CLOSE

Rieke Dyah Jadi Koordinator Pagelaran 'Aksi Sepiring Untuk Indonesia'

Kapanlagi.com - Para seniman Indonesia yang prihatin dengan aneka wabah penyakit seperti polio, muntaber, dan busung lapar, meluncurkan sebuah gerakan moral 'Aksi Sepiring Untuk Indonesia' di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Rieke Dyah Pitaloka yang dikenal lewat perannya sebagai oneng, ditunjuk jadi koordinator aksi tersebut, ia menyatakan bahwa 'Sepiring Untuk Indonesia' diawali bertepatan dengan Hari Anti-Kemiskinan Sedunia yang jatuh pada 1 Juli.

"Semua wabah penyakit tersebut berawal dari kemiskinan sebagian besar rakyat Indonesia, yang mengakibatkan mereka tidak memiliki uang untuk sekedar berobat dan menjaga lingkungan tempat hidup mereka," kata artis yang lebih terkenal dengan sebutan Oneng, peran yang dimainkannya dalam sinetron BAJAJ BAJURI.

Ia lalu mengajak semua masyarakat Indonesia, diawali para seniman, untuk peduli dengan sesama warga untuk dapat segera menghapus kemiskinan dari bumi pertiwi ini.

Program penghimpunan dan penyaluran langsung bantuan, menurut Rieke akan menjadi inti aksi tersebut.

"Jika setiap orang Indonesia menyumbang satu piring makanan untuk saudara mereka yang tidak mampu maka berapa banyak piring yang dapat terkumpul setiap harinya," ujar Rieke.

Rieke juga sempat mengkritik penguasa yang menurutnya tidak banyak mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat lemah.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang malam itu hadir untuk ikut menunjukkan empatinya dengan membacakan sebuah puisi, sempat menolak pernyataan Rieke yang menurutnya, mendikotomikan antara pemerintah dengan rakyat.

"Oneng, tidak ada dikotomi antara pejabat dan rakyat. Yang ada, pejabat adalah pejabat yang pro dan tidak pro rakyat, dan kami berusaha, agar semakin banyak pejabat yang pro rakyat," kata Menkes sebelum membacakan sebuah puisi karya Taufik Ismail berjudul SERATUS JUTA yang disambut tepukan meriah.

Selain Menkes, hadir juga seniman dan politikus Eros Djarot yang membacakan Hari Gini Busung Lapar?? So What Gitu Lho!!, sebuah monolog yang cukup memancing tawa penonton yang memenuhi Teater Kecil.

Kemudian berturutan tampil beberapa seniman ternama Indonesia menunjukkan kebolehannya sembari ikut menyuarakan keprihatinan mereka, diantaranya penyair senior Sutardji Calzoum Bachri dan Jose Rizal Manua, penyanyi Frankie Sahilatua, artis kawakan Nani Wijaya, serta Melly Zamri, yang sempat populer berkat acara 'Angin Malam'.

Selain itu tampil juga dua mantan aktivis gerakan mahasiswa untuk membacakan puisi yaitu Hariman Siregar dan Budiman Sudjatmiko.

Namun, bintang panggung malam tampaknya adalah seorang seniman jalanan bernama Pepeng yang aksinya membawakan parodi lagu populer mendapat sambutan sangat meriah. Pepeng lalu didaulat untuk tampil keduakalinya.

Sebelum acara ditutup dengan pembacaan 'manifesto Sepiring Untuk Indonesia', mantan Presiden Abdurrahman Wahid berkesempatan memberikan petuah singkat.

Ia berpesan, agar bangsa Indonesia tetap menjaga kelapangan hati ditengah segala cobaan yang menimpa mereka.

"Orang asing pun kagum melihat kelapangan hati rakyat Indonesia dalam menghadapi kenyataan hidup. Harusnya itu yang kita jaga bersama karena melawan kemiskinan membutuhkan waktu yang panjang," kata Gus Dur.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(*/erl)

Rekomendasi

Trending