Pada awal abad ke-20, di wilayah Osage County, Oklahoma, para tetua suku Osage berkumpul
dalam upacara tradisional yang penuh makna. Mereka mengubur pipa upacara sebagai simbol
berakhirnya masa-masa lama dan meratapi kenyataan bahwa generasi muda mereka mulai kehilangan
jati diri.
Asimilasi dengan masyarakat Amerika Kulit Putih terasa semakin kuat, dan
kekhawatiran bahwa budaya Osage akan lenyap perlahan menghantui mereka. Namun, di tengah
kesedihan itu, muncul sebuah keajaiban yang tidak disangka. Saat fenomena tahunan "bulan bunga"
tiba, di mana ladang- ladang dipenuhi bunga liar berwarna-warni, beberapa anggota suku menemukan
minyak mentah menyembur dari tanah.
Penemuan itu mengubah nasib mereka. Dalam waktu
singkat, suku Osage menjadi salah satu komunitas terkaya di Amerika karena mereka
mempertahankan hak atas sumber daya mineral di tanah mereka sendiri. Mobil mewah, rumah megah,
dan pakaian elegan kini menjadi bagian dari kehidupan mereka. Namun kekayaan itu juga menarik
perhatian orang-orang kulit putih yang tamak dan licik.
Pemerintah memberlakukan hukum
yang menetapkan bahwa setiap anggota suku yang dianggap tidak kompeten harus memiliki wali sah
kulit putih untuk mengelola kekayaannya. Hukum itu menjadi pintu bagi eksploitasi dan manipulasi.
Pada tahun 1919, seorang veteran muda bernama Ernest Burkhart kembali ke Oklahoma
setelah berjuang dalam Perang Dunia I. Dengan rasa lelah dan kebingungan akan arah hidupnya, ia
memutuskan untuk tinggal bersama pamannya, William King Hale, seorang peternak sapi yang juga
menjabat sebagai wakil sheriff cadangan.
Hale dikenal oleh banyak orang
sebagai sosok dermawan yang peduli terhadap suku Osage. Namun di balik sikap ramahnya,
tersembunyi ambisi besar dan hati yang penuh tipu daya. Ia melihat kekayaan Osage bukan sebagai
berkah, tetapi sebagai peluang untuk memperluas kekuasaan dan memperkaya diri sendiri.
Bersama saudaranya Byron, Ernest terlibat dalam perampokan kecil yang
menargetkan orang-orang Osage. Namun segalanya berubah ketika ia bertemu Mollie Kyle, seorang
perempuan Osage yang lembut namun tegas, dan merupakan pewaris hak minyak dari keluarganya.
Ernest jatuh cinta pada Mollie, dan perasaannya tumbuh tulus di tengah
perbedaan budaya dan tekanan dari lingkungannya. Hale, melihat peluang di balik hubungan itu, justru
mendorong Ernest untuk melanjutkan dan menikahi Mollie. Ia tahu bahwa dengan cara itu, hak minyak
keluarga Mollie bisa mengalir ke dalam genggamannya.
Tak lama kemudian,
mereka menikah dalam upacara yang memadukan tradisi Osage dan Katolik, sebuah pernikahan yang
dianggap simbol persatuan dua dunia berbeda. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai tiga orang anak.
Namun di balik kebahagiaan itu, mulai muncul serangkaian tragedi yang aneh dan mencurigakan.
Satu per satu anggota keluarga Mollie meninggal secara misterius. Saudara
perempuannya, Minnie, tewas karena penyakit yang tidak bisa dijelaskan. Ibunya, Lizzie, jatuh sakit
tanpa sebab yang jelas, dan kondisi kesehatannya semakin memburuk.
Mollie
yang menderita diabetes mulai kehilangan kekuatan untuk melawan, sementara Hale terus merancang
rencana busuk di balik layar. Ia memerintahkan Byron untuk membunuh Anna, saudara perempuan
Mollie yang lain, agar semakin banyak hak minyak yang berpindah tangan. Di mata masyarakat, Hale
tetap tampak seperti pelindung yang setia, namun sebenarnya dialah dalang dari rentetan kematian
itu.
Ketegangan di kalangan suku Osage meningkat. Mereka mulai menyadari
bahwa orang-orang kulit putih di sekitar mereka tidak semuanya bisa dipercaya. Dewan suku
mengadakan pertemuan, dan Lizzie yang semakin lemah dengan suara parau memperingatkan anak-
anaknya agar waspada terhadap semua orang.
Setelah kematiannya, suasana
duka menyelimuti rumah keluarga Mollie, dan ketakutan mulai berubah menjadi kemarahan. Desas-
desus tentang pembunuhan yang dilakukan secara sistematis menyebar dari mulut ke mulut. Namun
setiap kali ada yang mencoba mencari keadilan, mereka dibungkam dengan ancaman, uang, atau
bahkan peluru.
Ernest yang berada di tengah badai kebingungan mulai dihantui
rasa bersalah. Ia mencintai Mollie, tetapi juga terjerat dalam jaringan kejahatan pamannya sendiri. Di
satu sisi, ia ingin melindungi keluarganya, namun di sisi lain, ia sadar bahwa darah orang-orang Osage
telah mengotori tangannya.
Sementara itu, Mollie yang semakin sakit mulai
mencurigai bahwa tragedi yang menimpa keluarganya bukanlah kebetulan. Ia mulai mencari
kebenaran, meski tubuhnya lemah dan pikirannya mulai kabur karena obat yang diberikan oleh dokter
yang direkomendasikan Hale.
Di tengah rasa curiga, cinta, dan pengkhianatan
itu, suasana di Osage County menjadi mencekam. Satu langkah salah bisa berarti kematian. Ernest
mulai kehilangan kendali atas hidupnya, sementara Hale semakin yakin bahwa ia bisa menguasai
semuanya tanpa konsekuensi. Namun bisikan dari para tetua Osage yang dulu mengubur pipa upacara
seolah menjadi pengingat bahwa keadilan mungkin tertunda, tapi tidak akan selamanya hilang.
Apakah cinta Ernest pada Mollie akan cukup kuat untuk menebus dosanya dan
mengungkap kebenaran di balik rentetan pembunuhan itu, atau justru ia akan tenggelam lebih dalam
dalam gelapnya keserakahan yang telah merenggut banyak nyawa?
Penulis
artikel: Abdilla Monica Permata B.