Roy Suryo Ladeni Deddy Corbuzier

Kapanlagi.com - Pemerhati telematika KRMT Roy Suryo akhirnya buka suara melayani tantangan mentalis Deddy Corbuzier. Dua hari yang lalu, Deddy meminta Roy tak ikut campur. Namun akhirnya dia menantang Roy Suryo untuk menebak hasil sulapannya yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 Juni mendatang. Katanya, tantangan tersebut berhubungan dengan fenomena dunia dan melibatkan banyak negara. "Saya diminta menebak sebelum kejadian, bukan setelah kejadian seperti yang dilakukan Deddy," kata Roy kepada wartawan di Pakualaman Yogyakarta, Jumat (30/5) malam.Berdasarkan kajian ilmiah atas pernyataan Deddy tersebut, kata Roy, "Saya memprediksi pada Jumat, 6 Juni 2008, Deddy akan menebak hasil pertandingan olahraga melibatkan 16 negara yang finalnya akan berlangsung 29 Juni.""Prediksi ini saya kemukakan karena Deddy melontarkan tantangan, dan saya akan melayaninya. Saya mau melayani tantangan itu untuk menghormati profesionalitas Deddy," katanya.Benar atau tidak tebakan itu tentu bisa dimaklumi semua pihak. "Saya sendiri menyadari bahwa profesi saya adalah pengamat multimedia atau pemerhati telematika, sehingga tebakannya bisa benar bisa salah," kata Roy. Tantangan ini awalnya datang ketika Roy Suryo berhasil menebak hasil sulapan Deddy yang dilakukan pada tahun 2005 lalu. Deddy saat itu berhasil menebak headline berita nasional di harian Kompas. Roy mengetahui dengan teknik apa ia melakukannya.Trik yang dilakukan Deddy saat itu adalah menggunakan teknik post-recorded alias kaset rekaman baru direkam setelah kejadian, rupanya berhasil tertebak. Saat itu Deddy diam saja dan menyatakan bahwa itu merupakan bagian dari show. "Saya sebenarnya hanya berusaha menjelaskan teknik tersebut secara ilmiah tanpa ada pretensi apapun untuk mengganggu pertunjukannya," tegas Roy.Menurut Roy, apa yang dilakukan Deddy pada tahun 2005 itu cuma trik saja, bukan sulapan murni. Saat Deddy merekam omongannya pada sebuah kaset hasil tebakan headline sebuah surat kabar yang mengatakan 'Presiden Megawati harus bertindak tegas', sebetulnya kaset yang diletakkan di atas tiang tersebut adalah kaset kosong. "Saat Deddy memutar kaset, Deddy membawa alat pemutar yang di dalam alat itu sebenarnya sudah ada rekaman headline kompas hari itu, kaset tersebut di post-recording. Saya sebetulnya bukan maksud apa-apa. Itu sih sebenarnya cuma trik sulapan saja," ujar Roy yang sebelumnya juga sempat ditantang oleh seorang artis yang mengaku pakar telematika, tapi tidak dilayani karena menurutnya hanya berbekal omdo (omong doang -red) saja. 

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(*/tia/boo)

Rekomendasi
Trending