Mengintip Masuk ke Dalam Imaji 'Liar' Pandji Pragiwaksono

Jum'at, 17 Oktober 2014 07:55 Penulis: Nadia Adibie
Mengintip Masuk ke Dalam Imaji 'Liar' Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono. / KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu, tim KapanLagi.com® menemui Pandji Pragiwaksono di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, Pandji menceritakan landasan pemikirannya dalam menjalani kehidupan. Seperti apa sih? Yuk intip transkrip wawancara bersama Pandji berikut ini.

Apa sih rahasia guyonan cerdas kamu?

Kalau makin ke sini sih saya sebenarnya bingung juga yah. Selain referensi yang luas mungkin lebih dibutuhkan kecerdasan untuk mengolah bahan atau disiplin main porsi yang besar dan latihan serta   butuh keterbukaan juga untuk menerima masukan.

Tapi yah, untuk mengolah sebuah bahan atau premi yang berat untuk menjadi sebuah bahan yang lucu itu butuh kecerdasan. Sebab bukan hanya standup komedian, pelawak tradisional sekalipun untuk membuat orang tertawa itu adalah kecerdasan tertentu. Di luar itu hanya butuh referensi

Pandji mengaku melakukan apa saja yang disukainya. / KapanLagi,com®Pandji mengaku melakukan apa saja yang disukainya. / KapanLagi,com®

Siapa sih Comic favorit kamu?

Kalau di Indonesia saya susah untuk nggak bilang Raditya Dika favorit saya karena semua ilmu saya itu turunnya dari dia. Dia itu kayak ngasih voor aja buat saya, dia itu kayak Ahmad Dhani lah ya. Jenius yang ngasih voor aja. Terus saya juga suka sama Sammy The Slim Boy. Karena saya pengen banget kayak dia tapi gak pernah bisa, karena bukan gitu tipenya. Tapi yang bisa bikin saya nangis Cuma ernest prakarsa. Kalau ngeliat dia gimana gitu terharu sampai keluar air mata.

Kalau Dono - Kasino - Indro?

Itu legenda buat saya. Sulit untuk mencabut warkop  DKI (Dono - Kasino - Indro) dari sejarah komedi di Indonesia dan sejarah Indonesia kan kita tumbuh dari situ mereka besar dari radio. Nah, ini menarik nih. Kan orang-orang banyak tahunya karya karya filmnya, tapi mereka itu kan berangkat dari panggung dan radio. Kalau kita amati ya bahan yang mereka bawakan itu banyak.

Bagaimana dengan Kartolo?

Kalau Kartolo harus saya akui saya tidak begitu dekat dengan karya-karya beliau tapi kalau ditanya apakah dia salah satu legenda komedi di Indonesia, itu jelas sudah pasti.

Kalau Srimulat?

Srimulat juga legenda ya. Ada sebuah kerinduan untuk melihat gaya komedi yang srimulat bawakan. Dan anehnya nih, umur berapapun  nyambung dengan apa yang mereka bawakan. Mereka datang dari generasi yang lalu tapi generasi saya masih bisa menikmati dan generasi generasi dibawah saya masih bisa menikmati dan itu sesuatu yang luar biasa.

Pandji Dibilang Multi Talenta. Apa tanggapannya?

Yah kalau saya sih ya iya. Soalnya gini, kalau jaman dahulu orang nggak dikotak-kotakin ya. Da Vinci itu seniman, inventor juga, filsuf juga, desainer juga. Dan manusia itu akan nggak ada batasnya kecuali dia membatasi sendiri dengan akal yang dia miliki. Apapun itu saya kerjakan saja. Kalaupun saya gagal, itu artinya saya pernah mengejar mimpi itu.

(kpl/nad)

Editor:

Nadia Adibie


REKOMENDASI
TRENDING