SELEBRITI

Maura Magnalia Menyatu dengan Tanah, Nurul Arifin Antarkan Kepergian Putri Tercintanya dengan Tangis Air Mata

Rabu, 26 Januari 2022 15:50

Nurul Arifin tak kuasa menahan tangis di pemakaman Maura Magnalia. © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Artis Nurul Arifin tak kuasa menahan rasa sedih saat peti jenazah anaknya, Maura Magnalia Madyaratri dimakamkan. Putri pertama wanita berusia 55 tahun itu dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.

Mulai dari keluarga hingga sahabat mendiang Maura turut mengantarkannya ke peristirahatan terakhirnya. Sebelum dikuburkan, Nurul Arifin beserta Mayong Suryo Laksono dan Melkior Mirari Manusaktri, sang anak melakukan sesi foto di depan peti jenazah.

1. Nurul Arifin Tak Bisa Menahan Tangisnya

Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang pendeta, hingga akhirnya peti jenazah diturunkan ke liang lahat. Saat peti mulai diturunkan, Nurul Arifin terlihat menangis, sesekali dia menyeka air matanya dengan tisu.

Sedangkan suami beserta Mayong terlihat tegar. Mereka pun langsung menaburkan bunga sebelum liang lahat ditutup dengan tanah.

"Ini adalah puncak dari prosesi, yaitu dimakamkannya, sudah selesai, sudah lengkap," ucap Nurul Arifin usai pemakaman, Kamis (26/1).

2. Penyebab Meninggal

Maura Magnalia Madyaratri meninggal dunia pada hari selasa 25 Januari 2022 pukul 05.37 WIB di rumah sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat. Penyebab kematian gadis berusia 27 tahun ini awalnya tak diketahui pasti, hanya saja Maura dikabarkan meninggal karena gagal jantung. 

Saat ditemui di rumah duka, kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (25/1) kedua orangtua, Maura Magnalia Madyaratri, Nurul Arifin dan Mayong Suryolaksono membeberkan penyebab kematian putrinya itu. Mayong menyebut, memang Maura meninggal karena alami gagal jantung.

3. Kronologi Kematian Maura

"Dia, kalau sebab penyakitnya kan adalah henti jantung," ucap Mayong.

Ia pun juga menceritakan bagaimana kronologi meninggalnya Maura Magnalia Madyaratri. Mayong mengatakan nyawa sang putri tak tertolong ketika sudah dilarikan ke rumah sakit.

"Terus, tadi kami bawa ke rumah sakit jam 5 pagi, dinyatakan meninggal pada 5.37 WIB. Jadi, sempat ada waktu 37 menit dan tidak tertolong. Jadi, sudah lemas, sudah dingin," ungkap Mayong (25/1/2022).

4. Kondisi Drop

Selain itu, Mayong mengatakan bahwa Maura juga sempat alami depresi karena sibuk mengurus wisuda S2 nya. Bahkan, Maura ternyata juga sering datang berkonsultasi ke psikolog.

"Nggak tahu, karena mungkin kondisinya lagi drop, dia tidak tidur, dia lagi mengurusi wisudanya bulan depan, dia akan wisuda dari Sydney University, baru selesai S2. Wisuda nya masih belum tahu boleh atau tidak pergi ke Australia karena masih lock down. Kemudian dia juga melamar kerja, mungkin karena stress beberapa hari tidak tidur, ya begitulah. Ternyata ada beberapa hal yang tidak bisa dideteksi oleh kita semua mungkin Maura sendiri tidak menduga bahwa akan secepat itu," ujarnya.

"(Penyakit) Relatif tidak. Cuma ya memang Maura biasalah, agak depresi, konsultasi psikolog, anak muda," tukasnya.

5. Ucapan Terakhir Maura Magnalia

Saat itu, Lucky mengatakan bahwa dirinya sempat membahas sosok River Phoenix. Di situ, Maura mengatakan bahwa orang baik pasti akan cepat pergi untuk selama-lamanya.

"Malam itu kita lagi chatan, kita lagi bicarain soal River Phoenix dari VIP Club, lagi ngobrolin itu, dia bilang 'He's very nice person' intinya 'orang baik itu meninggalnya cepat' itu kata dia," ungkap Lucky saat ditemui di rumah duka kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (25/1).

Selain itu, Lucky pun menyebut semasa hidup, Maura Magnalia Madyaratri tak pernah keluhkan sakit yang ia derita. Oleh karena itu, ia merasa terkejut ketika mengetahui Maura meninggal dunia.

"Nggak, dia klo penyakitnya itu nggak mau ngedumel, bukan orang ngeluh," tukasnya.


REKOMENDASI
TRENDING