FILM INTERNASIONAL

4 Rekomendasi Film Sedih Terbaik Sepanjang Masa dari Berbagai Negara, Siapin Tissue Sebelum Nonton!

Minggu, 07 Agustus 2022 09:08 Penulis: Editor KapanLagi.com

Profil film Ngeri-Ngeri Sedap (Credit foto: Youtube/Screenshoot)

Kapanlagi.com - Film yang bagus adalah film yang berhasil membuat penontonnya dapat mengekspresikan emosi mereka, baik itu tertawa, sedih, marah, jengkel atau bahkan sampai menangis sesenggukan. Apakah kalian termasuk orang yang suka nonton film yang menyisipkan unsur menyedihkan dan mengharukan di dalamnya?

Biasanya, film yang dapat membuat penontonnya menangis adalah film yang menceritakan sebuah tragedi dan kejadian menyedihkan lainnya. Tak hanya itu, film sedih juga biasanya bisa memberikan pesan secara tidak langsung kepada penontonnya.

Tidak jarang film-film sedih dapat membawa penontonnya masuk ke dalam suasana film tersebut dan ikut merasakan moment menyedihkan di film tersebut. Penasaran film apa saja yang dapat menguras air mata? Inilah 4 rekomendasi film sedih terbaik sepanjang masa dari berbagai negara yang wajib untuk kalian tonton.

1. Letters to God

LETTERS TO GOD adalah sebuah film barat bergenre drama keluarga rohani yang dirilis pada 9 April 2010 di Amerika Serikat yang dibintangi oleh Tanner Maguire, Jeffrey Johnson, Robyn Lively, Baile Madison, dan Michael Bolten, dengan pemain utamanya ialah Tanner Maguire yang menjadi sosok Tyler Doherty di film tersebut. 

Film ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki berusia 8 tahun yang mengidap penyakit serius. Ia didiagnosa penyakit kanker yang membuat hidupnya tidak bertahan lama lagi. 

Setiap hari Tyler harus mengonsumsi obat-obatan dan tidak jarang ia merasa kesakitan karena penyakit tersebut yang benar-benar sudah menggerogoti tubuhnya.

Tetapi, yang membedakan ia dengan anak lainnya ialah ia tetap tegar dalam menghadapi semuanya walaupun ia dalam keadaan sakit.  Keadaannya tidak membuat dia takut dan gentar, justru ia menjalani kehidupannya sehari-hari seperti anak-anak yang lain. 

Selain itu, Tyler juga selalu tekun berdoa kepada Tuhan dan wujud doanya ia tulis dalam bentuk surat dan selalu ia buat di kotak pos surat. 

Di akhir film, Tyler harus menghembuskan nafas terakhir di rumahnya dan disaksikan oleh ibu, kakak, nenek, dan temannya. Perjuangan dan semangatnya dalam melawan penyakit tersebutlah yang membuat para penonton terharu dan meneteskan air mata ketika menyaksikan Tyler yang harus menghembusan nafas terahir di akhir cerita. 

Namun, surat-surat yang telah ditulis oleh Tyler disebarluaskan di berbagai media massa dan menjadi motivasi dan kekuatan bagi mereka yang sama-sama mengidap penyakit kanker.

2. Train to Busan

TRAIN TO BUSAN adalah film yang berasal dari Korea, karya Yeon Sang-ho dan sudah dirilis sejak tahun 2016. Film ini dibintangi oleh Gung-Yoo yang berperan sebagai Seok-Woo, Kim Su-an sebagai Soo-AN, Jung Yu Mi sebagai Sung gyeong, Ma Dong-seok sebagai Sang-Hwa, dan artis-artis lainnya. Film ini juga berhasil mencetak rekor dan banyak mendapat apresiasi dari para penontonnya. Tidak heran, film ini menjadi film terbaik sepanjang masa.

Film TRAIN TO BUSAN memang terkesan menegangkan, tetapi ada banyak orang yang tidak menyadari bahwa film ini juga memiliki cerita yang sangat menyedihkan di akhir ceritanya. 

