SELEBRITI

Kronologi Keributan Teddy Pardiyana dengan Anak-Anak Sule, Kuasa Hukum: yang Dipermasalahkan Bukan Gono Gini

Sabtu, 12 Desember 2020 21:21

Teddy Pardiyana © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Keributan yang melibatkan Teddy Pardiyana, Putri Delina dan Rizky Febian semakin memanas. Beberapa saat lalu Teddy bahkan menyebut Putri sebagai pencuri yang membuat Sule ikut meradang.

Berkaitan dengan persoalan antar keluarga ini, kuasa hukum Teddy Pardiyana akhirnya buka suara. Saat ditemui oleh KapanLagi.com beberapa saat lalu, kuasa hukum mantan suami Lina Zubaedah ini meluruskan duduk perkara berdasarkan sudut pandang kliennya.

"Saya hanya memberikan klarifikasi bahwa sebetulnya yang menjadi ribut ini bukan gono gini ya. Jadi seharusnya memang saudara Teddy itu tidak mempermasalahkan gono gini dia dengan almarhum," ungkap Ali Nurdin, kuasa hukum Teddy Pardiyana saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

"Ini yang perlu diluruskan, yang jadi masalah adalah bagaimana ketika salah satu orang itu meninggal dunia ya, itu akan timbul namanya harta warisan, nah harta warisan ini yang harus dibagi," sambungnya.

1. Peninggalan yang Belum Dibagi

Ali Nurdin menegaskan bahwa pokok permasalahan ini bukanlah harta gono gini, melainkan peninggalan mendiang Lina Zubaedah untuk para ahli waris yang belum dibagi.

"Kan walaupun bagaimana kan almarhum punya anak, punya anak yang masih kecil dan secara hukum dia memang harus mendapat warisan peninggalan ibunya, walaupun memang saudara Teddy masuk dalam ahli waris," tutur sang kuasa hukum.

"Nah itu yang harus temen-temen luruskan bahwa ini ada permasalahan di mana ada satu peninggalan ini belum dibagi, bukan gono gini," imbuhnya.

2. Kronologi Permasalahan

Lebih lanjut, Ali Nurdin menjelaskan kronologi permasalahan yang menyebabkan kliennya tidak terima dan buka suara tentang harta peninggalan Lina Zubaedah. Disebutkan bahwa Putri Delina mengambil peninggalan yang disepakati untuk disimpan bersama tanpa sepengetahuan Teddy.

"Nah, jadi pada saat kejadian meninggal itu, itu aset berupa sertifikat dan harta peninggalan itu dikuasai oleh saudara Teddy, tapi karena saudara Teddy punya itikad baik, dia tidak mempunyai niat jahat untuk menguasai barang orang lain, dia mengajak saudari Putri untuk menyimpan peninggalan itu di salah satu bank swasta di Bandung," katanya.

"Tapi yang jadi masalah pada saat dia menyimpan itu berdua, Teddy sama si anaknya itu, tiba-tiba itu diambil tanpa sepengetahuan, pada saat itu, si itu ngambil ke sana, surat-surat diambil, baru dia bilang bahwa itu sudah diambil, kan harusnya gak boleh kalau emang menyimpan berdua harusnya pada saat diambil harus berdua juga, karena memang dua orang ini sama-sama menjadi ahli waris dari almarhum," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING