Artika Sari: RUU APP Akan Jadi Pembatas Ekspresi Berkesenian
Kapanlagi.com - Rupanya RUU APP masih menjadi bahan kontroversi yang hangat di tengah masyarakat. Terutama dikalangan pekerja seni. Untuk menunjukan penolakan terhadap RUU APP, siang ini (22/4) mereka kembali turun ke jalan. Mereka berjalan kaki dari silang monas menuju ke bundaran HI. Nampak aktris Artika Sari Dewi, sutradara kondang Garin Nugroho, Putri Indonesia Nadine Chandrawinata dan ikon pornografi pornoaksi, Inul Daratista serta banyak lagi yang lain.
”Sebenarnya masih banyak isu yang lebih besar dari RUU APP ini. Masih banyak masalah kekerasan perempuan yang lebih penting untuk diangkat,” ujar Artika disela-sela pawai. Menurutnya RUU APP ini hanya akan menjadi pembatas ekspresi untuk berkesenian. Apa yang terjadi sekarang ini, katanya, hanya semacam bentuk pengingkaran terhadap keberagaman yang ada di Nusantara. Dan tentu saja hal semacam ini juga menjadi batas bagi diri pribadinya. Terutama saat ini Artika berkeinginan memperjuangkan agar Putri Indonesia bisa secara legal ikut Miss Universe.
Sementara sutradara film REQUIEM FROM JAVA yang sempat kontroversial, Garin Nugroho, mengatakan bahwa perbedaaan adalah sesuatu yang wajar dan jangan takut terhadap perbedaan. ”Sesuatu yang ekstrem akan melahirkan ekstremitas. Dari yang kuat ke yang lemah. Dari yang kuasa kepada yang tak berdaya. Itu hal yang wajar, yang terpenting jangan keluar dari falsafah bangsa kita. RUU ini muncul diberbagai dan ditengah krisis sepertinya mencari jalan pintas yang bertentangan dengan falsafah bangsa,” papar Garin panjang.
Bagi Garin, falsafah bangsa mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari UU dan sosiologi itu sendiri. Makanya penyerbuan dan kekerasan harus ditentang. ”Kita dukung gerakan ini. Dan saatnya kebangkitan dimulai,” tegasnya.
Advertisement
Mengenai pro-kontra RUU APP yang menjurus ke pribadi Inul Daratista, dinilai Garin masih dalam taraf wajar. ”Sangat wajar dalam setiap pertempuran muncul ikon yang mewakili sesuatu, yang terpenting pemecahannya pada falsafah bangsa karena itulah kekayaan bangsa kita”.
Di sisi lain Putri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata, lebih cenderung berhati-hati untuk berkomentar. Baginya partisipasi yamg dilakukannya merupakan bentuk apresiasi untuk mempertahankan derajat perempuan yang sepertinya dijadikan kambing hitam dalam rusaknya moral bangsa.
(kl/wwn/dar)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ciptakan Lagu 'Permainan Cintamu' untuk Rani Zamala
-
Dangdut Academy Mila DA7 dan Valen DA7, Tampil Kompak Ala Barbie & Ken di DA8
