Geliat Ernest Prakasa: Tolak Bisnis Kue Artis, Susah Nyicil Rumah, dan Terus Menulis

Senin, 04 Desember 2017 15:21 Penulis: Mahardi Eka
Geliat Ernest Prakasa: Tolak Bisnis Kue Artis, Susah Nyicil Rumah, dan Terus Menulis Foto: Budy Santoso

Kapanlagi.com - Oleh: Fikri Alfi Rosyady

Ernest Prakasa menikmati buah kesuksesan CEK TOKO SEBELAH. Film kedua yang disutradarai dan ditulis skenarionya olehnya ini telah ditonton sebanyak 2.642.957 kali di bioskop pada 2016. CEK TOKO SEBELAH juga memenangkan Piala Citra FFI 2017 dalam kategori Penulis Skenario Terbaik. Kini dirinya bersiap dengan karya barunya, SUSAH SINYAL. 

Pencapaian seperti ini tidaklah instan. Ernest yang sebelumnya bekerja kantoran telah mengembangkan karirnya sebagai komika dalam STAND UP COMEDY INDONESIA Kompas pada 2011. Ernest terbukti terus mengembangkan diri dalam karirnya di dunia hiburan. Dari kepiawaiannya stand up comedy, ia melanjutkan kreativitasnya dalam menulis dan menjadi sutradara.

Bagi Ernest, berkarya itu urusan sampai tua. Tidak ada matinya. Oleh karenanya ia lebih senang menyebut dirinya artis (seniman) daripada selebriti. "Ada juga artis selebritis dikenal banyak orang, itu artis. Itu yang mungkin umurnya nggak nentu. Bisa turun bisa naik. Tapi menurut gua kalo artis yang definisinya sebagai seniman itu nggak ada matinya. Itu sampe tua, sampe mati juga masih berkarya," ujarnya ketika diwawancara KapanLagi di sela-sela tur stand up comedy SUSAH SINYAL di Solo dan Semarang.  

Dalam benak Ernest yang tercatat sebagai seniman dalam KTP-nya ini, berkarya membutuhkan keseriusan. Ia memilih untuk tidak memecah perhatiannya antara berkarya dan berbisnis. Ayah dua orang anak ini menegaskan, kalau pun berbisnis, ia tak ingin direpotkan olehnya.

"Nggak minat bisnis, terus terang. Nggak minat. Bisnis gua ada artis managemen. Tapi itu buat ngerunning patner gua. Gua berdua di situ sama patner gua. Dia yang ngurusin tuh, misalnya ada artis gua yang mau nego kontrak, itu dia. Dia yang handle," tegasnya. Ernest lebih tertarik untuk mengembangkan diri dalam sisi kreatif, termasuk dalam berbisnis. Ia yang menjadi tim pengembangannya. 

"Kemaren sempet ditawarin yang kue artis itu. Tapi nggak lah, males," ujarnya santai. Ernest mendirikan HAHAHA Corp bersama kawannya, Dipa di 2012. Hingga tahun keenam perusahaannya, hanya ada enam orang yang bergabung di dalamnya. Mereka adalah Ge Pamungkas, Soleh Solihun, Aci Resti, Arie Kriting, Ardit Erwandha, dan Bene Dion.


Ernest mengaku lebih menikmati proses kreatif di belakang layar dalam menjalani profesinya sekarang. Bahkan ketika Ernest sudah membintangi 13 film (termasuk SUSAH SINYAL), menulis masih menjadi yang paling membuatnya nyaman. "Gue enjoy nulis, malah kalo disuruh milih di antara tiga itu yang nggak enjoy malah main. Iya karena gua lebih menikmati proses kreatif di balik layar. Sekarang yah," tuturnya. 

Ernest Jarang Menabung

Menarik saat Ernest mengungkap bahwa dirinya bukan tipe orang yang berpikir jauh. Ia mengaku tak pernah merancangkan seperti apa nantinya dirinya di hari tua. "Yaelah belum tentu tua. Jadi mati sebelum tua. Males gua mikirin kayak gitu. Bisa jadi besok kita koit kan, haha. Males mikir jauh-jauh, yang deket-deket dulu aja," candanya. Dalam prinsipnya, Ernest perlu memikirkan untuk setahun ke depan. "Tahun depan gua mau buat film lagi, udah tau, udah tau konsepnya, udah ada projeknya, dikerjain aja. Udah cukup buat gua," ujarnya memberi contoh. Di luar rencana tahunnya itu, Ernest pun rutin menggelar tur stand up comedy pribadinya minimal dua tahun sekali.

