Guardians of the Galaxy Vol. 3
Action Adventure Comedy

Guardians of the Galaxy Vol. 3

2023 150 menit PG-13
Rating 7.9/10
Rating 8.7/10
Sutradara
James Gunn
Penulis Skenario
James Gunn Jim Starlin Stan Lee Larry Lieber Jack Kirby Steve Englehart Don Heck Roger Stern John Buscema Sal Buscema Bill Mantlo Keith Giffen Steve Gan
Studio
Marvel Studios Film New Zealand Marvel Entertainment

Guardians of the Galaxy Vol. 3 dimulai dengan kehidupan baru para Guardian yang kini bermarkas di Knowhere, tempat yang mereka bangun kembali setelah berbagai pertempuran panjang. Namun, kedamaian mereka tak berlangsung lama.

Sebuah sosok kuat bernama Adam Warlock, makhluk ciptaan High Priestess Ayesha dari ras Sovereign, tiba-tiba menyerang Knowhere dengan kekuatan luar biasa. Ia dikirim untuk membalas dendam karena Ayesha merasa Guardian telah mempermalukan bangsanya. Dalam serangan brutal itu, Rocket terluka parah dan nyaris tewas, sementara Adam akhirnya ditusuk oleh Nebula dan terpaksa kabur dalam keadaan sekarat.

Para Guardian panik karena luka Rocket tak bisa disembuhkan dengan med-pack biasa, sebab di tubuhnya tertanam sistem pengaman mematikan yang dipasang oleh organisasi misterius bernama Orgocorp. Tanpa pilihan lain, mereka berangkat menuju markas Orgocorp untuk mencari kode pembatal yang dapat menonaktifkan sistem itu dan menyelamatkan nyawa sahabat mereka.

Saat Rocket tak sadarkan diri, kenangan masa lalunya mulai terkuak. Dalam kilas balik yang menyakitkan, dirinya dibawa ke masa ketika ia masih seekor rakun kecil tanpa daya. Ia ditemukan oleh High Evolutionary, pemimpin Orgocorp yang terobsesi menciptakan makhluk sempurna.
Melalui serangkaian eksperimen kejam, Rocket dimodifikasi menjadi makhluk cerdas dan bisa berbicara, bersama teman-temannya dari Batch 89 yaitu Lylla si berang-berang, Teefs si walrus, dan Floor si kelinci. Mereka berbagi mimpi sederhana untuk hidup bebas di dunia yang lebih baik, dunia yang dijanjikan oleh sang ilmuwan gila. High Evolutionary berambisi menciptakan masyarakat ideal yang disebut Counter-Earth, tempat para Humanimal atau hewan yang dimanusiakan bisa hidup damai.
Namun, ketika Rocket menunjukkan kecerdasan yang melebihi penciptanya dan berhasil memecahkan masalah teknis yang bahkan High Evolutionary tidak mampu, sang ilmuwan murka. Ia merasa harga dirinya dihina oleh ciptaannya sendiri. Ia memutuskan untuk membunuh Rocket dan seluruh Batch 89 agar tak ada yang menandingi kesempurnaannya.
Di tengah malam yang sunyi, Rocket mencoba melarikan diri bersama Lylla, Teefs, dan Floor. Namun tragedi terjadi saat High Evolutionary memergoki mereka. Lylla tewas ditembak di depan mata Rocket, dan tak lama kemudian Teefs serta Floor juga dibunuh oleh anak buah sang ilmuwan.
Dihantui kemarahan dan kesedihan, Rocket mengamuk dan menyerang balik. Ia mencakar wajah High Evolutionary hingga rusak parah sebelum melarikan diri dengan pesawat, meninggalkan masa lalunya yang penuh luka. Ingatan itu menjelaskan mengapa Rocket begitu tertutup dan sensitif selama ini. Luka di tubuhnya ternyata tak seberapa dibanding luka di hatinya.
Sementara di masa kini, para Guardian berpacu dengan waktu. Mereka mendapatkan bantuan dari Gamora versi alternatif, yang kini menjadi anggota kelompok bajak laut Ravagers. Meskipun hubungan Peter Quill dan Gamora terasa dingin dan penuh jarak karena Gamora ini tak memiliki kenangan dengan Quill, mereka tetap bekerja sama.
Bersama Nebula, Groot, Drax, dan Mantis, mereka menyusup ke markas Orgocorp yang dijaga ketat. Di sana, mereka berhasil mencuri berkas milik Rocket, namun menemukan kenyataan pahit bahwa kode pembatal yang mereka cari telah diambil oleh Theel, salah satu penasihat kepercayaan High Evolutionary.
Mengetahui itu, Guardian berangkat ke planet Counter-Earth, dunia yang mirip Bumi namun dihuni oleh makhluk hasil eksperimen High Evolutionary. Planet ini tampak damai di permukaan, tetapi di baliknya tersembunyi kebusukan dan ketakutan yang diciptakan oleh sang ilmuwan demi mempertahankan kendali.
Drax dan Mantis tinggal bersama Gamora dan Rocket yang sekarat, sementara Quill, Groot, dan Nebula menuju kompleks Arete Laboratories untuk menghadapi sang pencipta. Nebula tak diizinkan masuk karena tubuh sibernetiknya, membuat Quill dan Groot terpaksa menyelinap sendiri.
Sementara itu, Drax dan Mantis akhirnya memutuskan untuk menyusul mereka, meski berisiko besar. Dalam waktu bersamaan, Ayesha dan Adam Warlock yang terluka mengikuti jejak Guardian atas perintah High Evolutionary. Jika mereka gagal membawa Rocket, seluruh ras Sovereign akan dimusnahkan.
Pertempuran sengit pun tak dapat dihindari. Ketika Quill dan Groot berhadapan dengan para penjaga High Evolutionary, Nebula bertarung di luar melawan pasukan robot. Drax dan Mantis berusaha menembus pertahanan untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka, sementara Gamora harus melawan Adam Warlock dan seekor makhluk buas bernama War Pig yang dikirim untuk membunuh Rocket.
Dalam kekacauan itu, Rocket terus berjuang antara hidup dan mati, terjebak di antara kenangan kelam masa lalunya dan keinginan kuat untuk hidup bersama keluarga barunya. Saat para Guardian melawan waktu dan keputusasaan demi menyelamatkan sahabat mereka, High Evolutionary tengah menyiapkan rencana terakhir untuk menghapus semua yang dianggapnya gagal.
Di tengah ancaman kehancuran, persahabatan, dan pengorbanan, mampukah Rocket dan para Guardian mengalahkan sang pencipta yang menganggap dirinya Tuhan, atau justru mereka akan menjadi bagian dari eksperimen terakhir yang menentukan nasib seluruh galaksi?
Penulis artikel: Abdilla Monica Permata B.
Chris Pratt Peter Quill
Chukwudi Iwuji The High Evolutionary
Bradley Cooper Rocket
Pom Klementieff Mantis
Dave Bautista Drax
Karen Gillan Nebula
Vin Diesel Groot
Austin Freeman On-Set Groot
Stephen Blackehart Steemie Blueliver
Terence Rosemore Xlomo Smeth