Romy Mathis adalah seorang perempuan yang tampak berhasil dari luar. Ia menjabat sebagai CEO
sebuah perusahaan otomatisasi robotik di New York dan dikenal ambisius, cerdas, serta tegas dalam
memimpin. Namun keberhasilannya di dunia profesional ternyata tidak sejalan dengan kehidupan
pribadinya. Dalam pernikahannya dengan Jacob, seorang sutradara teater yang idealis, ia merasa
kehilangan keintiman dan hasrat yang dulu pernah ada. Setiap kali mencoba mendekat atau mencari
kenyamanan, Romy justru merasa terasing dari rumahnya sendiri, seolah ada ruang kosong yang tidak
pernah bisa ia isi.
Suatu pagi ketika dalam perjalanan menuju kantor, Romy hampir
saja diserang oleh seekor anjing yang lepas dari pengawasan pemiliknya. Di saat ia panik dan tidak
tahu harus berbuat apa, seorang pemuda muncul dan mampu menenangkan hewan itu hanya dengan
suara lembut dan sikap tenang. Pemuda tersebut bernama Samuel, seseorang yang terlihat polos
tetapi memiliki tatapan yang sulit dibaca. Romy mengucapkan terima kasih dan melanjutkan harinya
tanpa menyadari bahwa pertemuan itu akan menjadi titik awal perubahan besar dalam hidupnya.
Sesampainya di kantor, Romy terkejut ketika mengetahui bahwa pemuda yang
ditemuinya di jalan ternyata adalah intern baru di perusahaannya. Lebih mengejutkan lagi, Samuel
memilih Romy sebagai mentor dalam program pendampingan karyawan baru. Pada mulanya
hubungan mereka berlangsung profesional, namun perlahan muncul ketertarikan yang tidak dapat
diabaikan. Samuel tidak hanya sopan, tetapi juga percaya diri dan berani, membuat Romy merasakan
sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan dari Jacob selama bertahun tahun.
Ketika Samuel mengungkapkan ketertarikannya dalam sebuah pertemuan pribadi, Romy
langsung menolak. Ia tahu hubungan seperti itu tidak pantas dan berisiko menghancurkan
reputasinya. Namun benteng moral yang ia bangun justru runtuh ketika Samuel mendekat dan ia
akhirnya mencium pemuda itu. Perasaan bersalah bercampur dengan kelegaan karena untuk pertama
kalinya ia merasa hidup. Setelah pertemuan itu, keduanya tidak lagi mampu menjaga jarak.
Mereka bertemu di sebuah hotel, tempat Romy berusaha mengingatkan bahwa posisi
mereka tidak seimbang. Ia takut memanfaatkan seorang anak muda yang berada di bawah tanggung
jawabnya. Namun Samuel membalik keadaan dan berkata bahwa dirinya justru memiliki kendali
karena ia bisa menjatuhkan Romy dengan satu panggilan ke pihak manajemen.
Pertemuan itu berubah menjadi hubungan penuh intensitas yang membuat Romy terkejut dengan
dirinya sendiri. Ia menemukan sisi identitas yang belum pernah ia akui. Keintiman itu bukan hanya fisik
tetapi juga emosional, meski diiringi rasa takut dan kebingungan. Meskipun demikian, hubungan itu
membuat Romy merasa berdaya sekaligus tidak berdaya dalam waktu yang bersamaan.
Hubungan mereka semakin tidak terkendali ketika Samuel mendobrak batasan dan
muncul tiba tiba di rumah Romy dan Jacob dengan alasan mengembalikan laptop kantor.
Kehadirannya yang tidak diundang menimbulkan kegelisahan karena Romy sadar bahwa ia sudah
kehilangan kendali atas situasi tersebut. Ia memintanya menjauh, tetapi Samuel malah mengancam
akan meminta pindah divisi. Romy takut perusahaan akan mempertanyakan alasan permintaan itu dan
akhirnya menghubungkannya dengan dirinya.
Di tengah tekanan dan
kecemasan, Romy akhirnya mengakui kepada Jacob bahwa ia tidak pernah mencapai kepuasan dalam
hubungan mereka. Pengakuan ini bukan hanya melukai Jacob tetapi juga membuat fondasi
pernikahan mereka semakin rapuh. Jacob yang selama ini yakin bahwa hubungan mereka cukup sehat
menjadi bingung dan tersinggung, sementara Romy sendiri merasa semakin terjebak di antara
keinginan dan kewajibannya.
Ketika Romy mencoba memutuskan hubungan
dengan Samuel, ketergantungan emosional membuatnya kembali mendekatinya. Ia memohon agar
hubungan mereka diteruskan, sebuah keputusan yang ia tahu salah tetapi tidak bisa ia hindari. Puncak
kekacauan terjadi ketika Samuel muncul lagi tanpa undangan di pesta ulang tahun putrinya, Nora. Kali
ini ia datang bersama Esmée, asisten pribadi Romy, yang ternyata sedang ia dekati. Esmée mengaku
tahu tentang hubungan terlarang Romy dan Samuel, dan ia memohon agar hubungan itu diakhiri demi
menjaga reputasi Romy sebagai salah satu pemimpin perempuan paling berpengaruh di perusahaan.
Terdesak, Romy mengaku pada Jacob bahwa ia berselingkuh. Namun ia tidak
mengatakan bahwa hubungan itu melibatkan dinamika kuasa dan permainan bawah sadar yang rumit.
Jacob terpukul dan merasa dikhianati. Romy mencoba menjelaskan bahwa ia memiliki kebutuhan
yang tidak mampu ia ungkapkan selama ini, tetapi Jacob sudah terlalu terluka untuk mendengarkan.
Romy menarik diri dan pergi ke rumah pedesaan mereka untuk menenangkan
diri. Jacob menyusul, tetapi yang ia temukan adalah Romy yang sedang berbicara dengan Samuel.
Pertengkaran pun terjadi antara kedua pria itu. Setelah itu mereda, Jacob mencoba memahami
perilaku Romy dengan mengatakan bahwa masokisme perempuan hanyalah gangguan atau
konstruksi laki laki. Samuel menolak pendapat itu, memicu serangan panik pada Jacob. Dengan ironi
yang aneh, Samuel justru menenangkan Jacob sebelum pergi.
Isabel, putri
remaja Romy, menemukan ibunya berada dalam keadaan rapuh dan membantu Romy melihat bahwa
ia masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidupnya. Dengan dorongan itu, Romy memutuskan
untuk kembali kepada Jacob dan mencoba membangun kembali kepercayaan serta pernikahan
mereka. Namun setelah semua yang ia lakukan, apakah Romy sanggup menghadapi bayangannya
sendiri dan menyusun ulang hidup yang terlanjur berantakan?
Penulis artikel:
Abdilla Monica Permata B.