'REQUIEM FROM JAVA' Karya Garin Nugroho Usung Perdamaian

Kapanlagi.com - Meski film baru yang diarahkannya, REQUIEM FROM JAVA menuai kontroversi, namun itu tidak membuat Garin Nugroho surut. Sutrada kondang ini bersikukuh untuk menyelesaikan filmnya. Bagi Garin permasalahan yang muncul ini disebutnya sebagai 'misunderstanding dan miscommunication.' Padahal film yang didasarkan kisah pewayangan SINTA OBONG sebenarnya mencoba mengangkat tema perdamaian, kasih, non kekerasan dan ladang pembantaian dan anti ekstrimitas yang justru menjadi dasar bagi dialog antar agama.

OPERA JAWA (REQUEIM FROM JAVA), sebuah film yang diproduseri oleh Peter Sellars, yang direktur festival, opera, dan teater paling terkemuka di dunia. Sellars dikenal dengan karya-karyanya yang menghidupkan kembali karya-karya klasik misalnya, Mozart, Shakespeare, Aeschylus, Sophocles dan lain-lain.

Judul film awal film ini sebenarnya OPERA JAWA bukan SINTA OBONG seperti yang sering ditulis di media. Pada awalnya film ini diinspirasi oleh kisah SINTA OBONG RAMAYANA dari cerita wayang orang yang sangat populer di Jawa. Tapi dalam film ini tidak menceritakan kisah Ramayana asli, hanya berkisar tentang tiga orang manusia di sebuah desa yang pernah memerankan sebagai Rama dan Sinta dalam wayang orang Jawa.

Dikisahkan kehisupan sehari-hari Ludiro, Siti, dan Setyo yang bermimpi menjadi Rahwana, Sita dan Rama. Karena penafsiran yang kerdil dari tokah Ludiro dan Setyo , lahir berbagai bentuk kekerasan dan pembantaian.

Pada dasarnya dalam film ini mencoba mengangkat tema perdamaian, kasih, non kekerasan dan ladang pembantaian dan anti ekstrimitas yang justru menjadi dasar bagi dialog antar agama.

Karya ini juga merupakan pesanan untuk ulang tahun 250 tahun komponis Wolfgang Amadeus Mozart bulan November 2006 di Wina. Dengan membawakan tema sangat mulia yakni rekonsiliasi, remembrance, requiem untuk memuliakan kembali kemanusiaan.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kl/ww)

Rekomendasi
Trending