SELEBRITI

Fakta Baru Muncul, Kuasa Hukum Sebut Adam Deni dan Ahmad Sahroni Pernah Liburan Bersama Ke Bali Bareng

Senin, 14 Maret 2022 20:36

Kuasah Hukum sebut Adam Deni punya kedekatan dengan Ahmad Sahroni ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Kuasa hukum Adam Deni, Herwanto, mengungkapkan fakta lain di balik kasus Adam Deni yang dilaporkan oleh Ahmad Sahroni. Ia mengklaim kliennya memiliki kedekatan dengan Ahmad Sahroni, bahkan menyebut Adam Deni dan Ahmad Sahroni pernah berlibur ke Bali bersama.

Saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (14/3) Herwanto mengatakan bahwa sebenarnya banyak yang ingin diungkap kliennya itu saat sidang. Herwanto mengungkapkan bahwa hal ini awalnya diceritakan Adam Deni ke pacarnya.

"Banyak sebenarnya yang ingin diungkapkan Adam Deni secara langsung. Dia pernah kok jalan-jalan sama AS kedekatannya berlibur ke Bali. Nah, ini mau diungkapkan, dia ingin kirim surat. Dengan pacarnya dia cerita semuanya," ungkap Herwanto.

1. Pernah Membuat Surat

Tak hanya itu, Herwanto juga menyampaikan bahwa Adam Deni pernah membuat surat yang akan disampaikan kepada Ahmad Sahroni. Akan tetapi, surat itu tidak dikirimkan. Herwanto pun mengatakan bahwa kliennya itu ingin mengungkapkan semua yang ia ketahui.

"Salah satunya Adam Deni juga sudah membuat surat yang disampaikan ke AS tapi surat itu dibatalkan karena melihat AS menurut kami waktu di podcast Deddy Corbuzier artinya sudahlah jadi tidak jadi diberikan," ujarnya.

"Kalau gitu kata Adam Deni 'saya akan mengatakan hal yang sebenar-benarnya yang dia ketahui', seharusnya hari ini nih harusnya dia datang menyampaikan suratnya. Dia datang ingin menyampaikan semuanya yang dia ketahui tentang apa yang dia alami, dia dengar secara langsung bersama-sama AS," tukasnya.

2. Langgar UU ITE

Diketahui, Adam Deni Gearaka didakwa bersama-sama Ni Made Dwita Anggari melakukan transmisi, memindahkan dokumen elektronik orang lain yang bersifat rahasia, di salah satu postingan di Instastory-nya.

Karena perbuatannya ini, Adam Deni dan Ni Made didakwa Pasal 48 ayat (3) jo Pasal 32 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 48 ayat (2) jo Pasal 32 ayat (2) dan lebih subsider Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1).

3. Menyakiti Hati Rakyat

Sebelumnya, menurut Herwanto, tindakan Ahmad Sahroni seakan-akan mencederai siasat politik. Padahal, banyak yang ingin menempati posisinya sebagai pejabat publik dan melakukan berbagai cara agar tidak menyakiti hati masyarakat.

"Kami juga di sini mimpi jadi DPR, mimpi jadi Presiden, tapi sebelum mimpi kami terealisasi tidak ada orang yang kami sakiti, tidak ada orang yang kami laporkan," ujarnya.

4. Catat Sejarah Baru

Selain itu, Herwanto mengatakan kasus yang terjadi antara Ahmad Sahroni dan Adam Deni, menjadi sejarah baru adanya kesewenang-wenangan pejabat publik terhadap rakyatnya sendiri.

"Jadi kalau cerita sekarang bahwa wakil rakyat kita ini sudah mencatat sejarah membuat laporan terhadap rakyatnya sendiri," tukasnya.

5. Adam Deni Tidak Perlu Ditahan

Lebih lanjut, Herwanto menilai seharusnya sebagai wakil rakyat dan tokoh politik anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah mengenal yang namanya restorative justice. Yang mana jika terduga sudah melayangkan permohonan maaf polisi tidak berhak menahan terduga.

"Bahkan di surat edaran Kapolri itu si pelaku sudah sadar minta maaf, dia nggak perlu ditahan lagi," ungkap Herwanto selaku kuasa hukum Adam Deni.

"Faktanya sampai sekarang masuk ke persidangan, kalau memang ada permintaan maaf, kan restorasi justice kan," lanjutnya.


REKOMENDASI
TRENDING