SELEBRITI

Persaingan Ketat, 20 Finalis Super Art Fest Bikin Juri Susah Pilih Juaranya

Jum'at, 18 Oktober 2019 18:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Super Art Fest © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Setelah melewati proses panjang, kompetisi Super Art Fest sampai pada tahap penjurian. Sebanyak 20 finalis dari empat kategori bertemu langsung dengan para juri di Yello Hotel, Manggarai, Rabu (16/10).

Empat juri tersebut adalah Tutu (juri kategori Street Art), Emte (juri kategori Ilustrasi), Sanchia (juri kategori Comic Strip), dan Hardthirteen (juri kategori Custom Sneakers). Tidak hanya itu, 20 finalis berkesempatan bertemu langsung dan menimba ilmu dari Leon Barto yang didaulat sebagai Kurator Super Art Fest. Leon Barto juga merupakan kurator Yamaguchi Art Center, Jepang.

Dalam kesempatan kali ini, para juri dan kurator melihat hasil presentasi finalis. Ada tiga kriteria juara yang menjadi concern. Pertama, kriteria dasar yang meliputi ide, konsep, serta keserasian antara konsep dan ide. Kedua, kriteria teknis penilaian sesuai dengan kategori masing-masing. Ketiga, kriteria penilaian yang dibuat khusus dari masing-masing juri.

"Tadi sih mungkin lebih ke pengen tahu secara personal. Sebenarnya yang kami mau angkat medium populer, hampir dikerjakan semua orang. Kami juga melihat bagaimana eksistensinya. Lebih ke personal, kita pengen tahu influencenya. Lebih ke arah berdiskusi sebenarnya," kata Leon Barto.


1. Susah Memilih

20 finalis dari empat kategori dianggap sudah memberikan karya terbaiknya. Hal ini terlihat dari pengakuan para juri setelah melihat hasil dari finalis tersebut. Bahkan, finalis-finalis ini bisa memberikan hal baru bagi para juri yang sudah expert di bidangnya masing-masing.

"Terus terang gue lihat kemarin malam, susah untuk milih, gue uda mengesampingkan namanya proporsi teknis. Teknis udah kepilih 5 yang mumpuni. Apa yang gue coba gali masing-masing apakah dari segi konsep pemikiran. Gue setuju banget ajang ini diskusi," terang Tutu selaku juri kategori Street Art.

"Seru banget sih tadi. Jadi kegiatannya mentoring dan diskusi. Dari masing-masing finalis mateng semua sih. Ini bukan soal menang atau kalah, ini lebih ke cara berpikir. Gue juga dapet ilmu baru dari mereka. Lumayan agak curhat-curhat dikit ya," timpal Sanchia selaku juri kategori Comic Strip.


2. Tiga Juara

Nantinya akan dipilih tiga juara dari tiap kategori. Mereka akan mendapat uang tunai bernilai jutaan rupiah. Sedangkan khusus untuk juara pertama di masing-masing ketegori, akan mendapat kesempatan datang ke dua festival art, HongKong Walls dan Hong Kong Art Basel di tahun 2020.

"Memang kami sengaja untuk membawa pemenang ke dua festival itu yang merupakan festival art besar dunia. Dua festival itu juga menjadi representasi dari kategori yang kami perlombakan di Super Art Fest. Yang jelas aku bangga banget bisa kenal finalis dan peserta Super Art Fest angkatan 2019-2020 ini," jelas Eunice selaku Co-Curator dan Program Director Super Art Fest.


3. Peserta Banyak

Meski Super Art Fest ini berbasis pada berbasis pada pendaftaran online, nyatanya dapat menjaring sekitar 1500 orang yang kemudian diseleksi menjadi 552 peserta. Penyelenggara pun tak menyangka dengan membludaknya peserta. Apalagi banyak dari luar Jawa seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Lombok, dan Bali.

"Kami happy banget. Super Art Fest bisa jadi wadah baru penggiat seni yang ada di seluruh Indonesia bisa. Kami kasih apresiasi juga ke mereka bahkan ada peserta dari Makassar, Bau Bau dan daerah lain. Mungkin untuk tahun depan kami masih harus diskusi lagi mau gimana agar peserta lebih besar. Harapannya tahun depan jalan lagi dengan peserta yang lebih besar jumlahnya," kata Adjie Aditya Purwaka selaku perwakilan Supermusic.

Setelah tahapan temu juri ini, masih akan terdapat Promotion Night yang akan diselenggarakan pada bulan Januari 2020 yang khusus dipersembahkan bagi para finalis bertujuan untuk mempromosikan karya para finalis sekaligus menjadi acara ‘pemanasan’ menuju acara Awarding Night yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 Februari 2020 di Livespace, SCBD mendatang.

(kpl/pur/phi)

Reporter: Mathias Purwanto.


REKOMENDASI
TRENDING