Jarang Dibahas, Ini 5 Penulis Skenario Film Indonesia Paling Sukses Sepanjang Masa

Rabu, 28 Februari 2018 19:15 Penulis: Ahmat Effendi
Jarang Dibahas, Ini 5 Penulis Skenario Film Indonesia Paling Sukses Sepanjang Masa Penulis Skenario Paling Sukses cr: KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Industri perfilman Indonesia tengah berkembang dengan begitu pesat beberapa tahun terakhir. Dari tahun 2016, lebih dari 20 judul film mencatatkan angka penonton di atas 1 juta. Jumlah tersebut cukup sulit untuk diraih di tahun-tahun sebelumnya.

Tak hanya itu dalam tiga tahun belakangan, ada 3 judul yang mampu mencatatkan sejarah dalam deretan film paling banyak ditonton sepanjang masa. Genre yang dihadirkan pun cukup bervariasi mulai dari drama, komedi, hingga horor.

Film merupakan hasil kreatif dari banyak pihak. Ketika kesuksesan datang, biasanya yang selalu menjadi sorotan adalah para pemain utama yang tampil di depan layar dan juga sutradara yang membuatnya. Namun sosok-sosok di balik layar lain mulai dari produser, kameraman, editor, penulis skenario, desainer kostum, pengisi soundtrack dan kru lain biasanya mendapat porsi sorotan yang tak begitu besar.

Tulisan ini bakal fokus membahas siapa saja penulis skenario dari film-film Indonesia paling laris sepanjang masa. Namun sebelum itu mari kita simak sedikit gambaran perkembangan film di dalam negeri dari masa ke masa.

SEKILAS SEJARAH PERFILMAN INDONESIA

Film telah menjadi alat kreatif yang dikenal masyarakat bahkan jauh sebelum kemerdekaan. Bioskop pertama di tanah air didirikan pada tanggal 5 Desember 1900 di kawasan Tanah Abang Batavia dengan nama Gambar Idoep. Di masa itu film yang ditampilkan masih merupakan film bisu.

Sementara itu film bisu Loetoeng Kasaroeng mencatatkan sejarah sebagai film yang pertama dibuat di Indonesia pada tahun 1926. Di tahun 1942 hingga 1949, film yang beredar lebih banyak merupakan alat propaganda politik Jepang.

Tahun 1950 menjadi tahun penting bagi industri perfilman tanah air, saat itu dibuat film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi. Film ini menjadi film lokal pertama yang bercirikan Indonesia dan digarap sutradara Indonesia bernama Usmar Ismail. Akhirnya tanggal 30 Maret yang merupakan hari pertama pengambilan gambar ditetapkan sebagai hari Perfilman Indonesia.

Seiring perkembangan teknologi, industri perfilman tanah air mengalami kemajuan pesat mulai tahun 70an. Namun dari tahun 1973 - 1994 angka tertinggi penonton di bioskop adalah 699,282 penonton yaitu ketika ditayangkan film PENGKHIANATAN G-30-S PKI (1984). Sementara itu film komedi Warkop DKI MAJU KENA MUNDUR KENA (1983) berhasil mencatatkan angka 658,896 penonton, dan genre kolosal seperti SAUR SEPUH (1990) juga diminati penonton dengan menghadirkan catatan 611,073 penonton.

FILM PALING LARIS SEPANJANG MASA & PARA PENULIS SKENARIONYA

Di tahun 1991 hingga 1998, industri perfilman seolah mati suri. Sangat sedikit film yang diproduksi untuk tayang di bioskop dan biasanya hanya ada 2-3 film tiap tahun. Namun pada 1999, gairah para penonton untuk melihat film tanah air kembali bergejolak. Saat itu muncul film PETUALANGAN SHERINA yang menghadirkan tayangan berbeda dari film kebanyakan kala itu yang banyak didominasi genre dewasa. 

Di tahun 2002, film ADA APA DENGAN CINTA mampu mencatatkan sejarah dengan catatan 2,700.000 penonton. Selama 6 tahun film tersebut bertahan sebelum rekor yang ada dipatahkan oleh AYAT-AYAT CINTA (3.581.947) dan LASKAR PELANGI (4.719.453) pada tahun 2008. Namun beberapa tahun terakhir angka-angka tersebut kembali berhasil dipecahkan. 

1. WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS! PART 1

Awwe dan Arie Kriting. cr: instagram.com/awwe182 Awwe dan Arie Kriting. cr: instagram.com/awwe182

Di deretan teratas film Indonesia paling laris sepanjang masa terdapat judul WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS! PART 1. Film Warkop DKI Reborn dibuat dalam 2 part berbeda. Part pertama mampu meraih kesuksesan luar biasa dengan catatan 6.858.616 penonton ketika tayang di tahun 2016. Sementara itu part kedua dari film ini meraih 4.083.190 penonton di tahun 2017.

Untuk menggarap film ini, kerjasama 4 penulis skenario dijalani. Mayoritas penulis skenario tersebut merupakan stand up commedian selain tambahan sang sutradara Anggy Umbara. Di antaranya ada Arie Kriting, Andi Wijaya (Awwe) dan juga Bene Dion Rajagukguk.

Bene Dion dan Anggy Umbara, dua sosok di balik layar WARKOP DKI REBORN. cr: instagram.com/bene_dion+anggy_umbaraBene Dion dan Anggy Umbara, dua sosok di balik layar WARKOP DKI REBORN. cr: instagram.com/bene_dion+anggy_umbara


Sosok Arie Kriting sudah banyak dikenal di dunia hiburan baik sebagai komedian maupun aktor. Namun terlepas dari semua itu ia juga sosok yang memiliki talenta di balik layar. Sementara itu dua nama lain yaitu Bene Dion pernah menjadi kontestan Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ke-3 tahun 2013. Selain komika ia juga penulis buku Ngeri-Ngeri Sedap. Sedang Awwe adalah penyiar radio, komika dan juga pernah menjabat sebagai ketua komunitas Stand Up Indo selama dua periode. 

2. DILAN 1990

Film DILAN 1990 diangkat dari novel populer karya penulis Pidi Baiq. Di awal masa-masa penayangan pada tanggal 25 Januari 2018 lalu, film romantis ini langsung viral di sosial media. Tak heran pertumbuhan jumlah penonton dalam satu hari bisa menyentuh hingga sekitar 300 ribuan penonton. 

Hingga berita ini dibuat pada tanggal 28 Februari 2018, film DILAN masih tayang di bioskop. Film ini telah mencatatkan 6.136.000 penonton dan terus bertambah meski tak sebesar ketika pertama kali ditayangkan. Meski demikian Dilan telah berhasil jadi film paling sukses no 2 di tanah air. 

Untuk penulis skenario film ini, ternyata Pidi Baiq tidak mau melepaskannya begitu saja. Ia turut terlibat dalam berbagai proses penting dari pembuatan film ini. Pidi Baiq juga sempat memberikan sejumlah arahan kepada Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla sehingga keduanya bisa mendalami peran sebagai Dilan dan Milea.

Pidi Baiq penulis buku sekaligus film DILAN 1990. cr: instagram.com/pidibaiqPidi Baiq penulis buku sekaligus film DILAN 1990. cr: instagram.com/pidibaiq

3. LASKAR PELANGI

Film LASKAR PELANGI yang tayang di tahun 2008 merupakan adaptasi dari novel populer karya penulis Andrea Hirata. Ketika tayang film ini menghadirkan banyak inspirasi dan menjadi favorit seluruh anggota keluarga. Bercerita tentang perjuangan anak-anak SD Muhammadiyah di Belitung, anak-anak tersebut tak pernah menyerah di tengah keterbatasan. 

Tidak seperti film DILAN yang penulis aslinya ikut serta untuk menggarap skenario, dialog yang dihadirkan dari film ini digarap oleh penulis Salman Aristo. Salman yang telah menjalani profesi tersebut sejak tahun 1999 merupakan seorang penulis skenario yang cukup disegani di industri perfilman tanah air. Karya-karyanya antara lain AYAT-AYAT CINTA, KAMBING JANTAN: THE MOVIE, JOMBLO, GARUDA DI DADAKU, BROWNIS dan ada juga ALEXANDRIA

Salman Aristo penulis skenario film LASKAR PELANGI. cr: instagram.com/wahana.creatorSalman Aristo penulis skenario film LASKAR PELANGI. cr: instagram.com/wahana.creator

Bukan hanya Salman Aristo, dua sosok kreatif yang sangat dikenal yaitu Riri Riza dan Mira Lesmana juga ikut campur dalam pembuatan skenario filmnya. Di Laskar Pelangi Mira Lesmana sendiri turut terlibat sebagai produser dan Riri Riza sebagai sutradara. Buah kerja keras mereka sempat membuat LASKAR PELANGI bertahan sebagai film terlaris di Indonesia selama 8 tahun.

Mira Lesmana dan Riri Reza. cr: KapanLagi.comMira Lesmana dan Riri Reza. cr: KapanLagi.com

4. HABIBIE & AINUN

Fakta yang menarik dari penulis skenario film HABIBIE AINUN, bahwa salah satunya adalah istri dari penulis film LASKAR PELANGI. Ya, sejak tahun 2005 silam Ginatri S Noer telah menikah dengan penulis Salman Aristo. Sama-sama berprofesi sebagai penulis, mereka mampu sukses dalam karya-karya berbeda.

Berbagai karya Ginantri S Noer yang cukup dikenal di antaranya Jelangkung 3 (2007), Ayat-Ayat Cinta (2008), Pintu Harmonika (2013) dan Perempuan Berkalung Sorban (2009). Tak cukup hanya itu, Ginantri merupakan co-founder dan editor in chief di PlotPoint Publishing & Workshop yang memiliki tujuan untuk regenerasi talenta di industri kreatif Indonesia.

Ginatri S Noer bersama Eyang Habibie yang cerita hidupnya dijadikan film. cr: instagram.com/ginasnoerGinatri S Noer bersama Eyang Habibie yang cerita hidupnya dijadikan film. cr: instagram.com/ginasnoer

Selain Ginantri, satu lagi penulis yang terlibat serta dalam penggarapan skenario HABIBIE & AINUN adalah Ifan Adriansyah Ismail. Pria ini pertama kali terjun sebagai penulis skenario pada tahun 2004 lewat satu film komedi. Di tahun 2010, bersama Ginantri S Noer mereka berhasil meraih penghargaan Piala Citra 2013 untuk Skenario Adaptasi Terbaik melalui Habibie & Ainun. Karya-karya lain yang ia turut terlibat sebagai penulis skenario adalah Di Balik 98, The Gift, Jomblo 2 dan Ayat-Ayat Cinta 2. 

Ifan Adriansyah Ismail. cr: fb Ifan Adriansyah IsmailIfan Adriansyah Ismail. cr: fb Ifan Adriansyah Ismail

5. PENGABDI SETAN

Tren tema lawas yang diangkat kembali dalam film kekinian cukup berhasil lewat PENGABDI SETAN. Sebelumnya film PENGABDI SETAN pernah tayang pada tahun 1980. Di tahun 2017, remake film tersebut berhasil meraih angka 4.206.103 penonton dan jadi yang paling sukses nomor 5 di Indonesia. 

Satu sosok yang berpengaruh besar dalam film ini adalah Joko Anwar. Selain menjadi sutradara, Joko Anwar juga menulis sendiri skenario film PENGABDI SETAN 2017. Hasilnya teror tokoh ibu sempat hadir di bioskop selama hampir 2 bulan tepatnya 53 hari. 

Film horor PENGABDI SETAN di deretan 5 besar menunjukkan betapa bervariasi tema yang disukai penonton Indonesia. Mulai dari film komedi, drama anak sekolah, film keluarga, hingga film yang diangkat dari kisah nyata. Hampir setiap tahun penonton mendambakan film dengan cerita yang berbeda untuk disaksikan.

Joko Anwar cr: instagram.com/jokoanwarJoko Anwar cr: instagram.com/jokoanwar

Well, dengan kesuksesan yang telah dicanangkan sekarang semoga industri perfilman Indonesia terus berkembang, dan makin banyak judul film tanah air yang diminati. Selain itu dengan pertambahan jumlah bioskop yang terjadi, kesempatan untuk mendapatkan penonton lebih banyak jadi sudah semakin besar. 

(kpl/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING