SELEBRITI

Cerita Roy Marten Pertama Kenal Rima Melati: Dia Sudah Besar Saya Masih Gelandangan, Tapi Saya Diterima

Sabtu, 25 Juni 2022 12:12

Roy Marten kenang Rima Melati © KapanLagi.com/Deki Prayoga

Kapanlagi.com - Aktor senior Roy Marten menjadi salah satu orang yang kehilangan sosok panutan, yakni mendiang Rima Melati. Bagaimana tidak, ayah Gading Marten itu memulai karir sebagai artis di bawah bimbingan Rima Melati.

"Bagi saya Rima, ketika saya baru dateng dari kampung ke Jakarta merantau, kepingin main film tapi belum tau jalannya. Dan saya ikut fashion show pada saat itu," ucap Roy Marten saat ditemui di Rumah Duka Sentosa, RSPAD, Jakarta Pusat, Jumat (24/6).

"Ketika saya ikut bergabung dengan tangki, menjadi anak buah Rima Melati, maminya dulu yang namanya Non dengan IMA (Indonesia Model Agency) itu dia sudah menjadi bintang begitu besar, saya masih figuran masih gelandangan, tapi beliau terima kita dengan seadanya. Tanpa ada sekat, tanpa ada kesombongan dan dia terima kita apa adanya," papar Roy Marten.

1. Inspirasi Semua Orang

Dari situ, Roy Marten banyak memetik ilmu dari Rima Melati, bahwa jika nanti menjadi bintang besar, jangan sombong dan tak usah ada jarak dengan orang lain, apalagi yang baru terjun ke dunia seni.

"Dari situ saya menarik pelajarannya bahwa Rima adalah inspirasi buat semuanya," kata Roy Marten.

2. Sempat Bertemu Saat Masih Sehat

Roy Marten sendiri mengaku terakhir bertemu dengan Rima Melati masih dalam keadaan sehat. Saat itu pandemi Covid-19 belum mewabah di Indonesia.

"(Pertama tahu Rima Melati sakit) ya diumumkan di grup grup, diumumkan bahwa rima sedang sakit, membaik, lalu masuk icu kami semua juga berdoa, dia keluar lagi," ujar Roy Marten.

"Akhirnya dia kembali ke tempat di mana tak ada kesedihan dan kesakitan. Dia sudah ditempatkan damai," tutup Roy Marten.

3. Kondisi Kesehatan Menurun

Anak Rima Melati, Aditya Tumbuan, mengatakan ibunya memang sudah lama mengalami penurunan kesehatan. Bahkan, sebelum dinyatakan meninggal dunia, pemain film AKU BENCI KAMU itu sudah menjalani dua kali perawatan di rumah sakit berbeda.

"Pertama kali masuk, ibu Rima terkena infeksi dari luka bagian belakang, punggung belakang. Infeksi tersebut membuat ibu demam tinggi. Lalu kita bawa ke RS, langsung ke ICU, di sana dirawat kira-kira dua minggu," kata Aditya Tumbuan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (23/6) malam.

4. Infeksi Merambat ke Organ Vital

Dari luka yang dialami Rima Melati rupanya mengakibatkan munculnya beberapa penyakit lain di bagian organ vitalnya. Dari situ, kesehatan Rima Melati semakin menurun sehingga harus dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sejak 7 Juni 2022 lalu.

"Ternyata ada infeksi lain yang istilahnya merambat dari infeksi pertama yaitu paru. Parunya mulai kerendem air, harus disedot. Dari situ berturut-turut menjalar ke ginjal. Dan dari situ ibu harus dilakukan cuci darah selama di RSPAD ini sudah dilakukan 7 kali. Hasilnya memang membuat ibu stabil, tapi kadang memang usia yang membuat ibu itu seperti berjuang. Jadi, stabil tapi kadang-kadang juga drop," kata Aditya.

5. Sudah Ikhlas Melepaskan Kepergian Ibunda

Sebagai anak, Aditya mengaku ikhlas atas berpulangnya ibunda. Aditya beruntung bisa mendampingi sang bunda di detik-detik terakhir sang bunda pergi untuk selamanya.

"Hari ini, saya menemani ibu sebelum dia mengembuskan napas terakhir, saya berada di sisi ibu. Kita semua harus mengikhlaskan, harus tegar dan saya, khususnya saya dan istri percaya, kehidupan yang di sana jauh lebih baik daripada di sini dan Tuhan lebih sayang ibu daripada ketika masih di sini," katanya.


REKOMENDASI
TRENDING