Melly Goeslaw Ungkap Alasan Tak Bisa Adopsi Anak-Anak di Pengungsian Palestina

Senin, 25 Desember 2017 16:30 Penulis: Tyssa Madelina
Melly Goeslaw Ungkap Alasan Tak Bisa Adopsi Anak-Anak di Pengungsian Palestina Melly Goeslaw © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Membawa misi kemanusiaan, musisi senior Melly Goeslaw dan tim relawan Duta Kemanusiaan Indonesia mengunjungi para pengungsi korban polemik yang terjadi di Palestina saat ini. Terletak di perbatasan antara Turki dan Suriah, tepatnya di Kilis, para pengungsi yang berjumlah 120 ribu orang tersebut ditampung. Menurut penuturan Melly, selain menampung orang Palestina, tempat pengungsian tersebut juga menampung warga Suriah.

"Mayoritas janda syahid sama anak-anak. Bapak-bapaknya kan ikut perang. Mereka (para pengungsi) juga udah hilang harapan kali ya bapak-bapaknya bakal balik. Pokoknya udah putus komunikasi. Mereka yang ditampung ini berhasil melarikan diri lewat laut, sebenarnya jumlahnya bisa lebih dari 120 ribu orang tapi mayoritas juga tenggelam di tengah laut nggak bisa sampai ke perbatasan," jelas Melly saat dijumpai di kawasan Bintaro, Tanggerang, Minggu (24/12).

Selain ke lokasi pengungsian yang terletak di Kilis, Melly juga mengunjungi sebuah sekolah yang berada di Istanbul. Dengan kondisi tempat pengungsian yang dirasa jauh lebih baik dari lokasi pertama, Melly menuturkan terdapat 220 anak yang ditampung di sekolah tersebut.

Perbedaan pendidikan antara Indonesia dan Palestina menjadi salah satu alasan Melly Goeslaw tak diperbolehkan mengadopsi anak. © KapanLagi.com/Agus ApriyantoPerbedaan pendidikan antara Indonesia dan Palestina menjadi salah satu alasan Melly Goeslaw tak diperbolehkan mengadopsi anak. © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

"Di sekolah itu kondisinya lumayan lebih bagus daripada di penampungan. Karena di sekolah itu mereka satu anak punya orangtua angkat. Bukan adopsi karena enggak boleh diadopsi. Jadi kalau orangtua angkat itu membiayai anak itu sekolah dengan perjanjian harus mau membiayai sampai ke tingkat mana pun," tutur wanita berusia 43 tahun tersebut.

Selain hal tersebut, perbedaan pendidikan dasar antara Palestina dan Indonesia juga menghalangi niat baik Melly untuk mengadopsi anak-anak di pengungsian tersebut. Padahal, dirinya sudah terlanjur jatuh cinta dengan kedua anak yang ditemuinya saat di tempat pengungsian dan berniat membawa mereka pulang ke Indonesia.

"Iya yang dua anak itu yang mata jamur sama yang matanya bagus itu, itu dua duanya saya jatuh cinta banget, dan saya bilang sama pemerintah sana yang mewakili, boleh nggak kita adopsi ternyata nggak bisa. Karena mereka tidak boleh dipisahkan dari masyarakat Palestina sendiri. Pertama mungkin untuk trauma healing agar lebih cepat, kedua karena pelajaran yang diterima sama di Indonesia beda banget karena disana diwajibkan menghafal Al Quran. Selain itu, mereka mau menjaga Al Aqso jadi anak-anak penerus tidak boleh dibawa ke luar," pungkasnya.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING