All the Bright Places
Drama Romance

All the Bright Places

2020 107 menit TV-MA
Rating 6.6/10
Rating 7.3/10
Sutradara
Brett Haley
Penulis Skenario
Jennifer Niven Liz Hannah
Studio
Echo Lake Entertainment The Mazur Kaplan Company

Theodore Finch dan Violet Markey adalah dua remaja yang sama-sama menjalani hidup dengan rasa tidak bahagia di sebuah kota kecil di Indiana. Violet diam-diam masih membawa rasa bersalah karena selamat dari kecelakaan yang menewaskan kakaknya, Eleanor. Sementara itu, Finch hidup menyendiri dan sering dianggap “aneh” oleh teman-teman sekolahnya.

Mereka pertama kali bertemu di jembatan tempat Eleanor meninggal dalam kecelakaan mobil sembilan bulan sebelumnya. Violet yang selamat dari kecelakaan itu belum pernah naik mobil lagi sejak hari itu. Di hari yang seharusnya menjadi ulang tahun Eleanor yang ke-19, Violet berdiri di tepi jembatan, termenung dan tampak tidak baik-baik saja. Finch yang sedang berlari pagi melihatnya dan langsung naik ke pagar jembatan, berusaha menenangkannya dan menjauhkannya dari kemungkinan melakukan hal berbahaya.

Setelah itu, Finch memilih Violet sebagai partner untuk proyek sekolah yang mengharuskan mereka menjelajah berbagai tempat di Indiana. Meski awalnya Violet enggan, Finch gigih mendekatinya, ia bahkan mencari info tentang Violet dan kecelakaan kakaknya, membaca tulisan-tulisan lamanya, hingga mengobrol lewat chat. Akhirnya mereka mulai melakukan perjalanan bersama ke tempat-tempat yang Finch pilih untuk proyek tersebut.

Karena Violet masih trauma dan menolak naik mobil, mereka pergi ke titik tertinggi di Indiana dengan bersepeda. Namun suatu hari, untuk mengunjungi sebuah mini roller coaster yang lokasinya terlalu jauh, Violet memberanikan diri naik mobil bersama Finch untuk pertama kalinya setelah kecelakaan. Ia juga mulai menulis lagi, sesuatu yang sebelumnya tak sanggup ia lakukan sejak Eleanor meninggal. Finch menjadi orang pertama yang membuatnya berani membuka diri soal kakaknya, dan perlahan Violet mulai sembuh. Dari situ, hubungan mereka berkembang menjadi cinta.

Tapi Violet juga mulai memperhatikan sisi gelap Finch. Ia kadang menghilang berhari-hari tanpa kabar. Saat mereka sedang berenang di Blue Hole, Finch sempat tenggelam dan baru muncul setelah Violet panik setengah mati. Ketika didesak untuk bercerita, Finch akhirnya mengaku bahwa ia dulu sering mengalami kekerasan dari ayahnya yang mudah sekali masuk ke "mood gelap." Untuk merasa punya kendali atas dirinya, Finch kadang sengaja menahan napas di bawah air hampir sampai dia pingsan.

Suatu malam, mereka pulang terlalu larut dan membuat orang tua Violet marah. Di sekolah keesokan harinya, Finch meledak dan berkelahi dengan mantan pacar Violet setelah disebut "freak," lalu langsung kabur dengan mobilnya. Violet yang ikut terseret masalah berada di ruang kepala sekolah bersama teman terdekat Finch, Charlie, yang akhirnya bercerita sedikit tentang kondisi Finch.

Finch mencoba datang ke grup dukungan seperti saran konselor, tapi ia tidak sanggup menjelaskan apa yang sebenarnya ia rasakan. Ia kemudian pergi menemui kakaknya, Kate, di bar tempatnya bekerja, mencoba menggali tentang masa lalu ayah mereka dan apakah sebenarnya ia bisa disembuhkan. Namun Kate menolak membahas topik itu, membuat Finch makin tenggelam dalam perasaannya sendiri. Saat pulang, ia menemukan Violet menunggunya di rumah. Ketika Violet bertanya tentang post-it di seluruh dinding rumah, Finch menyebut soal "momen gelap" yang membuatnya sulit "tetap terjaga," sebelum akhirnya kehilangan kendali dan mengusir Violet.

Tidak lama kemudian, Finch kembali menghilang. Atas saran ayahnya, Violet mencoba mencari di tempat-tempat yang pernah mereka datangi. Saat ia tiba di Blue Hole, ia menemukan pakaian dan ponsel Finch. Hatinya langsung jatuh, ia tahu apa yang terjadi. Finch tenggelamkan dirinya sendiri. Beberapa waktu setelah itu, Violet menghadiri pemakamannya dengan hati yang remuk.

Saat berusaha bangkit dari kehilangan ini, Violet menemukan peta perjalanan mereka dan menyadari ada satu lokasi terakhir yang belum mereka kunjungi: Travelers’ Prayers Chapel, tempat yang sering dijadikan perhentian untuk para pelancong dan juga tempat untuk menyembuhkan luka rindu. Di sana, ia menemukan tanda tangan Finch di buku tamu, sebuah pesan sunyi yang tersisa, sekaligus titik akhir dari perjalanan mereka.

Sebagai sebuah film Netflix Original, All the Bright Places punya sejumlah fakta produksi yang menarik. Proses adaptasinya sendiri cukup panjang. Novel Jennifer Niven sempat jadi bestseller dan mendapat banyak pujian karena representasinya yang jujur tentang kesehatan mental. Karena itu, ketika filmnya dibuat, Niven juga turun langsung sebagai salah satu penulis naskah. Ia ingin menjaga inti emosional cerita tetap sama seperti versi bukunya.

Dari sisi penyutradaraan, film ini digarap oleh Brett Haley, sutradara yang memang sudah dikenal jago menangani drama karakter dengan aura melankolis. Haley mencoba memberikan nuansa yang lembut dan realistis, tidak terlalu dramatis, tapi juga tidak menutup-nutupi kesedihan yang menjadi inti kisahnya.

Untuk pemainnya, film ini didukung oleh dua aktor muda yang punya chemistry luar biasa: Elle Fanning sebagai Violet Markey dan Justice Smith sebagai Theodore Finch. Elle Fanning tampil sangat natural sebagai gadis yang berusaha bangkit setelah trauma mendalam, sedangkan Justice Smith berhasil memerankan Finch dengan kayuhan emosional yang kompleks, perpaduan hangat, ceria, tapi menyimpan badai di dalam kepala. Selain itu, film ini juga menampilkan Alexandra Shipp, Luke Wilson, dan Keegan- Michael Key sebagai bagian dari pemeran pendukung.

Elle Fanning Violet
Justice Smith Finch
Alexandra Shipp Kate
Kelli O'Hara Sheryl
Lamar Johnson Charlie
Virginia Gardner Amanda
Felix Mallard Roamer
Sofia Hasmik Brenda
Keegan-Michael Key Embry
Luke Wilson James