Setelah ditembak jatuh dari atap Hotel Continental oleh Winston, John Wick masih hidup.
Tubuhnya yang hancur dan luka-luka membuatnya harus bersembunyi di bawah tanah bersama
Bowery King, sosok misterius yang selama ini memimpin jaringan informan jalanan. Di tempat
persembunyian itulah John perlahan memulihkan diri, menata napas, dan menyalakan kembali
tekadnya untuk membalas dendam kepada organisasi yang telah menghancurkan hidupnya, High
Table.
Ia sadar satu-satunya jalan keluar dari penderitaan yang tiada akhir adalah menghadapi
mereka secara langsung. Maka, John memutuskan untuk memulai perjalanan menuju Maroko, tempat
ia mencari dan membunuh sang Elder, sosok yang dikenal sebagai orang tertinggi di atas High Table.
Tindakan ini bukan hanya perlawanan, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa John Wick menolak
tunduk pada siapa pun lagi.
Pembunuhan sang Elder mengguncang seluruh sistem High
Table. Sebagai balasan, mereka mengutus seorang bangsawan berkuasa bernama Marquis Vincent
Bisset de Gramont. Dengan kekuasaan yang besar dan sumber daya tanpa batas, Marquis diberi
mandat untuk memburu dan membunuh John Wick dengan cara apa pun.
Marquis adalah sosok yang sombong, penuh gengsi, dan menganggap dirinya sebagai wajah
baru dari tatanan High Table. Ia ingin menghapus jejak John dari dunia sebagai simbol bahwa tidak
ada yang bisa menentang hukum mereka. Untuk memperkuat misinya, ia memanggil Winston, manajer
Hotel Continental New York, bersama pelayannya yang setia, Charon.
Marquis
menuduh Winston gagal menjalankan tugasnya karena tidak benar-benar membunuh John saat
kesempatan datang. Sebagai hukuman, Marquis mencabut jabatan Winston, menobatkannya sebagai
"excommunicado" yang berarti kehilangan semua hak dan perlindungan dari High Table. Tidak berhenti
di situ, ia juga menghancurkan Hotel Continental dengan ledakan besar, simbol bahwa tempat
perlindungan bagi para pembunuh itu kini sudah tiada. Dalam aksi kejam yang sama, Charon
dieksekusi di depan mata Winston tanpa ampun.
Sementara itu, Marquis
menugaskan seseorang yang lebih berbahaya untuk memburu John. Orang itu adalah Caine, seorang
pembunuh legendaris yang sudah lama pensiun dan kini hidup buta. Caine dulu adalah sahabat lama
John, tetapi ia tidak punya pilihan selain menuruti perintah High Table karena keselamatan putrinya
dipertaruhkan. Jika ia menolak, Marquis akan membunuh anaknya tanpa ragu. Dengan rasa bersalah
dan ketakutan, Caine kembali ke dunia kekerasan yang dulu ia tinggalkan, kini dengan misi membunuh
pria yang pernah ia anggap saudara sendiri.
John yang mengetahui dirinya
diburu dari segala arah mencari perlindungan di Osaka Continental, hotel cabang yang dikelola oleh
sahabatnya, Shimazu Koji. Koji menerima John dengan tangan terbuka, meskipun ia tahu bahwa
melindungi John berarti melawan High Table. Anak perempuan Koji, Akira, yang juga bekerja sebagai
kepala keamanan hotel, menentang keputusan ayahnya karena sadar konsekuensi yang akan datang.
Namun rasa persaudaraan Koji kepada John lebih besar daripada rasa
takutnya pada Marquis. Tak lama kemudian, Caine dan tangan kanan Marquis yang bernama Chidi tiba
di Osaka bersama pasukan High Table. Mereka datang bukan untuk bernegosiasi, melainkan untuk
menghapus nama John dari dunia.
Pertempuran pun tak terelakkan. Para
penjaga Osaka Continental bertempur dengan gagah berani melawan pasukan bersenjata lengkap.
Suara peluru dan pedang memenuhi lorong hotel yang megah. Akira berusaha mengevakuasi tamu
dan staf sebelum hotel dinyatakan "tidak disucikan", status yang menandakan hotel tersebut
kehilangan perlindungan resmi dari High Table.
Dalam kekacauan itu, John
bertarung melawan puluhan prajurit lapis baja. Ia bergerak cepat, memanfaatkan setiap senjata yang
ada, bahkan memadukan bela diri dan tembakan presisi yang menjadi ciri khasnya. Pertarungan
berujung pada pertemuan antara John dan Caine, dua pembunuh ulung yang dulu bersahabat, kini
terpaksa berhadapan sebagai musuh.
Di tengah duel yang intens, muncul sosok
misterius yang dikenal dengan sebutan Mr. Nobody, seorang pemburu hadiah yang mengikuti
pergerakan John selama ini. Mr. Nobody memiliki cara kerja yang berbeda dari pemburu lain. Ia
menilai segala sesuatu berdasarkan harga. Saat itu, imbalan untuk kepala John belum cukup besar,
sehingga ia memutuskan untuk membiarkan John pergi. Keputusan itu membuat John memiliki
sedikit waktu untuk melarikan diri, tetapi pertempuran masih jauh dari selesai.
Koji yang terluka parah tetap memilih untuk melawan Caine demi membela John. Pertarungan
singkat antara dua pendekar itu berakhir tragis ketika Caine terpaksa membunuh Koji untuk
mempertahankan hidupnya. Namun sebelum meninggal, Koji memohon agar Akira tetap hidup.
Akira yang menyaksikan kematian ayahnya menahan amarah luar biasa dan
berusaha menyerang Caine, tetapi pria buta itu menahannya dan berkata satu kata sederhana yang
penuh makna, "Hiduplah". Ia tahu bahwa rasa sakit itu akan menuntun Akira pada jalan balas dendam
suatu hari nanti. Saat Akira berjalan pergi dengan mata penuh air mata, Caine berbisik pelan bahwa ia
akan menunggu saat gadis itu datang untuk menuntut balas.
Di sisi lain dunia,
John kembali melangkah di jalan gelap yang seolah tidak berujung. Ia kehilangan teman, tempat
perlindungan, dan kesempatan untuk hidup damai. Setiap langkahnya kini hanya dipenuhi oleh amarah
dan rasa kehilangan. Namun di balik itu semua, John masih memegang prinsipnya, bahwa kebebasan
tidak diberikan, melainkan diperjuangkan.
Dengan seluruh dunia memburunya,
John Wick berdiri sekali lagi, bersiap menghadapi Marquis dan seluruh High Table yang menganggap
dirinya hanyalah pion di papan permainan mereka. Apakah John akan berhasil menghancurkan sistem
yang selama ini memperbudak para pembunuh, atau justru tenggelam bersama darah dan dendam
yang ia ciptakan sendiri?
Penulis artikel: Abdilla Monica Permata B.