FILM INTERNASIONAL

Yayan Ruhian Kuak 3 Hal Yang Bikin Warga Indonesia Bangga Saat Nonton 'JOHN WICK 3'

Rabu, 15 Mei 2019 07:50 Penulis: Rahmi Safitri

Yayan Ruhian dan Keanu Reeves © Istimewa

Kapanlagi.com - Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman membintangi film JOHN WICK 3: PARABELLUM. Keduanya diplot sebagai pembunuh bayaran yang ingin habisi nyawa John Wick (diperankan Keanu Reeves) demi hadiah sebesar 14 juta dolar.

Keterlibatan Yayan dan Cecep dalam proyek film Hollywood kali ini diakui sangat membanggakan. Ia bahkan meyakini masyarakat Indonesia juga akan ikut bangga begitu menyaksikan filmnya di bioskop.

"Pastinya kita secara pribadi sangat senang dan bangga atas keterlibatan di JOHN WICK 3, mudah-mudahan menjadi kebanggaan masyarakat silat khususnya, dan ada hal lain yang saya rasa kalau masyarakat Indonesia tidak bangga, waduh, kayaknya bisa dipertanyakan KTP-nya Indonesia atau bukan," ucap Yayan ditemui saat hadiri press screening JOHN WICK 3: PARABELLUM di Plaza Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

 

1. Tiga Hal

Yayan Ruhian lantas mengungkap tiga hal membanggakan yang dirinya dan Cecep Arif Rahman sajikan dalam film action thriller besutan Chad Stahelski ini. Pertama tentu saja pencak silat yang jurusnya memadukan banyak aliran, pengenalan senjata khas Indonesia, serta penggunaan bahasa ibu dalam dialog.

"Di film ini, seperti film kami sebelumnya, kami bisa memperkenalkan silat sebagai budaya kita. Tapi ada kebanggaan lain buat saya, buat kami sebagai pesilat karena memperkenalkan senjata khas yakni karambit. Lalu saya sebagai warga Indonesia juga bangga karena bahasa kami dipakai. Mudah-mudahan rasa itu juga dirasakan warga negara yang merasa warga Indonesia," jelasnya.

2. Permintaan Spontan

Lebih lanjut penggunaan dialog bahasa Indonesia dikatakan atas permintaan sutradara serta Keanu Reeves. Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman lalu dimintai saran dialog seperti apa yang cocok jika harus beradegan kelahi.

"(Dialog berbahasa Indonesia) dari director dan Keanu sendiri yang minta. Awalnya nggak ada rencana dialog seperti itu, tapi di sela-sela fighting ada ritme, ada jeda, mereka mungkin melihat momen itu bisa dimasukkan dialog. Kemudian dilihat dari structure choreo dengan teknik yang kita punya dan sharing, mereka bertanya dialog seperti apa yang bisa dipakai dengan bahasa Indonesia," tandas Yayan.


REKOMENDASI
TRENDING