CLOSE

Ayah Dinar Candy Ikut Pantau Lomba Ngaji Online, Komentarnya Pedas soal Tajwid!

Ayah Dinar Candy Ikut Pantau Lomba Ngaji Online, Komentarnya Pedas soal Tajwid!
Ayah Dinar Candy (cr:instagram.com/haji_acepcandy)

Kapanlagi.com - Inisiatif Dinar Candy menggelar lomba mengaji online di bulan Ramadan ternyata mendapat perhatian khusus dari sang ayah, Acep Ginayah Sobiri. Seperti diketahui, ayah Dinar Candy merupakan seorang guru ngaji yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren selama belasan tahun. Kehadiran sang ayah dalam memantau lomba ini memberikan warna tersendiri.

Dinar menceritakan momen lucu ketika ayahnya ikut bergabung dalam siaran langsung untuk menyimak bacaan para peserta. Dengan bekal ilmu agama yang mumpuni, sang ayah tak segan memberikan kritik tajam terkait makhraj dan tajwid para peserta lomba.

"Kemarin Bapak sempet... dia kan lagi di Jakarta, terus sempet kemarin masuk ke live aku. Dia agak pedes, karena dia kan pesantrennya tuh 14 tahun, jadi dia ngerti kayak makhraj, ihfa, idgham. 'Wah ini mah kurang! Tajwidnya ini mah kurang!' (tertawa)," cerita Dinar Candy saat ditemui di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (02/03/2026).

Akses artikel seputar Dinar Candy di Liputan6.com.

1. Komentar Pedas Ayah Dinar

Latar belakang sang ayah yang perfeksionis dalam hal bacaan Al-Qur'an sempat membuat Dinar khawatir. Ia takut komentar pedas ayahnya akan membuat para peserta, terutama ibu-ibu yang baru belajar, menjadi down atau "kena mental". Oleh karena itu, Dinar berusaha menengahi dan memberikan pengertian kepada ayahnya.

"Bilang ke peserta itu, 'Suruh belajar lagi lah,' katanya gitu. Kata aku, 'Bapak, sabar-sabar Pak, ini niatnya itu mau berbagi'. Kalau yang bagus kita tandain ini bagus banget, ini bagus aja, ini VIP, gitu aku tandain," jelas Dinar.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Lomba Ngaji Dinar Terbuka untuk Umum

Dinar menegaskan bahwa lomba ini bersifat inklusif dan terbuka untuk umum tanpa memandang latar belakang profesi. Siapapun boleh ikut, mulai dari tukang parkir, pedagang, hingga marbot masjid. Dinar ingin semua orang merasakan kebahagiaan dan keberkahan di bulan Ramadan melalui ajang ini.

"Karena Kak Dinar nggak milih, semua siapa aja boleh ikut. Mau tukang parkir, mau marbot, semua naik. Jadi masalah makharijul huruf ya random, orangnya kan random-random," tambahnya.

3. Suara Ngaji Melyan Curi Perhatian Dinar

Salah satu peserta bernama Melyan, seorang qoriah yang suaranya berhasil membuat Dinar merinding, juga membenarkan keberagaman peserta lomba tersebut. Ia melihat sendiri bagaimana antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengikuti lomba ngaji yang diadakan Dinar.

Dinar berharap kegiatan positif ini bisa menjadi ladang pahala baginya dan bermanfaat bagi banyak orang. Ia berkomitmen untuk terus berbagi rezeki, baik berupa hadiah umroh maupun THR Lebaran, kepada para peserta yang telah berpartisipasi dengan tulus.

"Ada yang lagi jualan, ada yang sambil di dapur, di dalam masjid. Jadi banyak banget," timpal Melyan.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

Rekomendasi

Trending