Film ini menceritakan tentang wabah zombie yang terjadi di Korea Selatan dan melibatkan banyak orang yang terinfeksi oleh virus zombie tersebut. Film ini menceritakan tentang mereka yang terjebak di dalam kereta menuju Busan karena tragedi tersebut. Mereka harus berjuang bertahan hidup dan melindungi keluarga mereka dari penyebaran virus tersebut. 

Dari tragedi itu, hanya ada 3 orang yang selamat dari wabah virus zombie tersebut, yaitu Sung Gyeong, Seok-Woo dan anaknya Soo-An. Namun, di akhir cerita, adegan yang sangat menyedihkan pun terjadi, dimana Seok-Woo harus berpisah dengan anaknya karena ia pun ikut terinfeksi oleh wabah tersebut. Dalam adegan ini, Seo-Woo sebelum menjatuhkan diri dan dari kereta tersebut dan menjadi zombie, ia mengingat kenangan-kenangan yang indah bersama anaknya, sedangkan anaknya hanya bisa menangis sekuat-kuatnya. 

Gimana, dari baca sinopsisnya aja udah bikin sedih, bukan?

3. Ngeri-Ngeri Sedap

Film Ngeri-Ngeri Sedap adalah film yang disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk dan dibintangi oleh Tika Panggabean sebagai Mak Domu, Arswendi Nasution sebagai Pak Domu, Gita Bhebhita sebagai Sarma, Bori Bokir Manullang sebagai Domu, dan artis-artis lainnya.

Film ini bercerita tentang keluarga yang berlatar belakang suku Batak dan sepasang suami istri yang memiliki 3 anak laki-laki yang sedang merantau. Pasangan ini merindukan anak-anaknya dan ingin anaknya untuk pulang kampung. 

Tetapi, ke 3 anak mereka tersebut selalu menolak untuk pulang kampung karena adanya pekerjaan masing-masing, ditambah dengan hubungan mereka dengan Pak Domu yang kurang baik.

Dalam hal itu, Pak Domu dan Istrinya menyusun sebuah rencana yaitu pura-pura bertengkar dengan hebat, bahkan mau bercerai supaya hal itu mendapat perhatian anak-anaknya dan mereka bisa pulang kampung. 

Rencana mereka memang berhasil, tetapi hal itu tidak menyelesaikan masalah dalam hubungan mereka, justru membuat keluarga mereka menjadi terpecah. 

Walaupun film ini banyak menyisipkan unsur-unsur komedi dan hal-hal lucu, tetapi bukan berarti film ini adalah sebuah film komedi. Unsur komedi yang ada hanya untuk menjadi sarana saja buat penonton supaya dapat terbawa suasana dan emosi melalui ceritanya. 

Film ini menjadi film sedih yang wajib kamu tonton karena film ini mengungkapkan tentang keresahan anak-anak rantau yang masih sangat terikat oleh adat dan budaya yang masih kental, ditambah dengan pemikiran dan pendapat orang tua yang mungkin masih berbeda.

4. Hachiko

Mungkin sudah banyak yang tau tentang HACHIKO karena film ini sangat populer. Film ini diangkat dari sebuah kisah nyata tentang seekor anjing yang bernama Hachiko dengan majikannya di jepang. 

Dalam film ini, diceritakan bahwa Hachiko adalah anjing yang sangat setia kepada tuannya. Ia selalu menunggu tuannya di stasiun kereta sampai tuannya pulang kerja.

Sampai pada akhirnya, Hachiko tetap menunggu tuannya di stasiun kereta tersebut walaupun tuannya sudah tiada. Hachiko tetap menunggu tuannya hingga sembilan tahun berikutnya, sampai pada akhirnya ia juga mati di stasiun tersebut pada bulan Maret 1935.

Untuk mengenang dan menghargai kesetiannya, patung Hachiko dibuat di luar Stasiun Shibuya, Tokyo, dimana ia selalu menunggu tuannya pulang kerja. Patung Hachiko juga dibuat dari perunggu.

(kpl/mag)

REKOMENDASI
TRENDING