Review COLONY: Teror Zombie Lebih Mengancam dan Berevolusi

Poster film Colony/Instagram.com/Showbox.movie
Kapanlagi.com - Di antara film-film zombie yang sudah ada, COLONY ternyata mampu menghadirkan kejutan yang tak biasa. Sutradara Yeon Sang-ho kembali dengan genre andalannya, thriller zombie, yang bukan hanya penuh ketegangan tapi juga kali ini para mayat hidup "diupgrade" menjadi jauh lebih mengerikan.
Setelah sepuluh tahun lalu mengguncang dunia lewat Train to Busan, sutradara sekaligus penulis naskah film COLONY itu menyajikan cerita dengan premis sederhana namun eksekusi yang terbilang baik.
Advertisement
1. Premis Sederhana Justru Picu Adrenalin

Cerita berpusat pada Kwon Se-jeong (Jun Ji-hyun/Gianna Jun), seorang profesor bioteknologi yang terjebak di dalam gedung konferensi ketika ada serangan bioteror virus yang mematikan. Situasi semakin buruk ketika para korban yang terinfeksi berubah menjadi makhluk ganas, sementara gedung langsung dikarantina dan seluruh penghuni terperangkap di dalamnya. Ia harus mencari cara untuk keluar dari teror bersama beberapa orang lainnya.
Premisnya mungkin sederhana, tapi COLONY berhasil menunjukkan warna sendiri dibanding film-film zombie yang lainnya. Bahkan tak memberi celah untuk merasa tenang sepanjang durasi 2 jam 2 menit.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Fokus pada Evolusi Zombie

Kengerian memuncak ketika para zombie tak hanya menyerang secara buas dan agresif, tapi juga bisa belajar hal baru, berpikir, dan berbagi informasi. Ide "hive mind" atau kecerdasan kolektif disematkan pada zombie seakan mereka mesin AI yang bisa dilatih hingga pintar. Ruang-ruang sempit, lorong gelap, dan suasana karantina semakin menaikkan adrenalin sehingga membuat penonton terus waspada.
Akting para aktor berpengalaman seperti Koo Kyo-hwan, Ji Chang-wook, Shin Hyun-been, Kim Shin-rok dan Go Soo menambah intensitas film yang apik. Kekuatan terbesar film ini memang terletak pada konsep zombienya. Adegan kejar-kejaran dan serangan zombie sukses membuat jantung deg-degan di sepanjang film.
3. Kurangnya Sisi Drama

Sayangnya, Colony lebih fokus pada evolusi serangan zombie daripada pengembangan kisah setiap karakternya, sehingga kurang ada kedalaman emosi dan sisi dramanya. Yeon Sang-ho sepertinya memang lebih menyoroti bagaimana para zombie bisa berevolusi dan beradaptasi sehingga menjadi lebih mengancam dan berbahaya, ketimbang fokus pada latar kisah setiap karakter yang umumnya mampu mengaduk perasaan.
4. Rating 9/10

Jika dirating dengan angka, bisa dibilang Colony menjadi film zombie yang sangat layak ditonton, karena tetap memberikan kejutan dan aksi intens yang mengesankan dalam konsep zombie. Premis yang sederhana tak kemudian menjadi eksekusi yang biasa saja untuk film ini. Dari sisi penyutradaraan, Yeon Sang-ho juga masih menunjukkan kemampuannya dalam membangun ketegangan.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/fbi)
Advertisement















































