Monolog Putu Wijaya Tampil Sebagai Pembuka FSS
Kapanlagi.com - Aktor, sutradara dan penulis terkemuka, Putu Wijaya memastikan diri untuk tampil monolog sebagai pembuka pada Festival Seni Surabaya (FSS) 2005 yang akan dibuka Rabu, 1 Juni mendatang.
"Pak Putu Wijaya sudah menyatakan kepastiannya untuk tampil dan membawakan naskah monolog khusus sesuai dengan tema FSS 2005 ini," kata Sekretaris FSS 2005, Sandiantoro kepada wartawan di Surabaya, Senin (23/5).
Ia menjelaskan, sesuai dengan tema FSS kali ini, Putu Wijaya yang juga pimpinan Teater Mandiri, Jakarta akan membawakan naskah monolog, 'Jangan Menangis Indonesia' di gedung utama Balai Pemuda Surabaya.
"Pak Putu memang menyatakan apresiasinya yang sangat besar pada FSS ini sehingga membuat naskah khusus untuk menghibur publik Surabaya. Diperkirakan ia akan tampil antara satu hingga dua jam," katanya.
Advertisement
Menurut Sandi, pembukaan FSS itu akan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik. Namun untuk pembukaan akan dilakukan secara bersama-sama antara menteri dengan pihak lain yang mendukung FSS.
"Jadi pembukaan dilakukan bersama-sama karena FSS ini merupakan milik bersama. Kami akan menampilkan sesuatu yang egaliter, semua komponen yang terlibat alam FSS ini, termasuk sponsor," katanya.
Ia mengemukakan, persiapan FSS tahun sudah mencapai 95% karena proses kurasi semua bidang yang akan ditampilkan, seperti tari, teater, sastra, film, senirupa dan lainnya sudah selesai.
"Semua persiapan untuk peralatan penampilan, seperti sound sistem juga sudah siap. Sekarang kami berada pada tahap penyempurnaan kalau masih ada hal-hal yang kurang," katanya.
FSS 2005 dengan tema 'Jangan Menangis Indonesia' akan digelar di komplek Balai Pemuda Surabaya 1-15 Juni. Meskipun mengacu pada peristiwa bencana di tanah air, seperti tsunami, namun festival tersebut juga merespon peristiwa lain, seperti masalah TKW dan lainnya.
"FSS 2005 ingin menggugah bangsa yang terpuruk dalam kubangan panjang berbagai bencana ini menuju pencerahan dan pemberdayaan. Kita terpuruk dalam berbagai bidang, termasuk masalah politik, keluarga dan terakhir peristiwa tsunami di Aceh itu," katanya.
Ia menjelaskan, tema 'Jangan Menangis Indonesia' itu ingin membangkitkan optimisme bangsa melalui seni budaya. Hal ini berbeda dengan tema FSS tahun sebelumnya, yakni "Kontemplasi" yang mengajak masyarakat merefleksi peristiwa besar saat itu, yaitu Pemilu.
"Melalui FSS 2005 kita galang solidaritas, kita transformasikan potensi-potensi keluhuran dan keindahan serta kemampuan kesadaran baru untuk mengeliminasi empat penyakit rohani manusia, yakni egoisme, fanatisme, keserakahan dan arogansi," katanya.
Menurut dia, melalui festival kali ini, pihaknya ingin mengajak masyarakat melawan keterpurukan dan kebangkrutan bangsa ini dengan pandangan dan pikiran positif dengan menegakkan martabat, nilai dan jati diri bangsa.
Menurut dia, FSS kali ini menampilkan 30 menu sajian dari dalam dan luar negeri, seperti teater, tari, musik, senirupa, sastra dan film dengan kegiatan pendukung seperti seminar, festival kaos oblong, bursa buku dan lain-lain.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/dar)
Advertisement












































