Barbie adalah boneka ikonik yang hidup di dunia sempurna bernama Barbieland, tempat para
Barbie memegang kendali atas segala hal. Di sana semua Barbie memiliki peran penting dalam
masyarakat. Ada Barbie presiden, Barbie dokter, Barbie hakim, dan Barbie ilmuwan, semuanya hidup
dalam harmoni penuh warna dengan senyum abadi di wajah mereka.
Di sisi lain, para Ken
termasuk Beach Ken yang selalu tampak ceria menghabiskan hari-hari mereka di pantai tanpa
pekerjaan tetap. Mereka hanya punya satu tujuan yaitu mendapatkan perhatian Barbie. Namun Barbie
yang dikenal sebagai Stereotypical Barbie tidak begitu memedulikan Ken. Ia lebih memilih bersenang-
senang bersama teman-teman Barbienya, menari di pesta malam hari, dan menikmati kehidupan
sempurna yang tak pernah berubah.
Sampai suatu malam di sebuah pesta dansa, segalanya
berubah. Ketika semua Barbie menari dengan riang, Barbie tiba-tiba menghentikan langkahnya dan
bertanya dengan nada aneh, "Kalian pernah berpikir tentang kematian?" Pertanyaan itu membuat
seluruh pesta terdiam dan suasana riang berubah hening. Sejak saat itu, kehidupan Barbie tidak lagi
sama.
Keesokan paginya, ia bangun dan mendapati napasnya bau, kulitnya
muncul selulit, dan kakinya yang selama ini melengkung sempurna di atas sepatu hak tinggi
mendadak menjadi datar. Dunia ideal Barbie perlahan retak. Ketidaksempurnaan itu bukan hanya
mengguncang dirinya tetapi juga mengancam keseimbangan seluruh Barbieland yang bergantung
pada kesempurnaan para Barbie.
Putus asa mencari jawaban, Barbie menemui
Weird Barbie, boneka dengan rambut acak-acakan dan wajah penuh coretan hasil "eksperimen" anak-
anak di dunia nyata. Weird Barbie memberitahunya bahwa semua keanehan itu terjadi karena ada
gangguan antara dirinya dan anak manusia yang bermain dengannya.
Satu-
satunya cara untuk menyembuhkan dirinya adalah dengan pergi ke dunia nyata dan menemukan sang
anak. Barbie pun memutuskan untuk meninggalkan Barbieland. Namun tanpa sepengetahuannya,
Beach Ken bersembunyi di dalam mobilnya dan ikut serta dalam perjalanan itu, bersemangat untuk
akhirnya bisa menghabiskan waktu bersama Barbie di luar dunia mereka.
Setibanya di Venice Beach, keduanya langsung terkejut oleh dunia manusia yang begitu berbeda
dari Barbieland. Alih-alih disambut dengan senyum dan kehangatan, Barbie justru menghadapi
pelecehan ketika seorang pria meraba tubuhnya. Ia meninju pria itu dan langsung ditangkap polisi.
Ken juga ikut ditahan karena mereka berdua tidak membayar pakaian baru
yang mereka beli untuk menyesuaikan diri dengan gaya manusia. Namun di balik kejadian itu, Ken
mulai menyadari sesuatu yang baru, yaitu dunia nyata bukan matriarki seperti Barbieland, melainkan
patriarki di mana laki-laki memiliki kekuasaan lebih besar. Pandangan itu membuatnya kagum dan
menanamkan ide baru dalam pikirannya, ide yang nantinya akan mengubah Barbieland selamanya.
Sementara itu, pihak Mattel, perusahaan yang menciptakan Barbie, segera
mengetahui bahwa boneka mereka telah keluar ke dunia manusia. CEO Mattel dan para eksekutifnya
panik, khawatir kehadiran Barbie akan merusak reputasi merek mereka. Mereka pun mengerahkan
segala cara untuk menangkap Barbie dan mengembalikannya ke tempat asal.
Namun Barbie tidak menyerah. Ia berhasil menemukan pemiliknya, seorang remaja bernama
Sasha. Alih-alih bahagia, Barbie justru hancur ketika Sasha menyalahkannya atas semua masalah citra
tubuh perempuan. Menurut Sasha, Barbie membuat gadis-gadis merasa tidak cukup cantik dan tidak
cukup sempurna. Kata-kata itu menembus hati Barbie dan menghancurkan identitasnya. Untuk
pertama kalinya, ia merasa tidak berarti.
Dalam kebingungan, Barbie
menemukan bahwa bukan Sasha, melainkan ibunya, Gloria, yang secara tidak sadar menyebabkan
krisis eksistensial Barbie. Gloria, seorang pegawai Mattel, mulai bermain lagi dengan boneka Barbie
milik anaknya sambil menggambar boneka dengan emosi-emosi gelap seperti sedih, cemas, dan
bingung. Gambar-gambar itu mengalir ke dunia Barbie dan membuat Barbie terinfeksi perasaan
manusia.
Gloria dan Barbie pun berusaha melarikan diri dari kejaran para
pegawai Mattel yang berusaha memasukkan Barbie kembali ke dalam kotak mainannya untuk
diperbaiki. Dalam pelarian itu, mereka bertemu dengan seorang wanita tua misterius bernama Ruth.
Ruth memperkenalkan dirinya sebagai pencipta Barbie dan memberi dorongan kepada Barbie untuk
menemukan makna hidupnya di luar kesempurnaan dan aturan yang mengikat.
Namun di saat Barbie mulai memahami arti keberadaannya, sesuatu yang lebih besar sedang
terjadi di Barbieland. Ken, yang terpesona oleh patriarki dunia nyata, kembali lebih dulu dan membawa
gagasan baru tentang peran laki-laki. Ia mengubah tatanan Barbieland yang dulu dipimpin oleh Barbie
menjadi dunia yang dikendalikan para Ken.
Ketika Barbie akhirnya kembali ke
rumah, ia menemukan bahwa segalanya telah berubah. Barbieland tidak lagi menjadi tempat penuh
keceriaan dan kekuatan perempuan, melainkan dunia di mana para Ken hidup seperti raja.
Di tengah kekacauan itu, Barbie menyadari bahwa untuk memulihkan Barbieland, ia
harus memahami siapa dirinya sebenarnya dan apa arti menjadi Barbie di dunia yang tidak sempurna.
Ia mulai bertanya pada dirinya sendiri tentang nilai kebebasan, identitas, dan makna eksistensi.
Apakah Barbie akan berhasil mengembalikan Barbieland seperti semula atau justru
menemukan jati dirinya di luar kesempurnaan yang selama ini ia kejar?
Penulis
artikel: Abdilla Monica Permata B.