CLOSE

[Eksklusif] Bongkar Kisah Syahrini, Dari Bubu Sampai Jet Pribadi

Syahrini. Foto: KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Nama Syahrini kini semakin populer dengan jargon-jargon yang ear catching serta kemunculan video-video lucunya. Bahkan tidak jarang, foto-foto Syahrini dengan gaya yang unik dan menarik dijadikan meme oleh para netizen. Melihat sosok Syahrini tentu yang terbayang adalah kesan glamour. Jalan-jalan ke luar negeri dengan menggunakan jet pribadi, barang-barang branded, hingga busana wah yang dikenakannya. Namun di balik itu, Syahrini mengaku hanyalah seorang perempuan biasa. Profesinya sebagai seorang penyanyi, menuntutnya untuk tampil sesempurna mungkin di depan kamera. Kreativitasnya, diungkapkan Syahrini, muncul ketika ia harus dihadapkan oleh para haters yang suka melakukan bully terhadapnya. Hal tersebut justru ditanggapi positif oleh Syahrini dengan karya-karya yang justru lebih dikenal masyarakat, meski seringkali ia dicap sebagai artis sensasional. Kepada KapanLagi.com® beberapa waktu lalu, Syahrini bercerita banyak hal tentang perasaannya terhadap para haters, jet pribadi, hingga bagian dari karier yang tak dilupakannya. Berikut petikan wawancara lengkapnya: Banyak memunculkan istilah yang jadi trend, apakah itu tuntutan profesi atau hobi? Sebenarnya nggak ada tuntutan profesi atau ingin mem-boomingkan sebuah jargon atau apa. Itu murni dari spontanitas mulut ketika berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain. Misalkan seperti dahulu mau memuji teman, aku ngucapkan "sesuatu ya". Nah kebetulan sering ketemu wartawan dan aku ucapkan di lingkungan aku, jadi bisa diketahui masyarakat jadi mumpuni dan jadi isme di negeri ini. Merasa jadi trend setter? Aku nggak pernah mentasbihkan diri aku trend setter. Aku hanya menciptakan sesuatu jadi buah bibir dan akhirnya menjadi isme di negeri ini. Itu adalah manifestasi dari sebuah ketulusan, spontanitas. Itu karena pada dasarnya aku adalah seniman, entertainer. Jadi, apapun yang aku kerjakan hari ini yang ada di dunia pekerjaan aku, menjadi magma tersendiri untuk menguatkan aku dan men-support karya aku.

