FILM INDONESIA

Terkuak! Hannah Al Rashid Rupanya Sosok yang Tak Mudah Percaya Diri

Rabu, 22 Agustus 2018 11:35 Penulis: Mita Anandayu

Hannah Al Rashid (Credit: Kapanlagi.com/Muhammad Akrom Sukarya)

Kapanlagi.com - Hannah Al Rashid menjadi satu dari empat tokoh utama di film ARUNA DAN LIDAHNYA yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Ia memerankan karakter bernama Nadhezda, seorang food critic yang tengah berusaha menyelesaikan buku kuliner keduanya.

Dalam film, Nadhezda diceritakan sebagai wanita dari kalangan atas yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Namun hal tersebut berkebalikan dengan sosok Hannah di dunia nyata.

"Gue tuh nggak punya body confidence yang gimana gitu, sementara Nadhezda harus high class. Saat dia masuk ke sebuah ruangan, semua mata tertuju padanya. Kalau gue in real life menjauhi hal itu, jadi untuk dapat confident karakternya susah. Ada istilah fake it til you make it, jadi gue fake aja sampai dapat percaya diri," kata Hannah ditemui beberapa waktu lalu.

1. Pelajari Mendiang Anthony Bourdain

Untuk mendapatkan referensi karakter food critic, Hannah Al Rashid belajar dari sosok mendiang Anthony Bourdan. Pria tersebut dikenal sebagai koki selebriti serta penulis kenamaan asal Amerika.

"Untuk Nadhezda, main reference gue adalah Anthony Bourdain, karena film ARUNA DAN LIDAHNYA nggak hanya tentang makanan tapi juga conversation budaya, dan gue melihat Anthony sebagai sosok yang mencakup itu semua. Gue tonton semua acara dia karena sangat suka cara dia mengeksplorasi makanan dari berbagai negara," ujarnya.

2. Ubah Karakter

Untuk lebih hidupkan perannya, Hannah melakukan perubahan dalam karakter Nadhezda dari novel ke film. Perubahan tersebut mendapat persetujuan dari sang sutradara yakni Edwin karena dirasa masukan yang tepat.

"Setelah gue baca novelnya, bayangan seorang Nadhezda gue ubah dikit untuk filmnya. Karena pas baca novelnya, gue takut orang bakal lihat dia biasa aja karena dia dari kalangan yang elite, social class lebih tinggi, jadi nggak bisa narik simpati karena gaya orang kaya gitu-gitu aja," ucap Hannah.

"Gue men-translate Nadhezda menjadi karakter yang akan disukai semua orang, semua akan berempati sama dia. Walau dia orang kaya, dia mau duduk di warung tenda dan mau makan bakso pinggir jalan. Jiwanya menjadi sangat adventurous," lanjut wanita kelahiran Inggris 32 tahun lalu ini.

3. Jaga Berat Badan

Mengingat film tentang makanan, tentunya selama jalannya syuting Hannah dan tiga pemain lain seperti Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra dan Oka Antara banyak mencoba makanan dari kota-kota yang dijadikan lokasi seperti Madura, Surabaya, Singkawang dan Pontianak. Beruntung Hannah sejak awal sudah punya siasat jitu sehingga badannya tetap proporsional.

"Gue termasuk orang yang lucky di produksi film ini karena berat badan nggak naik. Karena dari awal udah tahu bakal banyak makan, jadi dijaga banget. Kayak misal hari ini mau makan ini, sengaja nggak sarapan alias nunggu makan pas take adegan. Alhamdulilah berat stabil," tandasnya.

(kpl/abs/mit)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING