Melly Goeslaw Ungkap Trauma Yang Dialami Anak Palestina Karena Bom & Peluru

Selasa, 26 Desember 2017 17:40 Penulis: Ahmat Effendi
Melly Goeslaw Ungkap Trauma Yang Dialami Anak Palestina Karena Bom & Peluru Melly Goeslaw ©KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Tindakan zionisme Israel telah memakan banyak korban terutama warga serta anak-anak Palestina yang tidak bersalah. Banyak penduduk Palestina mencoba melarikan diri, di antaranya sekitar 120 ribu orang yang ditampung di Provinsi Kilis, Turki Selatan. Artis Melly Goeslaw yang sempat mengunjungi area pengungsian tersebut mengungkap bagaimana para pengungsi yang ada seolah hidup segan namun mati tak mau.

"Kayak udah apatis sama keadaan nggak ada senyum, diajak ngomong aja susah. Nggak ada ekspresi. Pas kita masuk ke dekat kantornya itu lebih parah mereka benar-benar nggak mau disamperin gitu, ketika ada orang asing mereka sembunyi ke dekat sampah, tempat apa pun yang bisa mereka sembunyi. Mereka sembunyi nggak mau disamperin jadi kita harus pelan-pelan banget samperinnya. Ada beberapa yang mau tapi mayoritas nggak mau. Trauma," ujar Melly Goeslaw di kawasan Bintaro, Tanggerang, Minggu (24/12).

Pengungsi yang ada banyak yang menutup diri dari orang asing. Trauma yang mendalam dialami oleh anak-anak Palestina. Tak jarang mereka kehilangan orang tua dalam pelarian ke negeri orang tersebut.

Melly mengungkap trauma yang dihadapi anak-anak Palestina di pengungsian. Cr: KapanLagi.com/Agus ApriyantoMelly mengungkap trauma yang dihadapi anak-anak Palestina di pengungsian. Cr: KapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Ya karena mereka trauma ya, bayangin aja anak-anak itu selain dari di Palestinanya ngedengerin ada bunyi bom. Ngedengerin teman-temannya ditembak segala macam mereka harus melarikan diri lewat laut, pasti trauma lewat laut kan lihat yang lain tenggelam. Dia kebawa sama orang lain yang dia nggak kenal, bapaknya nggak ada, ibunya hanyut pasti trauma," tuturnya.

"Mereka ngelihat orang asing tuh udah curiga duluan. Udah nggak nyaman kan yang diutamakan di sana selain penghafal Al Quran, adalah trauma healingnya itu. Jadi yang di penampungan itu yang di utamakan adalah menghafal Al Quran dan trauma healing," tuturnya.

Sejatinya Melly sempat berniat mengunjungi area pengungsian di satu negara lain. Namun situasi yang ada tidak memungkinkan. Dalam perjalanan tersebut Melly juga terlihat bersama penyanyi religi Opick yang turut memberikan bantuan.

"Harusnya hari ini saya baru pulang, cuma kemarin kan dari Kilis itu kan mau ke Beirut (ibu kota) Lebanon, cuman besoknya mau ke Beirut malamnya baru dikabarin ternyata di sana lagi zona merah. Pemerintah KBRI, KBRI yang ada di sana kalau mau masuk silakan tapi mereka tidak menjamin keselamatan kita. Akhirnya diputuskan kita kirimkan bantuan saja karena yang penting kan bantuannya sampai. Kitanya selamat. Akhirnya kepulangan saya dipercepat, untung dapat tiket. Harusnya hari ini baru pulang," tandasnya.

(kpl/aal/sjw)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING