Bicara Jadi Lokal Hero, Bayu Skak: Jangan Malu Buktikan Kalian Bisa!

Sabtu, 28 April 2018 17:10 Penulis: Galuh Esti Nugraini
Bicara Jadi Lokal Hero, Bayu Skak: Jangan Malu Buktikan Kalian Bisa! Bayu Skak © 2018 www.thenextdev.id/Zaki M

Kapanlagi.com - Acara iDEAX x The NextDev 2018 dibuka dengan sambutan Ben Soebijakto. Dalam sambutannya, ia pun mengapresiasi para peserta yang telah hadir. Ben pun percaya banyak anak-anak Surabaya yang sangat kreatif.

Ia pun berharap anak-anak kreatif ini dapat memberikan dampak yang baik di bidang digital khususnya. Tak hanya menjadi kreatif, namun juga harus berani menjadi lokal. Maka dari itu Ben pun menantang para peserta untuk lebih menunjukkan sisi kedaerahan yang ada.

Sama seperti pembicara dalam sesi conference ini, Bayu Skak. Ia pun dikenal dengan komika yang menunjukkan sisi kedaerahan yang ia miliki. Ia pun tak malu menunjukkan sisi lokalnya.

Bayu Skak pun sukses membuat iDEAX x The NextDev 2018 semarak. Ia pun menceritakan awal perjalannya menjadi content creator. Ia mulai berkecimpung sebagai YouTuber sejak tahun 2010. Dari situ ia pun mulai mengasah ide-ide menariknya.

Bayu mulai berpikir apa yang menarik dari dalam dirinya. Tentu menjadi YouTuber ia harus mencari hal yang menarik agar diingat dan subscribe bertambah. Akhirnya ia pun menemukan hal tersebut, yaitu sebuah kesederhanaan.

Ditambah lagi sisi kedaerahannya yang kental, dari situlah namanya diingat. Ia ingin menyajikan sebuah konten yang berbeda. Meski begitu ia tetap akan menyertakan subtitle untuk setiap videonya agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmatinya. Sisi kedaerahan memang bagus untuk mengangkat keharmonisan lapisan masyarakat.

"Kan bagus kalau nanti ada yang bikin konten dengan Bahasa Kalimantan, Bahasa Aceh, atau bahasa mana saja. Kan bisa sambil belajar budaya jadi bisa harmonis," ucap Bayu Skak.

"Jadi local hero itu nggak papa, bikin konten semaksimal mungkin, jangan malu malu, dan buktikan kalian bisa," lanjutnya.

Dari situ ia pun terus mengasah kemampuannya. Hingga akhirnya ia melebarkan sayap untuk terjun ke dunia perfilman. Naskah pertamanya yang menceritakan tentang penculikan, pernah ditolak untuk di filmkan.

Hingga pada akhirnya ia pun mencoba mencari ide cerita lain. Kemudian Bayu Skak terpikir untuk membuat cerita yang menonjolkan sisi kedaerahan. Namun nyatanya masih saja banyak PH yang menolak ide tersebut karena menggunakan Bahasa Jawa.

Ia pun tak menyerah, akhirnya film tersebut dapat di filmkan. Siapa sangka film pertamanya pun sukses di pasaran. Film YOWES BEN seakan menjadi angin segar di dunia perfilman tanah air. Sebuah film yang kental akan budaya bahasanya.

(kpl/gen)


REKOMENDASI
TRENDING