Kak Seto Tak Lepas Dari Dongeng
Kapanlagi.com - Seto Mulyadi, yang akrab dipanggil Kak Seto, dalam setiap kesempatan baik di hadapan anak-anak maupun dewasa, tak pernah lupa mendongeng.Hal serupa juga dilakukan di hadapan mahasiswa Politeknik Kesehatan Semarang Program Studi Keperawatan Magelang, saat berbicara pada seminar "Kekerasan pada Anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga", Minggu (09/09).Pada seminar yang juga dihadiri para ibu itu, Seto mengawali dengan mendongeng tentang sistem pendidikan di suatu negeri bernama Alas Roban."Satwa harus bisa semua pelajaran seperti memanjat dan berenang," katanya.Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak ini menceritakan, ketika anak singa belajar memanjat pohon dapat menjalankan dengan baik, namun ketika mengikuti pelajaran renang tidak sanggup, sebaliknya itik jago sekali pada pelajaran berenang, namun tidak bisa memanjat pohon.Cerita tersebut, kata pria kelahiran Klaten 28 Agustus 1951 ini, menggambarkan bahwa setiap anak mempunyai kepandaian di bidang masing-masing, tidak boleh disamaratakan."Ada anak yang tidak bisa matematika, namun di bidang lain prestasinya lebih unggul dari teman-temannya," katanya.Menurut dia, kebiasaan mendongeng tidak boleh ditinggalkan, karena dengan mendongeng akan dapat membangun komunikasi yang harmonis antara orang tua dengan anak.Saudara kembar Kresna Mulyadi ini mengatakan, agar suatu pelajaran mudah dipahami oleh anak didik bisa disampaikan dalam bentuk dongeng atau nyanyian."Anak jangan disuruh untuk menghafal saja," katanya.Menurut doktor psikologi UI ini, anak TK bisa diberikan pelajaran matematika, bahasa Inggris, dan sebagainya asal disampaikan dalam bentuk permainan atau nyanyian.Pria berkaca mata itu juga memberikan contoh cara menyampaikan pelajaran bahasa Inggris dengan bermain sulap.Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/rit)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
