CLOSE

Molor Kelamaan, 'BETINA' Tak Masuk Studio 21

Kapanlagi.com - Setelah dua tahun diproduksi, film BETINA garapan Lola Amaria (29) akhirnya akan di-launching pada pertengahan bulan Agustus mendatang. BETINA adalah film kedua dari karir Lola sebagai sutradara, setelah film perdananya berjudul NOVEL TANPA HURUF 'R'.

Mengapa tertahan sekian lama? Lagi-lagi, kata Lola, alasannya terbentur oleh dana dan sponsor, jadi sempat vakum. Karena dana yang terbatas jualah, BETINA batal masuk Studio 21.

BETINA digarap sejak tahun 2004. Syuting pertama pada bulan Juni 2004, sebulan kemudian, tak ada pengerjaan sampai setahun lamanya. Pertengahan tahun 2005, syuting baru dilakukan lagi. Proses editing dilakukan di akhir tahun 2005.

"Film udah selesai 100%. Sekarang, kita melakukan promosi, publikasi, distribusi, untuk akhirnya road show ke kampus-kampus," kata Lola.

"Sempat, ada rencana ditransfer ke seluloid, untuk masuk ke (studio) 21, tapi dananya mahal sekali. Tapi saya lihat, film ini cocok untuk dibawa ke kampus, biar ada wacana diskusi," kata Lola.

Film ini, yang memakan biaya ratusan juta, menceritakan perempuan bernama Betina, yang terobsesi dengan sosok seorang lelaki. Tapi, lelaki itu hanya muncul setiap ada ritual kematian saja, karena sang lelaki adalah 'Pangeran Kematian'.

Betina tinggal di desa dan pekerjaannya menjadi pemerah susu sapi. Sejak kecil, Betina telah kehilangan sosok seorang lelaki, karena bapaknya diculik. Lalu, suatu ketika, dia menyaksikan upacara kematian dan dia melihat Maudy yang duduk di sisi peti jenazah, diperlakukan istimewa oleh 'Pangeran Kematian' itu.

Karena terobsesi oleh si lelaki imajiner itu, Betina ingin membunuh. Rencananya, Betina akan di-launching pada tanggal 16 Agustus, sekalian meluncurkan buku berjudul Betina, yang ditulis oleh novelis Nova Riyanti Yusuf (Noriyu), di Goethe Institute.

Pada 23 Agustus, akan dilakukan gala premier BETINA, di Taman Usmar Ismail Hall. "BETINA juga sudah dijadwalkan tayang di Art Cinema (Taman Ismail Marzuki, Cikini), pada bulan Agustus tersebut," imbuh Lola.

Saat produksi filmnya vakum, ada perubahan fisik di pemain. "Maudy (Kusnaedi) badannya kurusan, Kinaryosih rambutnya dipotong, tapi kita siasati dengan dikuncir," ujar Lola.

Apa ada yang berubah pada sapinya? "Aku kira, sapinya udah jadi kornet, tapi ternyata enggak. Tapi tetap ada yang berubah, sapinya sudah bertanduk. Untung, aku enggak pakai sapi lagi di syuting kedua," kata Lola.

Meski ceritanya terkesan tidak masuk akal, seperti film-film yang dibintangi Lola sebelumnya, BETH, NOVEL TANPA HURUF 'R', Lola tetap meyakini film ini akan mudah dipahami, karena mengambil tema cinta. Karena film ini tanpa dialog, Lola menggandeng Syaharani untuk mengisi musiknya.

"Syaharani kandidat tunggal, dan dia mudah diajak kerjasama," ungkap Lola Amaria.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(fia/bun)

Rekomendasi

Trending