Di balik sikap cetarnya, Syahrini mengaku sebagai wanita biasa. / Syahrini Official InstagramDi balik sikap cetarnya, Syahrini mengaku sebagai wanita biasa. / Syahrini Official Instagram
Kalau karir, apakah sudah puas dengan pencapaian saat ini?Sebelumnya aku jelaskan dulu. Aku dasarnya adalah penyanyi, memulai kiprah di dunia tarik suara tahun 2008 dengan mengeluarkan album. Saat itu bekerjasama dengan musisi-musisi yang tak asing lagi, seperti Yovie Widianto, Pay, Dewiq dan beberapa lainnya. Tahun 2009 aku mengeluarkan satu single. Di akhir November 2009, aku dipertemukan dengan Mas Anang melalui acara Dahsyat di Semarang. Awalnya aku mau membeli lagu untuk albumku, namun akhirnya justru jadi kolaborasi duet. Kolaborasi dengan Mas Anang, masih jadi pembicaraan. Komentar kamu?Ya, bercerita tentang kolaborasi, itu bagian sejarah dalam karirku. Kita pecah kongsi, nggak sampai setahun setelah berkolaborasi. Jadi, apapun bumbu-bumbunya berita hari ini, merupakan manifestasi dari karya yang sukses di masyarakat. Tentang gosip hubungan asmara, padahal nggak, kita cuma berteman. Beritanya ter-blow up seperti itu. Menjadi booming karena kekosongan berita di industri musik tanah air. Kan kosong saat itu. Masuklah aku, dengan background waktu itu teman duetku dalam proses bercerai. Ramai beritanya sampai aku dikait-kaitkan dengan perceraian tersebut. Ada yang mempertanyakan penghasilan kamu dari mana?Dari karya-karyaku saja. Alhamdulillah aku mendapatkan 20 juta RBT. Sebelum akhirnya 2013 industri RBT hampir mati karena oknum-oknum yang merusak konten digital. Coba hitung 20 juta dikalikan Rp 7.000. Wow, itu luar biasa. Aku memang bersyukur kepada Allah, hasil kerja keras mulai dari lagu Aku Tak Biasa, Kau Yang Telah Memilih Aku, Sesuatu hingga Semua Karena Cinta sukses. Kalau dibilang keberhasilanku datang bertubi-tubi, Alhamdulillah. Semua itu melalui proses kerja keras. Belum lagi dari bisnis dan RBT di luar lagu. Jadi aku nggak terlalu mau mempublikasikan kesuksesan ini untuk masyarakat luas karena biarkan itu menjadi privasi bersama manajemen. Semua ini merupakan manifestasi dari sebuah kerja keras yang sudah aku bangun setelah pecah kongsi itu. Kabarnya setiap hari tidur hanya beberapa jam? Ya, begitu. Apakah pemirsa di rumah tahu saya tidurnya hanya beberapa jam saja sehari. Bahkan seringnya tiga jam saja, kadang-kadang itu di pesawat. Seperti hari ini, tadi pagi di Makassar, siang di Medan dan malam di Jakarta, syuting programku Istana Princess Syahrini dua episode. Jadi aku disebut wanita udara, bobonya bobo cantik di pesawat. Dalam karir, ada yang tidak bisa dilupakan?Menepis anggapan orang yang dahulu mempertanyakan siapa Syahrini. Anggapan tidak mungkin Syahrini bisa ada di industri ini tanpa seseorang. Begitu pecah kongsi (dengan Anang), aku memang jalan sendiri dan on the track. Aku orangnya nggak pernah mendengar kanan kiri, fokus! Termasuk nggak dengerin haters?Bagiku enggak ada haters. Haters itu malah aku anggap true lovers. Jadi mereka pecinta sejatiku. Akhirnya itu membangun mental kita tidak memiliki rasa dendam dan benci, sebal dan kesal. Walau di-bully apapun santai saja. Ini industri hiburan, entertainment, showbiz. Akan ada banyak hal menerpa kita ketika kesuksesan itu semakin meninggi. Alhamdulillah kalau dari grafiknya, aku nggak fluktuatif. Di-maintenace dengan cara yang baik. Enggak sakit hati di-bully?Istilahnya, di-bully membawa berkah. Semuanya membawa berkah. Aku juga sering mengikuti fenomena sekarang seperti meme. Kemarin iseng buat video maju mundur cantik. Jadi gini, semakin diginiin (di-bully), adrenalinku terpacu ke hal positif yakni ingin berkarya. Ketika para haters-ku yang mem-bully dan menzalimi itu, justru banyak membangun semangat kerja dan karya. Aku nggak setuju kalau banyak orang bilang Syahrini banyak membuat sensasi karena yang aku buat itu adalah karya. Kalau aku hanya pembuat sensasi, aku nggak akan memiliki karya. Sementara aku sudah mulai berkarya di tahun 2008 dengan album profesional. Yang keluar dari mulutku itu seni, semua lahir dari ketulusan dan keikhlasan. Itu adalah spontanitas yang tinggi dan bukan diatur atau dimainkan. Aku selalu mengisi hari-hariku dengan keceriaan dan keikhlasan. Di dalam atau di luar negeri. Ikhlas menerima apapun, ritmenya seperti itu. Kamu merasa perempuan biasa juga? Iyalah, aku perempuan biasa. Kalau di rumah pakai daster apalagi kalau mamahku datang. Aku bilang mamah bawa daster yang wangi-wangi dong, yang batik kayak ibu-ibu. (Syahrini tertawa) Punya jet pribadi?Begini, aku enggak punya jet pribadi. Itu adalah fasilitas yang memudahkan aku berkunjung ke kota-kota yang aku diundang khusus klienku. Seperti misalnya, aku bisa pagi di Makassar, siang di Surabaya, malamnya di Jakarta. Penggunaan jet pribadi menyiasati waktu. Kalau pakai penerbangan reguler, kadang delay dan waktunya nggak cukup. Aku harus sampai tepat waktu sebagai penyanyi profesional. Rani (adik dan manajernya) pintar untuk bernegosiasi masalah itu. Aku bisa menikmati fasilitas itu (jet pribadi). Beberapa klien di luar kota sana, luar biasa orang-orang sukses yang menghargai profesiku sebagai seniman yang berlomba dengan waktu. Aku nggak mungkin nyanyi di beberapa tempat dalam sehari yang berjauhan, jadi enggak mungkin menggunakan penerbangan reguler. Muncul di media dengan glamour, pacar kamu minder?Cowok aku nggak minder. Sebenarnya kalau mengenal aku lebih dekat, aku bukan sosok seperti yang dilihat di media. Akhirnya dia menyelami pribadi aku dan menemukan aku hanyalah wanita biasa. Kadang aku menjadi wanita biasa di depan pria yang aku kagumi. Kok belum terbuka masalah pacar?Yang ini Insya Allah menjadi pelabuhan terakhir meski baru enam bulan. Dari awal aku dan dia komit untuk tidak membawa dia ke duniaku. Please respect me, katanya. Dia nggak mau diburu puluhan kamera karena kalau sekali nongol gimana gitu. Dia ingin tenang bersama keluarganya di Singapura. Aku enggak mau kejadian sama yang Malaysia (Bubu) terulang lagi. Apa yang dilakukan menikmati kesuksesan kamu? Dalam satu bulan, aku kerja keras tiga minggu, sisanya seminggu jalan-jalan ke luar negeri. Hm, kehidupan Syahrini cetar banget bukan? Apa sih pendapat kamu setelah membaca kisah hidup Syahrini yang satu ini?

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/ate/nad)

Rekomendasi

Trending