Pada peringatan tiga puluh tahun pernikahannya dengan Lisa McDowell, Pangeran Akeem dari
Zamunda menghadapi kenyataan pahit yang tidak pernah ia bayangkan. Ayahandanya, Raja Jaffe
Joffer, kini berada di ambang kematian. Ia memanggil Akeem ke ranjangnya yang megah untuk
mengungkapkan sebuah rahasia besar yang telah lama ia simpan.
Dengan suara berat dan
tubuh yang melemah, Raja Jaffe berkata bahwa Akeem sebenarnya memiliki seorang putra di Amerika.
Ia menyebutnya sebagai anak haram yang lahir bertahun-tahun lalu ketika Akeem pertama kali
mengunjungi Queens untuk mencari calon istri. Akeem terkejut, karena ia tidak pernah merasa
melakukan hubungan tersebut.
Namun sang penyihir istana, Baba, dengan percaya diri
menyatakan bahwa Akeem kala itu berada dalam pengaruh obat yang diberikan Semmi. Semmi
mengakui bahwa ia mengundang dua perempuan untuk menemani mereka, dan tanpa sadar Akeem
terjebak dalam situasi yang membuatnya bersama salah satu perempuan itu.
Zamunda
memiliki aturan yang sangat ketat. Hanya pewaris laki-laki yang dapat naik takhta. Sementara Akeem
hanya memiliki tiga putri, termasuk Meeka, sang putri sulung yang kuat, terampil, dan sangat ingin
menjadi penerus ayahnya. Namun hukum tradisi menutup kesempatan itu. Jika Akeem tidak
menemukan putra kandungnya, Zamunda berada dalam bahaya direbut oleh kerajaan tetangga
bernama Nexdoria.
Negara itu dipimpin oleh Jenderal Izzi yang penuh ambisi
militer, dan selama bertahun-tahun ia mencoba menjodohkan putrinya dengan keluarga Zamunda.
Bahkan ia telah memaksa Meeka untuk menikahi putranya, Idi, seorang pemuda yang manja dan tidak
menunjukkan kemampuan layak sebagai pemimpin. Izzi melihat kelemahan dalam tradisi Zamunda
dan bersiap mengambil kesempatan jika Akeem gagal membawa pulang seorang penerus laki-laki.
Setelah Raja Jaffe meninggal dalam upacara megah yang menggetarkan
seluruh istana, Akeem resmi menjadi Raja Zamunda. Ia tidak punya banyak waktu untuk berduka. Demi
kelangsungan kerajaannya, ia harus pergi ke Queens lagi. Bersama sahabat lamanya, Semmi, ia
terbang ke Amerika dan kembali ke lingkungan tempat ia pernah memulai perjalanan hidupnya
sebagai pria muda yang penuh harapan.
Lingkungan tersebut sudah berubah.
Gentrifikasi membuat banyak sudut kota tampak modern, tetapi sebagian dari masa lalu masih
bertahan, terutama toko barbershop legendaris tempat Akeem dulu sering datang. Ketika Akeem
masuk, para tukang cukur tua yang cerewet itu langsung mengenalinya. Dengan gaya khas mereka
yang penuh komentar tajam dan humor kasar, mereka membantu Akeem mengidentifikasi pria muda
dalam sketsa gambar yang diberikan Baba.
Mereka mengingatnya sebagai
Lavelle Junson, seorang penjual tiket ilegal yang sering berkeliaran di luar Madison Square Garden.
Dengan informasi itu, Akeem akhirnya menemukan Lavelle, seorang pemuda cerdas yang terbiasa
mengakali hidup di kota besar.
Pertemuan awal mereka berlangsung canggung.
Begitu pula momen ketika Akeem harus berhadapan dengan Mary, ibu Lavelle, yang masih menyimpan
kenangan kuat tentang masa lalu. Meski bingung, Lavelle akhirnya ikut Akeem ke Zamunda bersama
Mary, meskipun keluarga Akeem tidak menyambut kabar ini dengan hangat. Putri-putrinya, terutama
Meeka, merasa Akeem berlaku tidak adil karena lebih mengutamakan tradisi daripada kemampuan.
Namun Akeem tetap percaya bahwa membawa Lavelle adalah satu-satunya cara menjaga Zamunda
tetap aman.
Ketika kabar ini sampai ke telinga Jenderal Izzi, ia tidak tinggal
diam. Ia memperkenalkan putrinya, Bopoto, kepada Lavelle dengan harapan dapat mengawinkan
mereka dan tetap memiliki jalan menuju takhta. Namun sebelum menjadi pangeran, Lavelle harus
melewati serangkaian ujian kuno Zamunda. Ujian itu keras, tradisional, dan berlangsung di lingkungan
yang jauh berbeda dari jalanan Queens yang selama ini ia kenal.
Di tengah
proses itu, Lavelle bertemu Mirembe, seorang perias kerajaan yang memiliki pandangan luas dan
penuh kehangatan. Ia menceritakan bagaimana Akeem dahulu mencari cintanya sendiri di Amerika,
menolak pernikahan yang sudah diatur. Mirembe mendorong Lavelle mengikuti jalannya sendiri, bukan
hanya mengikuti tradisi yang dipaksakan. Hubungan mereka tumbuh dari persahabatan menjadi
kedekatan yang lebih mendalam.
Untuk menyesuaikan diri, Lavelle
mengundang pamannya, Reem, ke Zamunda. Dengan gaya khas dunia perkotaan, Reem melatih
Lavelle agar dapat memadukan identitas lamanya dengan peran barunya sebagai keluarga kerajaan.
Sedikit demi sedikit Lavelle mulai diterima keluarga Akeem, bahkan berhasil melewati ujian tradisional.
Ia dinyatakan layak menjadi Pangeran Zamunda.
Namun di pesta penobatan
yang megah, Lavelle tanpa sengaja mendengar percakapan antara Akeem dan Jenderal Izzi. Dari
percakapan itu ia merasa bahwa Akeem hanya memanfaatkannya sebagai alat politik, bukan sebagai
anak. Merasa dikhianati, Lavelle melarikan diri bersama Mirembe, Mary, dan Reem untuk kembali ke
New York.
Lisa marah dan kecewa. Ia menegur Akeem karena masih terjebak
dalam ketakutan dan konservatisme, tidak memberi kesempatan pada putrinya, dan tidak memahami
perasaan Lavelle. Setelah menerima petuah bijak dari Cleo, ayah mertuanya, Akeem sadar bahwa ia
harus memperbaiki semuanya. Ia terbang ke Amerika untuk mengejar Lavelle dan memperbaiki
kesalahan-kesalahannya, sementara Semmi ditinggal di Zamunda untuk menjaga kerajaan dari
ancaman Izzi.
Kini Akeem harus berhadapan dengan dua dunia sekaligus,
keluarga kandungnya di Zamunda yang merasa terabaikan, dan Lavelle yang merasa dimanfaatkan.
Apakah IA akan berhasil menyatukan kembali kedua keluarganya dan Zamunda mampu bertahan dari
ancaman Nexdoria?
Penulis artikel: Abdilla Monica Permata B.