nggak harus ngurusin badan. Ya sekarang just do way I'am," urainya. Wah! Rupanya ini yang bikin Lola terlihat lebih gendut sekarang dan berambut pendek. Ia pun mengakui bahwa saat di depan layar berat badan harus diatur, rambut pun harus lurus panjang. Ia pun merasa lebih nyaman sekarang, karena orang menilai karya, bukan fisiknya. "Lima kilogram (naik berat badannya -red). Jadi sekarang berat 53 dari 47," celetuknya sambil tertawa. "Sejak film TIGA TITIK sampai sekarang sudah setahun lebih, dan itu lima kilogram (naik berat badannya -red). Wong saya nggak ngapa-ngapain. Di kantor, syuting sih syuting, tapi nggak ada tuntutan di depan layar, jadi cuek aja. Nggak harus dandan, nggak harus cantik," imbuhnya. Perubahan fisik Lola memang bukan hanya pada berat badan saja. Sejak momen selamatan film NEGERI TANPA TELINGA di awal tahun ini, ia lebih sering tampil dengan rambut pendek. Setelah sempat memangkas rambutnya dengan model bob, kini pemenang Wajah Femina 1997 ini memilih potongan cepak.

Lola, saat syukuran film NEGERI TANPA TELINGA, awal tahun 2014 @ KapanLagi.com®/Agus ApriyantoLola, saat syukuran film NEGERI TANPA TELINGA, awal tahun 2014 @ KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
"Waktu itu rambut saya keriting, waktu main film terakhir. Tapi setelah keriting ternyata kering dan pecah-pecah. Makanya dihabiskan untuk disehatkan kembali. Padahal rambut asli saya lurus," terangnya.
Dengan rambut cepak, mau ke mana-mana, Lola tinggal pakai wax @ KapanLagi.com®/Budy SantosoDengan rambut cepak, mau ke mana-mana, Lola tinggal pakai wax @ KapanLagi.com®/Budy Santoso
Rambut pendek, bagi Lola lebih simple, sporty dan nyaman. Saat bangun tidur, mandi, keramas, ia tak perlu lagi ke salon untuk blow dan perawatan lain-lain yang biasanya menghabiskan waktu satu jam. "Jadi kalau sekarang, tidur bisa lebih lama, bisa siap-siap lebih cepat. Pakai wax aja, selesai," jelasnya singkat sambil tertawa. Yang jelas, dengan penampilan Lola sekarang ini, ia masih tetap menjadi pujaan para pecinta film Indonesia karena karya-karyanya yang berkualitas. Hal itu tentu lebih penting ketimbang undangan pemotretan ke sana ke mari seperti saat ia sering membintangi film dulu. Well, semoga terus menelurkan karya-karya apik, Mbak Lola! ;)

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/dis/dew)

Rekomendasi

Trending