FILM INDONESIA

Ulang Sejarah di FFI 2018, Mouly Surya Ngaku Deja Vu - Berat Bawa Piala Citra

Senin, 10 Desember 2018 16:30 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Mouly Surya - Marsha Timothy © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Nama Mouly Surya dikenal masyarakat luas sejak melakoni debut penyutradaraan dalam film FIKSI. Tidak hanya mendapatkan penghargaan sebagai sutradara terbaik di Festival Film Indonesia 2008, thriller yang dibintangi Ladya Cheryl itu juga menyabet predikat Skenario Asli Terbaik, Penata Musik Terbaik serta Film Terbaik.

Satu dekade kemudian, film teranyar Mouly bertajuk MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK meraih prestasi serupa. Bahkan dari 14 kategori, mampu memborong 10 nominasi. Hal ini membuatnya merasa deja vu serta mengilas balik kenangan sepuluh tahun lalu.

"Lucunya dulu pas pertama kali menang nggak ada speech di atas panggung, langsung kabur. Mungkin pada saat itu nggak ngarep buat masuk nominasi dan menang," kata Mouly usai menerima penghargaan di Teater Taman Ismail Marzuki, kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu malam (9/12/2018).

1. Penghargaan yang Bittersweet

Mouly Surya mengaku bangga atas apresiasi terhadap film MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK di ajang Festival Film Indonesia 2018. Namun di sisi lain ia merasa pahit karena ayahnya telah berpulang sehingga euforia kemenangan tak begitu terasa meledak-ledak.

"Dulu saya dapat Piala Citra untuk menyenangkan orangtua. Tapi sekarang ayah sudah tidak ada, jadi rasanya beda. Serasa bittersweet. Tapi kemenangan ini buat ayah saya," urai wanita berusia 38 tahun ini.

2. Berat Bawa Piala

Lebih lanjut Mouly Surya mengisahkan momen unik ketika mengambil Piala Citra di atas panggung. Ketika berjalan ternyata alas sepatunya lepas, hal ini serupa dengan pengalaman sepuluh tahun lalu.

"Sepuluh tahun lalu pas naik ke panggung alas sepatu lepas, sekarang lepas lagi. Ini beneran, rasanya kayak deja vu," ungkapnya.

Tidak hanya itu, saat menjalani sesi wawancara dan foto dengan para kru serta pemain, Mouly kedapatan menaruh Piala Citra yang dibawanya di lantai. Ia mengaku pialanya begitu berat. "Berat," ucapnya seraya tersenyum.


REKOMENDASI
TRENDING