SELEBRITI

Merasa Dijebak, Nirina Zubir Walk Out dari Program Wawancara Salah Satu Stasiun TV dan Tuntut Permintaan Maaf

Jum'at, 19 November 2021 08:10

Nirina Zubir walk out saat wawancara © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Nirina Zubir yang tengah memperjuangkan kasus penilapan rumah oleh mafia tanah kembali menjadi sorotan setelah walk out di tengah wawancara dengan salah satu stasiun TV. Usut punya usut, ternyata aktris 41 tahun tersebut merasa dijebak lantaran program yang dihadirinya dinilai tidak sesuai dengan yang dikabarkan padanya sebelum siaran.

Tak hanya meninggalkan acara, Nirina juga menuntut permintaan maaf dari pihak stasiun TV terkait pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya tersebut melalui postingan Instagram story. Ia menyayangkan pihak stasiun TV yang terkesan 'memberi panggung' di tengah musibah yang dialaminya.

"Sumpah kecewa banget ya sama TV One ya, Na nggak ngerti, maksud Nirina, Na udah memberikan waktu Nirina banyak untuk TV One dari jam 05.30 pagi ini untuk memberikan wawancara dan juga memberikan semua pikiran Nirina dan juga pengalaman Nirina untuk Nirina Bagi di TV One," ungkap Nirina di Instagram story-nya.

"Tapi apa yang terjadi? Pas tadi Nirina tadi dari pagi loh Nirina dari jam 05.30 sampai detik ini Nirina belum selesai melakukan wawancara, tapi apa yang terjadi? TV One menjebak Nirina live bersama seseorang yang adalah mengaku kuasa hukum dari tersangka, Riri Kasmita, yang kita ketahui bukan dia. Kalaupun itu dia lawyer baru, oh come on, banyak lah pasti lawyer-lawyer yang pada saat ini yang bermunculan, tapi masa dikasih sih panggung sama TV One? I'm very disappointed, dan saya dan lawyer saya meminta surat permohonan minta maaf dari TV One, saya tunggu," imbuhnya.

1. Detik-Detik Nirina Walk Out

Ungkapan kekecewaan yang sama sudah diungkapkan Nirina Zubir dan kuasa hukum secara live di program wawancara. Keduanya memotong pembicaraan saat pembawa acara memberi kesempatan pada kuasa hukum tersangka untuk menjelaskan kronologi kasus dari sudut pandang kliennya.

Nirina Zubir dan kuasa hukum mengatakan bahwa lawyer yang dihadirkan bukan kuasa hukum tersangka seperti yang mereka ketahui sebelumnya. Ditambah lagi, pernyataan dari lawyer tersebut dianggap asal-asalan dan tidak sesuai fakta.

"Kami tahunya hari ini sama BPN Jakarta Barat, bukan sama lawyer yang saya nggak tahu, nggak pernah lihat surat kuasanya, ngomong asal-asalan nggak ada bukti, gitu lho," ungkap Ruben Jeffrey Siregar selaku kuasa hukum Nirina Zubir.

"Jadi gini ya, maaf ya mbak ya, tapi saya kecewa sekali sama TV One karena saya memberikan waktu saya untuk memberikan klarifikasi tapi untuk berbicara dengan BPN, tidak diberi tahu bahwa ada lawyer yang baru dateng kemudian mengambil waktu saya dan menjelaskan asal-asalan. Jadi terima kasih TV One untuk memberikan panggung kepada orang-orang yang tidak layak ini, kami tinggalkan ini, terima kasih, dan mas silakan, mau ambil panggung kan? Silakan," tutup Nirina seraya meninggalkan lokasi.

2. Permintaan Maaf Pihak Stasiun TV

Hanya berselang beberapa jam setelah Nirina Zubir menuntut permintaan maaf, pihak stasiun TV pun akhirnya buka suara. Melalui akun Instagram resmi mereka, penanggung jawab program yang mengundang Nirina langsung merilis surat permintaan maaf beserta penjelasan dari sudut pandang stasiun TV tersebut.

Melalui surat tersebut, pihak stasiun TV mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud menjebak apalagi dengan sengaja tidak menginformasikan kehadiran pengacara tersangka sebagai salah satu narasumber. Berikut isi surat permintaan maaf yang dialamatkan kepada Nirina Zubir selengkapnya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by TV ONE (@tvonenews)

Jakarta, 19 November 2021

Salam hormat,

Saya Eduardus Karel Dewanto, Penanggungjawab Program Apa Kabar Indonesia Malam dan Tim, menanggapi ketidaknyamanan Mbak Nirina Zubir, saat berdialog di tvOne dengan judul "Rumah Ditilap Mafia Tanah, Nirina Menggugat"

Berikut penjelasan kami:

1. Sama sekali tvOne tidak bermaksud menjebak, seperti disampaikan Mbak Nirina dengan menghadirkan pengacara tersangka Riri. Semata mata, kehadiran pengacara tersangka tersebut untuk memenuhi kaidah pemberitaan yang seimbang dan menghormati asas praduga tak bersalah.

2. Sama sekali tvOne tidak bermaksud dengan sengaja, tidak menginformasikan kehadiran pengacara tersangka. Kami memperoleh narasumber tersebut untuk memenuhi kaidah keberimbangan pun di menit terakhir menjelang on air. Sejak awal dialog seluruh narasumber sudah diperkenalkan presenter. Saat itu, Mbak Nirina juga bersedia berdialog dengan pengacara tersebut. Saat jeda komersial pun tidak ada masalah. Persoalan muncul ketika di segmen berikutnya presenter memberi waktu ke kuasa hukum tersangka.

3. Dalam konteks isi dialog, tvOne sepakat dan berpihak pada pemberantasan Mafia Tanah. Oleh karena itulah, kami menghadirkan nara sumber yang kompeten lainnya, seperti Staf Khusus Kementerian BPN, Dirkrimsus Polda Metro Jaya dan Pengamat Pidana. Dari narasumber tersebut, disimpulkan semuanya setuju Mafia Tanah harus diperangi.

Demikian penjelasan kami semoga bisa membantu menjernihkan informasi atas ketidaknyamanan Mbak Nirina Zubir, selaku korban Mafia Tanah.

Terima kasih
Salam Hormat,

Eduardus Karel Dewanto
Manager Hard News Talkshow.

(kpl/rsp)


REKOMENDASI
TRENDING