IDGITAF Cerita Kondisi Mikrotia yang Dialami, Sempat Dibilang Cacat Oleh Perawat
Idgitaf alami kondisi bernama Mikrotia (Credit: instagram.com/idgitaf)
Kapanlagi.com - IDGITAF, penyanyi yang dikenal lewat lagu Takut, membagikan cerita personal tentang kondisi mikrotia yang dialaminya sejak lahir. Melalui sebuah video di akun TikTok, ia memaparkan dampaknya pada bentuk telinga kiri hingga kemampuan mendengar, sekaligus menyinggung respons orang-orang terhadap kondisinya.
Ia mengisahkan momen ketika kondisinya pertama kali diketahui setelah persalinan.
"Jadi aku itu udah mikrotia dari kecil (lahir). Langsung ter-notice sama perawatnya. Dan dia tuh nggak banget ngasih taunya, sampai mamaku pendarahan. Jadi dia bilang ke mamaku gini, 'Ibu anaknya cacat ya'," ungkap IDGITAF.
Advertisement
1. Sejak Lahir, Kondisi Mikrotia IDGITAF Langsung Diketahui
Dalam penjelasannya, IDGITAF menyebut kondisi pada telinga kirinya telah terdeteksi sejak hari pertama ia lahir oleh tenaga medis yang membantu persalinan. Ia membagikan situasi tersebut secara terbuka di TikTok, termasuk cara informasi itu disampaikan kepada keluarganya.
Mikrotia merupakan kondisi bawaan lahir ketika daun telinga (pinna) tidak berkembang sempurna selama kehamilan. Bentuk dan tingkat keparahan bisa berbeda pada tiap individu, bergantung pada sejauh mana struktur telinga luar terbentuk.
Secara umum, mikrotia dibagi menjadi empat tingkat. Grade 1 berarti telinga berukuran lebih kecil dari normal namun sebagian besar strukturnya masih terbentuk. Grade 2 menunjukkan perkembangan telinga yang lebih terbatas. Grade 3 umumnya ditandai telinga luar hanya terbentuk sebagian kecil. Grade 4 disebut anotia, yaitu ketika daun telinga tidak terbentuk sama sekali.
2. Alami Mikrotia Grade 2
IDGITAF menyampaikan bahwa dirinya berada pada kategori grade 2. Ia juga memaparkan perbedaan kemampuan mendengar antara telinga kanan dan kiri.
"Mikrotia itu ada 4 grade, aku itu grade 2. Kalau ditanya bisa denger atau gak, bisa tapi jomplang banget. Yang ini (kanan) 100%, yang ini (kiri) 40%," katanya.
Kondisi mikrotia dapat berkaitan dengan saluran telinga dan pendengaran, namun dampaknya tidak sama pada setiap orang. Ada yang pendengarannya relatif baik, sementara sebagian lain mengalami gangguan pada telinga yang terdampak.
Pada IDGITAF, bentuk telinga kiri berbeda dengan telinga kanan. Selain aspek penampilan, ia menyebut dampaknya terasa pada fungsi pendengaran sehingga ia perlu beradaptasi dalam aktivitas sehari-hari.
3. Penyebab Awal
Saat menyinggung asal-usul kondisinya, IDGITAF menyampaikan cerita yang pernah ia dengar dari sang ibu terkait konsumsi obat tertentu saat hamil.
"Ngomongin soal penyebabnya, kata ibu eike sih karena dia mengonsumsi obat yang tidak diperbolehkan saat hamil," ujar IDGITAF.
Dari sisi medis, penyebab mikrotia pada banyak kasus tidak selalu dapat dipastikan. Faktor yang memengaruhi bisa beragam, dan kondisinya bisa muncul sendiri maupun terkait dengan sindrom tertentu.
4. Sempat Ingin Operasi
Masa remaja menjadi periode yang cukup berat baginya. Ia mengaku pernah terpikir untuk menjalani operasi rekonstruksi karena rasa malu dan komentar orang di sekitarnya.
"Nah sejujurnya waktu SMP itu ada kepikiran mau operasi, soalnya malu kan. Dan orang-orang tuh suka nggak ngotak aja. Tapi makin ke sini makin bodo amat," tuturnya.
Bagi sebagian orang dengan mikrotia, operasi rekonstruksi telinga dapat menjadi salah satu pilihan. Penanganan biasanya bersifat individual, dan bisa melibatkan dokter THT-KL (telinga, hidung, tenggorok, kepala dan leher), ahli bedah plastik, audiolog, serta tenaga kesehatan lain. Selain bentuk telinga, evaluasi pendengaran merupakan bagian penting terutama bila terdapat gangguan pada telinga yang terdampak.
Seiring waktu, IDGITAF mengaku semakin tenang menyikapi kondisinya. Jika saat SMP sempat memikirkan operasi karena minder, kini ia menyatakan tidak terlalu memedulikan komentar orang lain.
Mikrotia tergolong kondisi yang relatif jarang. Pendekatan penanganan tiap orang bisa berbeda, dipengaruhi tingkat perkembangan telinga, kondisi saluran telinga, kemampuan pendengaran, serta kebutuhan masing-masing pasien.
Dengan membagikan pengalamannya secara terbuka, IDGITAF menunjukkan bahwa kondisi fisik yang berbeda tidak menghalanginya untuk terus berkarya. Ia memilih melangkah dengan apa yang sudah menjadi bagian dari dirinya sejak lahir.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/gtr)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