Oleh karena prinsipnya yang demikian, Ernest pun memutuskan untuk tidak terlalu rajin menabung. "Jadi gua kalo ada duit, ya jalan-jalan. Makanya gua tuh nggak ada investasi tuh, reksadana atau apa nggak ada," ungkapnya.

Namun begitu, Ernest bukannya tanpa persiapaan atau perhitungan. Ia benar-benar memperhatikan aset yang dimilikinya agar tetap bermanfaat. Seperti  misalnya ia memiliki rumah di Bali yang tidak dijualnya meski sudah pindah ke Jakarta.

"Nggak gua jual, gua kontrakin aja. Biarin. Jadi itu aset gua apartemen di Jakarta sama rumah di Bali. Jadi gua nggak punya aset saham reksadana gitu-gitu," serunya. Pilihannya ini ternyata menjadi bentuk pendidikan secara tidak langsung untuk anak-anaknnya kelak. "Tar anak gua, ya udah nggak usah warisan banyak-banyak lah. Gua juga nggak diwarisin apa apa sama bapak gua, enak aja lu, hahaha. Usah sendiri," tegasnya.


Susah Ngambil Kredit Pemilikan Rumah

Dalam wawancara, Ernest juga bercerita tentang pengalamannya mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ia membenar perihal susahnya seorang selebriti (atau seniman) ketika hendak mengambil KPR.

"Akan terbantu kalo elu udah punya nama lah, ibaratnya gitu. Kalo orang bank-nya juga liat, oke seniman, nggak punya gaji tetap. Tapi siapa dulu, misalnya Ernest, untuk beberapa tahun ke depan, karirnya masih aman," tuturnya.  Untung bagi Ernest, ia menjadi brand ambassador salah satu bank sehingga ia bisa dengan mudah mengajukan KPR. Ernest kini tinggal di apartemen di Jakarta Selatan. 

Dalam perjalanan karirnya, Ernest bukannya bebas dari persoalan finansial seperti KPR di atas. Ia pernah mengalami kesulitan finansial hingga harus meminjam uang kepada orangtua. Ernest memilih untuk tidak meminjam uang kepada teman agar tidak merusak persahabatan. 

"Jadi nggak pernah sampe pinjem ke temen. Karena menurut gua, pinjem sama temen itu riskan, bisa merusak potensi pertemanan. Jadi kalo nggak kepepet-kepepet banget jangan minjem duit lah. Itu bahaya," tegasnya.

Potensi Besar Menjadi Penulis

Dalam mengembangkan karirnya, ada banyak tantangan yang harus dihadapi Ernest. Dari godaan untuk fokus berbisnis hingga persoalan finansial. Belum lagi kemungkinan karyanya flop dan tidak laku. Menghadapi itu semua, Ernes mengaku hanya perlu mau belajar terus dan tidak cepat merasa jago.

"Sebenarnya, kita udah liat orang-orang kayak Joko Anwar, Hanung Bramantyo itu orang-orang yang konsisten berkarir. Dari itu yang gua bisa liat, konsisten dan publik mengapresiasi. Jadi gua rasa sih, sampe karirnya mati 'kok setiap gua bikin film nggak ada yang nonton ya' nggak ada kayak gitu," yakinnya. Ernest merasa, jika ia tetap berada di jalurnya saat ini, karirnya ke depan masih aman.

Ernest menjadi komika Indonesia pertama yang berhasil meraih Piala Citra. Pencapaian ini dipandang Ernest sebagai awal mula yang baik untuk mendorong rekan-rekan sesama komika. Ia berharap di masa yang akan datang akan ada lebih banyak komika yang terjun ke dunia penulisan.

"Karena kita tuh punya bekal yang cukup, kita punya insting komedi yang kuat. Itu sebenernya kepake banget saat nulis skebario. Penulis krenario film, jadi kayak itu-itu lagi, itu itu lagi. Sebenernya butuh muka baru. Itulah kenapa begitu ada yang muncul, naiknya cepet," tegasnya. Dua komika lainnya, yakni Bene Dion dan Soleh Solihun diungkap Ernest sudah mulai meniti karir sebagai penulis skenario. 

"Gue rasa akan ada beberapa temen komika. Karena gua tau, mereka lagi dalam proses menulis," pungkasnya.

(kpl/far/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING