Hanya Makan Roti Selama Jadi Relawan, Berat Badan Melly Goeslaw Sempat Turun

Selasa, 26 Desember 2017 09:15 Penulis: Tyssa Madelina
Hanya Makan Roti Selama Jadi Relawan, Berat Badan Melly Goeslaw Sempat Turun Melly Goeslaw © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Kesediaan Melly Goeslaw menjadi tim relawan untuk mengunjungi para korban polemik di Palestina ternyata menyisakan banyak hal untuk diceritakan. Sesampainya di Indonesia, Melly pun menjelaskan tentang kondisi terkini para pengungsi. Tak hanya itu, ia juga berbagi pengalaman unik saat harus mengonsumsi roti selama menjadi relawan.

Sebagai orang Indonesia yang lidahnya sudah familiar dengan rasa sambal, Melly tak menemukan kecocokan saat mencicipi berbagai makanan disana. Pasalnya, di negara tersebut, rasa makanan cenderung manis dan tidak disediakan sambal atau cabai di setiap hidangannya. Terlebih, berbagai olahan kambing yang tidak disukai oleh Melly Goeslaw juga menjadi menu wajib bagi penduduk setempat.

"Makanan disana manis-manis, nggak ada sambel. Jadi pas pulang ke Indonesia langsung makan sambel lagi, hehe. Saya tuh nggak suka kambing sama sekali dan disana kambing semua jadi rempah-rempahnya ya bau kambing," tutur Melly saat dijumpai di kawasan Bintaro, Tanggerang, Minggu (24/12).

Selain makanan, cuaca yang berbeda juga menjadi tantangan tersendiri bagi Melly Goeslaw. © KapanLagi.com/Agus ApriyantoSelain makanan, cuaca yang berbeda juga menjadi tantangan tersendiri bagi Melly Goeslaw. © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Alhasil selama berkunjung ke beberapa titik pengungsian seperti Kilis dan Istanbul, Melly terpaksa hanya makan roti karena lidahnya tidak bisa menerima rasa dan aroma makanan setempat. Melly pun tak menampik, berat badannya sempat turun saat menjadi tim relawan.

"Karena kan orang sana sukanya roti sama kambing, aku ambil rotinya aja. Terus karena nggak ada sambel jadi nggak sesuai kalau makan cuma ya Alhamdulillah masih bisa makan. Kayanya sih kurusan ya, kurusan dikit banget karena cuma bisa makan roti," tambah Melly.

Selain pola makan yang kurang terjaga, suhu yang berbeda jauh dengan Indonesia juga menjadi salah satu tantangan Melly selama disana. Kaget dengan hawa dingin yang menyergap, Melly mengaku sempat drop saat awal-awal kedatangannya. Kendati demikian, ia bersyukur karena tak sampai jatuh sakit saat itu.

"Alhamdulillah satu tim nggak ada yang sakit, padahal cuaca ekstrim, kebiasaan di Jakarta panas nyampe sana langsung disambul 2 derajat. Hari pertama sempat bengek (susah nafas) jadi nyoba adaptasi jalan-jalan di sekitar hotel tapi malah tambah sesak. Abis itu saya nggak berani lagi, diem aja. Cuma takutnya pas ke pemukiman sesaknya kambuh lagi," pungkasnya.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING