Ine Febriyanti Dibuat Resah Betari Durga
Ine Febriyanti
Kapanlagi.com - Sederet nama yang sudah sering tampil di panggung teater digaet membintangi Repertoar Gandamayu. Salah satunya artis Ine Febriyanti, yang memerankan tokoh Betari Durga. "Dalam produksi ini saya berperan sebagai Durga, sosok dewi yang dianggap gagal memenuhi ujian kesetiaan oleh Syiwa," tutur Ine Febriyanti dalam acara jumpa pers di Jakarta, Senin (27/08) siang. Meskipun telah beberapa kali tampil di atas panggung teater, kali ini Ine mengaku berbeda. Pasalnya, jika biasanya persiapan lakon bisa memakan waktu berbulan-bulan, kali ini hanya diminta melakukan latihan intensif selama satu minggu. Dia merasa dibuat resah Betari Durga. "Ini proses berteater yang yang paling singkat. Cukup meresahkan saya, peran Durga ini kan ekstrim, penuh kemarahan namun lembut. Walaupun saya hanya berlatih satu minggu, tapi sangat efektif," lanjut Ine. Selain Ine, ada pula Landung Simatupang, Whani Dharmawan, Danang Pamungkas dan penyanyi asal Bali, Ayu Laksmi yang akan beradu kemampuan peran di atas panggung. Kelompok teater eksperimental asal Yogyakarta, Teater Garasi, menggelar lakon Repertoar Gandamayu, Persembahan bagi Perempuan, Ibu Sejati Langit dan Bumi. Kisahyang akan digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa-Rabu, 4-5 September inidiadaptasi dari novel Gandamayu karya Putu Fajar Arcana. Gandamayu berkisah soal kepatuhan dan kesetiaan perempuan, baik sebagai istri, ibu dan sahabat. Adalah kepatuhan Dewi Uma kepada suaminya, Dewa Siwa, pengorbanan Dewi Kunti untuk anaknya, Sahadewa, serta kesetiaan persahabatan Dewi Durga dengan abdinya, Kalika. "Melalui Gandamayu, kita kembali diingatkan untuk selalu menghormati ibu, istri, dan setiap perempuan. Peran dan ketulusan perempuan sering kali kita sepelekan. Kisah ini kami kembali saya angkat sebagai persembahan bagi kaum perempuan, ibu sejati langit dan bumi," ungkap Bli Can, sapaan akrab sang penulis novel Gandamayu, Putu Fajar Arcana. Berawal dari melontarkan ide mengangkat novel ke atas panggung teater melalui akun Twitter pribadinya, Can mendapat tanggapan dari Gunawan Maryanto dari Teater Garasi, yang kemudian menjadi salah satu sutradara lakon tersebut bersama Yudi Ahmad Tajudin. Gunawan menyebutkan adaptasi lakon ini berasal dari tradisi kental Bali yakni kidung Sudamala namun akan dipresentasikan dengan gaya yang lebih mudah dicerna masyarakat luas. "Pada 2002, kami juga pernah membuat pertunjukan yang terinspirasi kidung Sudamala, tapi dengan kultur Jawa. Dan sekarang, kami diberi kepercayaan dari Bli Can, kami diberi ruang besar untuk menafsirkan, menggarap, mengutak-atik Gandamayu," ungkap Gunawan.
(antara/dar)
Advertisement
