Pengalaman Mencekam Melly Goeslaw Saat Kirim Bantuan Untuk Palestina

Kamis, 28 Desember 2017 21:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Pengalaman Mencekam Melly Goeslaw Saat Kirim Bantuan Untuk Palestina Melly Goeslaw / Credit: KapanLagi - Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Belum lama ini Melly Goeslaw berangkat ke wilayah Selatan Turki untuk menjalani misi kemanusiaan dan membantu para pengungsi Palestina. Tak sendirian, pelantun lagu Denting itu juga ditemani oleh beberapa relawan lain dari Qupro Indonesia.

Padahal seperti diketahui, kemanan di sana sedang tidak terjamin. Namun Melly sudah memantapkan hatinya untuk berangkat. Dan sebenarnya, sang suami, Anto Hoed sempat khawatir dengan satu hal ketika mengizinkan Melly berangkat membawa misi kemanusiaan tersebut.

"Mas Anto dari awal khawatirnya yang di Beirut itu, dari awal mas Anto sudah bilang kayaknya kalau di Beirut bukannya lagi konflik banget ya? Bukannya itu kan jadi sasaran bom mulu ya? Mas anto yang lain lainnya nggak khawatir (kecuali) yang di Beirut itu. Ternyata memang kejadian kan nggak bisa masuk Beirut dan langung pulang. Khawatir sih pasti ada ya, cuman namanya waktu itu minta izin juga udah ikhlas gitu. Kalau pergi ke sana kan kita musti ikhlas nggak balik lagi ya. Jadi harus ikhlas," kenang Melly ketika ditemui di kawasan Bintaro, Tanggerang, Minggu (24/12).

Melly cerita pengalaman mencekam di Palestina / Credit: KapanLagi - Agus ApriyantoMelly cerita pengalaman mencekam di Palestina / Credit: KapanLagi - Agus Apriyanto

Selain suami, penyanyi yang dikenal dengan dandanan uniknya itu juga meninggalkan kedua putranya, Abe dan Ale. Meskipun begitu, Melly bisa berangkat dengan hati ikhlas karena semua anggota keluarganya tak ada yang menghalangi.

"Anak-anak juga ikhlas gitu, kebetulan keluarga saya nggak terlalu baperan kali ya orangnya jadi menganggap semua akan baik-baik saja karena kan niatnya baik.  Pokoknya saya pikirannya gini, apapaun yang harus terjadi, terjadilah. Dan saya bilang sama Mas Anto, kalau saya jadi pergi berarti memang Allah kasih izin kalau saya harus pulang pasti pulang, kalau mati itu kan bisa di mana saja, makanya kalau meninggal ya meninggal aja," sambungnya.

"Karena sudah ikhlas sih, jadi nggak terlalu (Was-was). Waktu masuk ke Kilis aja, banyak tentara paspor kita ditahan yang satu keluar bus kita nunggu di dalam bus itu rada mencekam sih karena di situ banyak tentara ISIS, banyak penculikan, penyekapan. Tapi mau gimana lagi, yaudah lah mau gimana lagi," pungkas Melly.

(kpl/aal/gtr)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING