Tak Lirik Properti di Indonesia, Sophia Latjuba Ungkap Alasannya

Kamis, 13 Juli 2017 14:15 Penulis: Natanael Sepaya
Tak Lirik Properti di Indonesia, Sophia Latjuba Ungkap Alasannya Sophia Latjuba © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Bisnis properti boleh jadi ladang penghasilan yang mulai banyak dilirik orang, tidak terkecuali para artis di Tanah Air. Hanya saja hal tersebut sama sekali tak membuat Sophia Latjuba tertarik untuk terjun berbisnis properti karena alasan harga yang tidak sesuai.

"Nggak (tertarik bisnis properti). Saya paling benci harga properti di Indonesia karena tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Rumah di Kemang bisa jadi lebih mahal daripada rumah di Beverly Hills. Harganya nggak masuk akal menurutku. (Kalau di Jakarta saya) Sewa rumah. Saya nggak mau keluar uang beli properti," ujarnya saat ditemui di launching Belleza 3, Hotel Kempinski, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).

Karena alasan itu, Sophia Latjuba sendiri lebih tertarik untuk membeli properti di Jerman. Namun selain harga yang lebih masuk akal, Sophia Latjuba juga tetap berpegang pada cara berpikirnya, di mana properti dibeli sebagai tempat tinggal, bukan untuk mencari keuntungan.

Harga yang mahal dan tak sesuai dengan cara berpikirnya membuat Sophia Latjuba enggan berbisnis ataupun membeli properti di Indonesia © KapanLagi.com/Agus ApriyantoHarga yang mahal dan tak sesuai dengan cara berpikirnya membuat Sophia Latjuba enggan berbisnis ataupun membeli properti di Indonesia © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

"(Kalau properti) Saya beli di Jerman. Masalahnya karena saya besar dan lahir di sana, jadi cara pemikiran saya beli properti bukan untuk keuntungan tapi untuk saya tinggal. Apartemen juga yang pakai ibu sama adik saya, bukan kayak nanti berlipat lipat terus saya jual. Cara pemikiran saya tidak pernah seperti itu," lanjut aktris 46 tahun itu.

Walau begitu Sophia Latjuba menegaskan kalau kurangnya minat untuk berbisnis atau membeli properti di Indonesia bukan didasari karena ia memiliki pengalaman buruk. Selain karena alasan harga dan cara berpikir, Sophia mengaku kalau ia memang tidak pernah memikirkan properti untuk dijadikan bisnis.

"(Pengalaman buruk sih) Nggak, tapi memang filosofi hidup saya seperti itu, santai aja nggak terlalu mikirin. Emang properti menurut saya tidak worth it. (Harganya juga) Kemahalan dan saya juga bukan orang yang meng-invest di properti. Mungkin karena saya nggak lahir dan besar di sini, jadi pemikiran saya bukan seperti orang Indonesia yang beli sekarang, tahun depan bisa jual. Mindset saya enggak seperti itu," pungkasnya.

(kpl/abs/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya


REKOMENDASI
TRENDING