SELEBRITI

Jadi Pembicara di IdeaFest 2019, Dian Sastrowardoyo Bangga & Bagi Tips Sukses

Senin, 07 Oktober 2019 08:45 Penulis: Sora Soraya

Dian Sastrowardoyo © KapanLagi,com®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Dian Sastrowardoyo didaulat sebagai pembicara dalam festival industri kreatif terbesar di Indonesia, IdeaFest 2019. Aktris cantik berusia 37 tahun itu terpilih menjadi salah satu bagian dari 360 lebih pembicara yang dinilai inspiratif, kreatif, dan inovatif.

Ibu dua anak itu kebagian menjadi pembicara dalam program Ideatalks dengan tema Film Producing, Then & Now di talkshow yang berlangsung pada Sabtu (5/10) lalu. "Ini titik bangganya saya sebagai orang Indonesia dari sepanjang hidup 37 tahun," ungkap Dian Sastrowardoyo.

Dalam talkshow tersebut, istri dari pengusaha Maulana Indraguna Sutowo itu membicarakan pengetahuannya sebagai seorang produser. Tak hanya itu, ia juga membagikan pengalamannya selama 20 tahun berada di industri perfilman.

1. Belajar & Butuh Proses Panjang

Menjadi sosok kreatif, inspiratif, dan inovatif dikatakan Dian Sastrowardoyo bukanlah hal yang bisa diraih secara instan. Perlu perjuangan dan juga proses yang panjang. Belajar dan terus belajar adalah kunci suksesnya menurut bintang ARUNA & LIDAHNYA ini.

"Aku juga nggak tahu nih aku alhamdulillah bisa jadi kayak gini ya. Tapi yang pasti ini semua melewati perjalanan yang cukup panjang sih, dan perjalanan itu perlu dibarengi sama belajar. Kalau kita proses karier udah jauh, belum tentu kita mau belajar banyak sehingga kita jadinya di situ-situ aja," ujarnya.

2. Perluas Hubungan Pertemanan

Selain belajar, membuka diri dan bersahabat dengan banyak orang, juga amat diperlukan. "Jadi kayaknya siapapun kita, apapun profesi kita, kayaknya emang intinya harus mau belajar dan mau kenalan sama orang baru, plus belajar dari orang baru, itu harus. Aku kolaborasi nggak mau ngebatesin cuma orang-orang yang aku mau lihat senior aja. Kadang-kadang aku kolaborasi sama yang lebih junior, mereka itu perkembangannya bisa lebih canggih daripada kita. Jadi emang pertemanan juga harus dibuka seluas-luasnya," jelasnya.

"Jangan picky, jangan ngerasa eksklusif sendiri. Kadang-kadang kita malah harus mau kolaborasi sama anak-anak paling baru di industri. Geng-gengan itu pasti ada di semua industri, jangan pernah kita terlalu cepat membatasi diri dengan geng-gengan itu. Kita harus selalu membuka, harus selalu cair, selalu mau berkolaborasi sama siapa aja," sambungnya menambahkan.


REKOMENDASI
TRENDING