LOST IN PAPUA Diprotes, Fauzi Baadilla Nilai Salah Paham
Fauzi BaadilaKapanlagi.com - Film LOST IN PAPUA memantik reaksi kontroversial di mana film tersebut diprotes oleh Lembaga Adat Masyarakat Papua. Aksi protes ini sendiri dilakukan oleh Lenis Koboya. STH M. Hum yang merupakan ketua lembaga tersebut, di mana ia kecewa karena film tersebut menampilkan adanya suku kanibal di Papua.Menanggapi protes ini, Fauzi Baadilla yang turut membintangi film ini menyatakan bahwa hal ini terjadi karena salah paham. "Ini kesalahpahaman, karena media itu punya bahasa sendiri. Orang film juga punya bahasa sendiri. Yang diterima orang Papua ini kesalahpahaman. Karena dari awal gak mungkin kita dan kru menjelek-jelekkan orang Papua," ucap Fauzi Baadilla dihubungi via telepon, Rabu (16/03).Menurut aktor kawakan tersebut, sutradara film ini sendiri yaitu Irham Acho Bahtiar adalah orang Papua. Dari sini jelas bahwa sang sutradara tidak mau menjelek-jelekkan daerahnya sendiri."Lagipula, sutradaranya sendiri orang Papua. Gak mungkin dia jelek-jelekkan daerahnya sendiri. Yang jelas, ini kesalahpahaman. Mudah-mudahan cepat selesai. Mungkin orang Papua ini cepat nanggapin karena di sana belum ada bioskop. Wajar kalau seperti ini salah persepsi. Kita berharap masalah ini cepat selesai," ucapnya.Selain itu menurut pria ini, film ini sendiri malah bertujuan mengangkat derajat masyarakat Papua. "Jelas kok di sini tujuannya mengangkat derajat masyarakat Papua. Mungkin di sini ada kesalahpahaman, kita maksud baik kok," pungkasnya.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(kpl/hen/sjw)
Advertisement
D Academy 8
- Lesti Kejora Berita TerbaruPotret Lesti Kejora - Alexa di Panggung Dangdut Academy 8, Cantik dan Glamor












































