Air Mata Di Ujung Sajadah
Drama

Air Mata Di Ujung Sajadah

2023 105 menit
Rating 6.8/10
Rating 7.5/10
Sutradara
Key Mangunsong
Penulis Skenario
Titien Wattimena Ronny Irawan Muthi'ah Khairunnisa
Studio
Beehave Pictures Multi Buana Kreasindo

Ide cerita Airmata Di Ujung Sajadah berasal dari produser Ronny Irawan. Skenario film mulai ditulis tahun 2017 oleh Titien Wattimena dengan penulis pendamping bernama Ummu Amalia Misbah, Muthi'ah Khairunnisa, dan Key Mangunsong yang terus menggodok hingga mencapai draft 9 (final).

Film ini juga menjadi debut bagi Nafa Urbach yang mendampingi Ronny Irawan selaku produser film. Air Mata di Ujung Sajadah merupakan kerjasama antara Beehave Pictures dan Multi Buana Kreasindo Productions yang berkomitmen ingin menyajikan film drama yang cocok dinikmati seluruh keluarga dengan mengangkat topik tentang pengorbanan, keikhlasan, dan arti keluarga yang sesungguhnya.

Dalam sebuah rilis, Key Mangunsong selaku sutradara menyebut bahwa film ini berkisah tentang perjalanan cinta yang posesif dan berubah menjadi cinta yang membebaskan; tentang perubahan cinta yang egois berubah menjadi altruis melalui jalan pengorbanan yang penuh derita dan air mata. Seperti burung phoenix yang terbakar menjadi abu lalu terlahir abadi, di akhir duka terbitlah cinta sejati yang mengalahkan segala situasi, ruang dan waktu.

Film Air Mata di Ujung Sajadah disutradarai oleh Key Mangunsong, yang kembali ke kursi sutradara setelah cukup lama, dan proyek ini benar-benar terasa personal dan penuh emosi. Naskahnya ditulis oleh Titien Wattimena, dan proses penulisannya cukup panjang — ide cerita berkembang selama sekitar lima tahun dan direvisi berkali-kali sebelum akhirnya siap diproduksi.

Ini juga jadi film debut besar untuk Nafa Urbach sebagai produser. Biasanya dikenal sebagai artis, di sini dia berdiri di balik layar lewat rumah produksi Beehave Pictures, dan kontribusinya dalam proyek ini bikin film terasa sangat nyata dan sentimental.

Dari segi pemeran, film ini menampilkan kombinasi menarik antara aktor senior dan muda: Titi Kamal memerankan Aqilla, sosok ibu yang gigih; Fedi Nuril sebagai Arif; Citra Kirana sebagai Yumna; Faqih Alaydrus sebagai Baskara; plus Jenny Rachman yang kembali ke layar lebar setelah vakum panjang, membuat kehadirannya jadi momen spesial. Ada juga Tutie Kirana sebagai Halimah dan Krisjiana Baharudin yang menambah warna dramatis dalam alur cerita keluarga.

Salah satu bagian yang menyentuh banget adalah konflik moral dan emosional antara ibu kandung dan ibu angkat: Aqilla percaya anaknya sudah meninggal, padahal kenyataannya si anak, Baskara diasuh dengan penuh kasih oleh Yumna dan Arif. Cerita ini menyajikan dilema batin yang dalam, tentang cinta, pengorbanan, dan ikhlas.

Trivianya juga agak “rame di balik layar”: ada kontroversi judul karena penulis novel terkenal Asma Nadia merasa frase “di Ujung Sajadah” di judul film terlalu mirip dengan judul novelnya, dan sempat menuntut klarifikasi resmi ke produser. Fakta ini bikin diskusi soal kreasi dan hak cipta dalam dunia perfilman jadi makin nyata.

Lokasi syutingnya dipilih dengan cermat: tim produksi turun ke Kota Solo untuk mendapatkan suasana yang lebih otentik dan emosional. Pilihan Solo bikin visual film terasa hangat sekaligus melankolis, sangat cocok dengan tema “rindu dan pengorbanan ibu”.

Musik latar film ini juga punya peran besar dalam membangkitkan suasana sedih dan harapan. Penata musiknya adalah Andi Rianto, dan komposisinya berhasil menguatkan momen-momen emosional di film: ketika Aqilla merindukan anaknya, atau saat konflik batin memuncak, musiknya ikut membangun getarannya.

Meskipun belum diketahui banyak soal penghargaan besar, film ini mendapat sambutan hangat dari penonton dan menjadi bagian dari diskusi sosial tentang peran ibu, hak asuh, dan pengorbanan. Banyak yang bilang, film ini bukan sekadar drama keluarga — ia menghadirkan refleksi spiritual dan nilai-nilai ikhlas yang jarang dieksplor di film komersial.

Titi Kamal Aqilla
Fedi Nuril Arif
Citra Kirana Yumna
Jenny Rachman Eyang Murni
Muhammad Faqih Alaydrus Baskara
Krisjiana Baharuddin Arfan
Tutie Kirana Halimah
Mbok Tun Mbok Tun
Carol Sahetapy Bibi
Axel Mariani Baskara Dewasa