MovieTalk BLACK PANTHER WAKANDA FOREVER, Memproses Duka Menjadi Nyawa Cerita

Jum'at, 11 November 2022 16:41 Penulis: Mahardi Eka Putra
MovieTalk BLACK PANTHER WAKANDA FOREVER, Memproses Duka Menjadi Nyawa Cerita Namor - Black Panther - Ratu Ramonda dari WAKANDA FOREVER. (Foto: Marvel Studios)

Kapanlagi.com - T'challa (Chadwick Boseman) dikisahkan meninggal dalam WAKANDA FOREVER. Tidak hanya menyisakan duka bagi setiap orang terdekat dan juga rakyatnya, kematiannya juga membuat Wakanda rentan diserang pihak luar. Terlihat dalam beberapa trailer resminya, Ramonda (Angela Basset) blak-blakan menyebut negara-negara lain sedang kasak-kusuk bersiap merebut aset berharga Wakanda, vibranium. 

Namun, tampaknya ancaman terbesar bukanlah negara-negara yang haus kekayaan tersebut. Ancaman terbesar justru datang dari bangsa Talocan di bawah pimpinan Namor (Tenoch Huerta). Bangsa ini hidup di dalam air, berkulit biru, dan punya kekuatan fisik melebihi manusia biasa. 

Begitulah alur cerita yang secara resmi dibocorkan kepada penonton lewat teaser dan trailer. Di tangan duo penulis skenario Ryan Coogler (merangkap sutradara) dan Joe Robert Cole, kematian Chadwick Boseman menjadi inspirasi utama untuk cerita dalam WAKANDA FOREVER. Bagi Ryan, kematian Chadwick sangatlah mengejutkan dirinya serta cast dan kru BLACK PANTHER. 

"Kami semua berproses, itulah yang kami alami bersama. Perasaan duka dan kehilangan. Namun, di balik itu, rasanya menenangkan ketika aku tidak harus melakukannya seorang diri. Kami akhirnya bisa membangun rasa berkomunitas dalam diri kami. Termasuk di antaranya menyambut anggota baru, para aktor yang memerankan Namor dan warga Talokan. Ini bagus dan aku merasa bersyukur karenanya," tutur Ryan dalam konferensi pers global beberapa waktu lalu. 

Tenoch Huerta (pemeran Namor) dan cast pemeran Talokan lainnya juga diajak untuk berkumpul bersama di rumah Chadwick sebelum hari pertama syuting untuk meresapi betapa kehilangannya para kru dan cast atas meninggalnya Chadwick. 

Kematian T'Challa adalah bentuk penyesuaian cerita karena meninggalnya Chadwick, sang aktor. (Foto: Marvel Studios)Kematian T'Challa adalah bentuk penyesuaian cerita karena meninggalnya Chadwick, sang aktor. (Foto: Marvel Studios)

Dari kacamata produser Kevin Feige pun, kabar meninggalnya Chadwick bak petir di siang bolong. Akan tetapi ia bersama Ryan serta Nate Moore, mengawal produksi film ini di tengah duka yang mereka alami bersama. 

"Masih teringat saat itu rasa shock kami berubah menjadi, 'Lantas apa yang bakal kita lakukan?' Hingga akhirnya kami memutuskan bahwa dunia dalam film yang mengagumkan dengan segala tokoh hebat di dalamnya ini perlu dilanjutkan,'" ungkapnya. 

Film yang semula direncanakan akan menyertakan kata Namor di judul ini langsung dirombak oleh Ryan. Padahal ia sudah mempersiapkan selama setahun. Kevin Feige menyakinkan bahwa film kedua ini adalah curahan Ryan Coogler atas pengalamannya mengerjakan film pertama dan kenangan atas Chadwick. 

"Ia mencurahkan segala pengalamannya membuat film yang pertama pada film ini. Dan ketika Chad meninggal, ia (Ryan) juga menuangkannya dalam film ini. Kami merayakan Wakanda dan setiap tokohnya. Ditambah lagi dengan kedukaan yang terjadi di dalamnya. 

Maka terwujudlah cerita dengan menonjolkan tokoh-tokoh perempuan Wakanda seperti Ratu Ramonda (Angela Basset), Shuri (Leticia Wright), Nakia (Lupita Nyongo), dan Okoye (Danai Gurira). Tidak hanya menonjolkan para perempuan sebagai tokoh sentral, sejatinya Ryan berniat untuk fokus pada siapa saja yang paling besar terdampak dengan kematian T'Challa. 

"Jika kematian T'Challa ibarat bom yang meledak. Siapa yang paling terdampak? Dari situlah kami mengeksplorasi ceritanya. Munculah para tokoh utama, para perempuan di sekitar T'Challa ini. Shuri yang kehilangan kakak, sosok yang setiap hari bersama. Itulah yang terasa ketika menulis ceritanya, rasa kami kehilangan Chadwick," papar Ryan. 

Shuri berduka karena kehilangan T'Challa (Foto: marvel studios)Shuri berduka karena kehilangan T'Challa (Foto: marvel studios)


Letitia Wright, pemeran Shuri menceritakan bagaimana dirinya serta perannay sebagai Shuri sejalan dalam memroses duka yang dialami. Dalam WAKANDA FOREVER ini, Shuri mendapat peran penting. 

"Tokoh yang kami perankan semua berubah di film kedua ini. Tokoh Shuri misalnya, ketika di film pertama dia begitu ceria, terlindungi oleh keluarga dan cinta. Dia begitu bangga dengan kakaknya yang menjadi penerus ayahnya. Sementara dia hanya ingin meneliti dan menciptakan sesuatu. Dia didukung penuh untuk jadi ilmuwan di Wakanda. Lantas bagaimana ketika kemudian ia hancur hatinya? Karena kehilangan sosok kakaknya?" tutur Letitia. 

Berbeda juga dengan apa yang didalami oleh Lupita Nyongo sebagai Nakia. Ia yang hadir sebagai love interest T'Challa menempuh proses uang berbeda. "Kami banyak mengeksplorasi rasa duka. Bersyukur banget bisa memerankan sosok yang membumi, dia menerima perubahan. Di samping itu ia juga kekasih T'Challa. Ini membuat penonton memahami bahwa kehilangan itu harus diterima. Ini tidak apa-apa," ungkap Lupita. 

Memerankan Nakia juga menjadi obat bagi Lupita untuk memroses dukanya kehilanagn sosok Chadwick. "AKu jadi melihat kembali rasa kehilanganku akan Chadwick. Aku belajar dari Nakia. Aku belajar bijak darinya. Aku sungguh bersyukur padamu Ryan (karena menulis kisah Nakia)," tambahnya. 

Masing-masing cast punya cara sendiri dalam memroses rasa dukanya. Seperti Danai Gurira (pemeran Okoye) misalnya, ia akan datang ke tempat syuting meski bukan giliran diambil gambarnya. Ia hadir sebagai keluarga yang siap jadi tempat curhat kalau-kalau para cast teringat akan Chadwick dan ingin bercerita. 

Nakia hadir menjadi keluarga yang diperlukan dalam film ini. Nakia hadir menjadi keluarga yang diperlukan dalam film ini.

BLACK PANTHER WAKANDA FOREVER tayang di bioskop Indonesia per 9 November 2022. Film penutup Fase 4 Marvel Cinematic Universe ini menyajikan banyak easter egg untuk fans Marvel terkait masa depan cerita di MCU. 

 

(kpl/dka)

REKOMENDASI
TRENDING