Buka Bisnis Baru, Luna Maya Ancang-Ancang Ingin Jadi Pebisnis?

Buka Bisnis Baru, Luna Maya Ancang-Ancang Ingin Jadi Pebisnis?
Luna Maya © Kapanlagi/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Luna Maya rupanya tak hanya sukses menjadi seorang aktris. Dirinya pun juga sukses menjadi seorang businesswoman. Lantas, apakah ini sinyal bagi dirinya untuk beralih menjadi seorang pebisnis?

"Sebenernya dari dulu ya. Cuma mungkin karena memang frekuensi pekerjaan saya udah gak kayak dulu. Dalam artian dulu kayak punya banyak acara tv. Sekarang kan udah lebih fokus ke film aja. Ke acara-acara yang waktunya lebih fleksibel. Film memang kadang kita ke blok selama 2-3 bulan tapi setelah itu kan agak leluasa gitu. Tapi lebih seneng kayak begini sih. Ya memang dari dulu kan sebenarnya gak terlalu banci tampil ya. Jadi agak tenang sih," ungkapnya.

"Jadi kan kadang-kadang kayak gini bisa mikir ya, dan bisa atur meeting. Coba something new. Bikin apa ya. Tapi kayak misalkan kayak iklan masih bintang tamu masih. Cuma ya kemarin lagi sibuk film. Jadi empat bulan kemarin aku fokus di film dari reading workshop film syuting. Makanya sekarang baru bisa bikin acara karena kemarin teroccupied waktunya," tambahnya.

1. Cara Hadapi Persaingan Ketat?

Lantas, bagaimana cara Luna menghadapi persaingan yang semakin ketat? Rupanya dirinya bermain dengan kualitas yang bagus ketimbang kuantitas.

"Ya mau persaingan itu dari sesama teman artis, ataupun yang bukan itu tetap ada sih banyak banget. Ya kita coba menghadirkan quality yang bagus aja. Dalam artian apa yang kita bayar itu ternyata value of moneynya ada. Ternyata pas lah rasa harga itu kan semua harus kita pikirin," ucapnya.

"Bukan karena oh mentang-mentang artis ternyata pas rasain biasa aja. Tapi kita harus arrange harganya berapa yang sewajarnya dan sepadan kita bisa kasih. Jadi kita selalu berusaha ya. Mungkin kualitas rasa juga kasih yg terbaik. Harga juga aku rasa 23 ribu oke lah ya," tutupnya.

2. Tanggapan Konsumen Cukup Beragam

Luna Maya © Kapanlagi/Bayu Herdianto

Luna Maya melebarkan sayapnya sebagai seorang pengusaha kuliner. Dirinya membuka Waluma, bisnis kuliner rice bowl yang baru saja diresmikannya di daerah Pejaten, Jakarta Selatan.

Tanggapan konsumen tentang bisnis kuliner barunya ini pun cukup beragam. Ada yang komplain terlalu pedas, tapi so far tanggapan yang hadir bernada positif.

"So far tanggapan semua suka, pada complainnya kepedasan ya itu tujuannya, ada yang bilang sambel matahnya pedas banget ya itu tujuannya," ungkapnya.

3. Rutin Food Test Selama Sebulan

"Konsepnya kan nusantara ya jadi masakan Indonesia, kadang kalau di kantor mikir makan siang yang cepat apa sih kenapa enggak bikin rice bowl ala jepang kenapa gak bikin rice bowl masakan indonesia," tambahnya.

Dikatakan jika Luna sampai harus rutin melakukan food test selama sebulan. Dari situ ditemukan komposisi yang pas untuk lidah orang Indonesia, yang akhirnya diproduksi menjadi seperti sekarang.

"Food taste kita sebulan, coba beberapa kali pas dia bilang oke yaudah kita bikin. Kita kasih sample ke beberapa orang sampai ketemu yang seperti dijual. Resep kita cari-cari," tutupnya.

(kpl/pur/frs)

Rekomendasi

Trending