Rano Karno Ungkap Kekecewaannya Pada Alm Ayah di Biografinya

Selasa, 04 Oktober 2016 16:15 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Rano Karno Ungkap Kekecewaannya Pada Alm Ayah di Biografinya Rano Karno/©KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Aktor dan politisi Rano Karno merilis buku biografinya yang berjudul Rano Karno: Si Doel. Seperti layaknya buku biografi, Rano menceritakan kehidupan masa kecilnya, kisah cintanya dengan sang istri Dewi Indriati hingga popularitas Si Doel Anak Sekolahan yang booming di era '90-an.

Menurut Gubernur Banten ke-3 ini, beliau merasa sedikit surprise bisa menulis buku biografinya. Sebab, Rano punya pemikiran jika biografi seharusnya ditulis ketika tokoh tersebut sudah meninggal dunia.

"Saya agak surprise bisa menulis buku ini. Saya punya persepsi dulu, kalau biografi ditulis setelah sudah meninggal, tapi ternyata salah. Kalau udah meninggal apa yang mau dipelajari?" tuturnya saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (2/10).

Lelaki 55 tahun ini memberikan sedikit teaser cerita dalam bukunya. Meski sudah menjadi aktor sejak cilik, bukan berarti kehidupannya berubah layaknya artis cilik zaman sekarang.

Rano Karno rilis buku biografi ditemani sang istri/©KapanLagi.com®/Budy SantosoRano Karno rilis buku biografi ditemani sang istri/©KapanLagi.com®/Budy Santoso

"Saya tinggal di Kemayoran di Gang 7, disebutnya Gang Tai. Jangan kalian bayangkan kecilnya Rano Karno ini hebat. Saya hidup tidak miskin, tapi apa adanya. Saya makan sepiring berlima dengan telur yang dipotong lima," ungkapnya.

"Saat sekolah dulu, tiap hari jalan kaki. Saya tinggal di Kemayoran, sekolah saya di Gunung Sahari. Inilah yang bikin kekuatan almarhumah ibu saya yang memaksakan dirinya untuk bahagia. Apapun yang buruk, saya tulis," lanjutnya.

Menulis cerita hidupnya ternyata bukanlah hal yang mudah. "Sementara saya menulis (skrip) Si Doel mudah, saat nulis biografi ini, ternyata gak gampang," akunya.

Saat launching bukunya, Rano tak sendiri. Beliau ditemani oleh sang istri Dewi dan juga dua anaknya. Dewi sempat berlinang air mata ketika menceritakan kisah yang juga dituangkan di sini, soal almarhum ibunya.

"Ibu saya minta saat tahun baru mau ke Padang, ke kampung halaman. Saya janji akhirnya karena ibu saya gak pernah lagi ke Padang. Ternyata gak tersampaikan, karena ibu saya meninggal pada 7 november di usia 77 tahun," isaknya.

Rano ikut terharu mendengarkan kisah ibu mertuanya/©KapanLagi.com®/Budy SantosoRano ikut terharu mendengarkan kisah ibu mertuanya/©KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kisah getir soal orangtua juga dialami oleh Rano Karno. Beliau menceritakan sedikit kisah hubungannya bersama sang ayah, Soekarno M Noer, yang ternyata sudah pisah ranjang dengan sang ibu, Lily Istiarti, sebelum meninggal.

"(Beliau) Tetap ayah yang hebat walau sempat kecewa karena beliau gak tanggung jawab ke rumah tangganya. Pisah tapi nggak cerai. Tinggal tidak jauh."

Rano pun menceritakan kesetiaan sang ibu yang tetap memperhatikan sang suami yang divonis kanker liver dan menolak pergi ke rumah sakit karena tak ada biaya. "Hari terakhir manggil saya, bilang, 'Saya udah titipkan nenek ke mama saya dan sekarang saya mau ke RSI Pondok Labu'," kenangnya.

"Saya bersyukur dia gak satu hari di RS, hanya pakai obat infus, yang cukup mahal. Dokter bilang beli ini ibarat bom di dalam mulutnya meledak. Untungnya dia meninggal dengan liver tidak pecah. Itulah ayah saya."

Meski tak dekat dengan sang ayah, Rano punya 'ayah' lain di sinetron Si Doel, siapa lagi kalau bukan almarhum Benyamin S. Beliau pernah punya cita-cita jika Si Doel harus jadi gubernur. Siapa sangka impian lama itu terwujud? 

(kpl/pur/tch)


REKOMENDASI
TRENDING