SELEBRITI

Dian Sastrowardoyo Unggah Petisi Tolak RKUHP yang Berisi Pasal-Pasal Kontroversial

Jum'at, 20 September 2019 15:34 Penulis: Dhimas Nugraha

Dian Sastrowardoyo ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Seleb cantik Dian Sastrowardoyo turut tanggapi isu politik yang tangah ramai tentang Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang akan segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menurutnya, banyak pasal-pasal dan tidak sesuai dan 'ngaco' yang dibuat oleh DPR. Dalam unggahan instagramnya, pemeran Cinta dalam ADA APA DENGAN CINTA ini mengutarakan ketidaksetujuannya.

"DPR dan pemerintah dalam hitungan hari hendak mengesahkan aturan-aturan hukum pidana yang ngaco! Setelah mengesahkan revisi UU KPK, sekarang mereka (DPR) hendak mengesahkan RKUHP," tulis Dian Sastro di instagram story miliknya, Jumat (20/9/2019).

 

1. Ajak Tandatangani Petisi

Dian Sastrowardoyo juga mengajak masyarakat Indonesia untuk menandatangani petisi. Dengan tagar #semuabisakena, petisi yang disebar lewat change.org ini mengajak para masyarakat Indonesia untuk menolak RKUHP yang dinilai sangat absurd.

Sejak disebar beberapa waktu lalu, petisi ini sudah ditandatangani lebih dari 500 ribu orang. Dengan harapan, petisi ini bisa langsung diterima oleh Presiden sebagai usaha terakhir untuk mencegah pengesahan RKUHP tersebut.

 

2. Pasal-Pasal Karet RKUHP

Setidaknya ada sepuluh pasal karet yang menjadi sorotan. Mulai dari RKUHP korban pemerkosaan hingga penuduhan 'makar' kepada pemerintah dengan hukuman yang berbeda-beda.

Salah satu pasal dalam RKUHP yang menjadi kontroversial yakni terkait pasal penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat Presiden dan Wakil Presiden, yang diatur dalam pasal 218 sampai pasal 220.

Mengutip dari merdeka.com, bagi siapa yang kedapatan yang secara sengaja mencoreng atau menghina nama Presiden dan Wakli Presiden, dari manapun media yang dipakai, akan dikenakan  pasal 219 dengan pidana penjara paling 4 tahun 6 bulan, atau denda.

3. Pasal Perzinahan Yang Dinilai Merugikan Wanita

Satu pasal karet lain yang dinilai absurd dan kontroversial adalah pasal perzinahan. Ada tiga pasal dalam RKUHP yang dianggap tidak sesuai dan absurd.

Seperti yang tertulis dalam pasal 418 ayat 1, laki-laki yang bersetubuh dengan perempuan tanpa pernikahan dengan dalih akan dinikahi, dan kemudian mengingkarinya, dipenjara paling lama 4 tahun

Selain itu ada pasal yang sangat merugikan wanita, salah satunya adalah pasal 470, yang berisi korban pemerkosaan yang hamil dan dengan sengaja menggugurkan kandungannya akan dipenjara 4 tahun.

Ada salah satu pasal yang menyebutkan, perempuan yang bekerja dan harus pulang larut malam terlunta-lunta di jalan akan didenda Rp1 juta.

4. Pasal Pencemaran Agama dan Pasal Hukuman Adat Budaya

Tak hanya itu, pasal-pasal lain yang dinilai sangat kontroversial adalah pasal pencemaran agama, dan pasal adopsi hukum adat yang berlaku di daerah.

Mengutip dari merdeka.com pasal penistaan agama bisa dibilang sangat subjektif, karena memiliki kekuatan yang cukup besar. Direktur LBH Pers Ade Wahyudi mengatakan jika pasal ini ini akan menjadi ancaman bagi kebebasan pers.

Selain Pasal Penistaan Agama, adapun salah satu pasal yang juga tidak tepat. Salah satunya adalah pasal pidana yang sesuai dengan hukum adat setempat.

Pada Pasal 2 ayat 1, yang dimaksud dengan "hukum yang hidup dalam masyarakat yang menentukan bahwa seseorang patut dipidana" adalah hukum pidana adat.

Dengan adanya pasal 2 ini, sangat memungkinkan akan memicu efek negatif pada sektor usaha setempat.

5. Revisi UU KPK

RKUHP yang paling menjadi sorotan adalah revisi UU KPK yang sangat menguntungkan para koruptor. Dalam KUHP lama, pelaku korupsi ditahan minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara diturunkan menjadi 2 tahun.

Selain adanya Revisi UU KPK, ada beberapa RKUHP yang juga sangat kontroversial. Seperti pasal 432 yang di dalamnya berisi, pengamen, tukang parkir, dan gelandangan, dan disabilitas mental yang ditelantarkan akan didenda Rp1 juta.

(kpl/dim)

Editor: Dhimas Nugraha


REKOMENDASI
TRENDING